Surah Al-Anbiya Ayat 10-15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Anbiya Ayat 10-15

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 10-15 ini, Allah mengarahkan firman-Nya kepada seluruh umat manusia, bahwa Dia telah menurunkan kitab Alquran ini, yang berisi ajaran dan nilai-nilai yang membahwa kepada kemuliaan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah menjelaskan bahwa banyak negeri-negeri yang penduduknya zalim, telah dibinasakan. Pada ayat ini juga Allah menjelaskan bagaimana keadaan kaum kafir pada waktu terjadinya malapetaka tersebut, setelah mereka yakin bahwa azab Allah pasti akan menimpa diri mereka sebagaimana yang telah diperingatkan oleh para nabi dan rasul.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiya Ayat 10-15

Surah Al-Anbiya Ayat 10
لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?

Tafsir Jalalain: لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ (Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kalian) hai orang-orang Quraisy كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ (sebuah Kitab yang di dalamnya disebutkan diri kalian) disebabkan ia memakai bahasa kalian sendiri. أَفَلَا تَعْقِلُونَ (Maka apakah kalian tiada memahaminya?) lalu beriman kepadanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman mengingatkan tentang kemuliaan al-Qur’an serta mendorong mereka untuk mengenal kedudukannya. لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ (“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab dzikrumu.”) Ibnu `Abbas berkata: “Kemuliaan kalian.” Mujahid berkata: “Cerita kalian.” Sedangkan al-Hasan berkata: “Agama kalian.”

أَفَلَا تَعْقِلُونَ (“Maka, apakah kamu tiada memahaminya,”) yaitu nikmat ini dan kalian menampungnya dengan penerimaan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” (QS. Az-Zukhruf: 44)

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini Allah mengarahkan firman-Nya kepada seluruh umat manusia, bahwa Dia telah menurunkan kitab Al-Qur’an ini, yang berisi ajaran dan nilai-nilai yang membahwa kepada kemuliaan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebab itu selayaknyalah mereka memahami isinya serta mengamalkan dengan cara yang sebaik-baiknya.

Tafsir Quraish Shihab: Kami sungguh telah menurunkan sebuah kitab suci kepada kalian yang mengandung peringatan buat kalian, kalau kalian tahu dan mau melaksanakan ajarannya. Bagaimana kalian membangkang dan tetap ingkar?

Apakah kesombongan dan kebodohan kalian sedemikian rupa, hingga kalian tidak dapat mengerti apa yang sebenarnya bermanfaat bagi kalian lalu kalian cari dan kejar?

Surah Al-Anbiya Ayat 11
وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ

Terjemahan: Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 51-56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: وَكَمْ قَصَمْنَا (Dan berapa banyaknya Kami telah binasakan) kami hancurkan مِن قَرْيَةٍ (beberapa negeri) yakni penduduk-penduduknya كَانَتْ ظَالِمَةً (yang penduduknya zalim) berbuat kekafiran وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ (dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah subhanahu wa ta’ala: وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً Lafaz “kam” mengandung makna banyak. Seperti makna yang terdapat di dalam ayat lain, yaitu:Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. (QS. Al Israa [17]: 17)

Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya. (QS. Al-Hajj [22]: 45), hingga akhir ayat. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ Artinya, Kami gantikan mereka dengan kaum yang lain sesudah mereka binasa.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa banyak negeri-negeri yang penduduknya zalim, telah dibinasakan, kemudian digantinya penduduk negeri itu dengan kaum yang beriman dan beramal saleh.

Sehubungan dengan ini, Allah telah berfirman dalam ayat yang lain sebagai berikut: Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. (al-Isra`/17: 17)

Dan firman-Nya dalam ayat yang lain: Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya? (al-Hajj/22: 45).

Tafsir Quraish Shihab: Betapa banyak penduduk suatu negeri yang Kami musnahkan akibat sikap kufur dan dusta mereka terhadap para nabi, kemudian Kami gantikan dengan penduduk lain yang kondisi dan kekayaannya lebih baik dari mereka.

Surah Al-Anbiya Ayat 12
فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ

Terjemahan: Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا (Maka tatkala mereka merasakan azab Kami) penduduk negeri-negeri tersebut merasakan kebinasaannya telah dekat إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ (tiba-tiba mereka lari tergesa-gesa daripadanya) mereka berupaya melarikan diri secepatnya.

Tafsir Ibnu Katsir: فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا (“Maka tatkala mereka merasakan adzab Kami,”) yaitu merasa yakin bahwa adzab akan menimpa mereka, sebagaimana yang dijanjikan oleh Nabi mereka. إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ (“Tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya,”) yaitu melarikan diri untuk kabur.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menjelaskan bagaimana keadaan kaum kafir pada waktu terjadinya malapetaka tersebut, setelah mereka yakin bahwa azab Allah pasti akan menimpa diri mereka sebagaimana yang telah diperingatkan oleh para nabi dan rasul, maka mereka lari dalam keadaan tunggang langgang,

padahal dahulunya mereka dengan penuh kesombongan berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami ini, atau kamu akan kembali kepada agama kami.” Sekarang sebaliknya merekalah yang terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka, melarikan diri dari azab Allah.

Baca Juga:  Surah Al-Ahqaf Ayat 17-20; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ketika Kami berkehendak memusnahkan mereka, dan mereka merasakan sendiri siksa Kami dan kekuasaan Kami untuk menurunkannya, dengan segera mereka lari mencari pertolongan, persis seperti binatang.

Surah Al-Anbiya Ayat 13
لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ

Terjemahan: Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya.

Tafsir Jalalain: Kemudian berkatalah para Malaikat pembawa azab kepada mereka dengan nada mengejek, لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ (“Janganlah kalian lari tergesa-gesa, kembalilah kalian kepada kemewahan yang telah kalian rasakan) kepada nikmat yang telah diberikan kepada kalian وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ (dan kepada tempat-tempat kediaman kalian, supaya kalian ditanya”) tentang sesuatu dari keduniaan milik kalian, sebagaimana biasanya.

Tafsir Ibnu Katsir: لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ (“Jangan-lah kamu lari tergesa-gesa; Kemballilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediaman,”) ini adalah ancaman untuk mereka, janganlah kalian lari tergesa-gesa dari turunnya adzab dan kembalilah kalian kepada apa yang dahulu kalian rasakan berupa nikmat, kegembiraan, kehidupan dan tempat-tempat tinggal yang balk.

Qatadah berkata dalam rangka mengejek mereka: لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ (“Agar kamu ditanya,”) yaitu tentang mensyukuri nikmat yang dahulu kalian rasakan.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menjelaskan, bahwa ketika mereka lari untuk menyelamatkan diri dari malapetaka yang datang, mereka diperintahkan kembali ke tempat semula, di mana mereka telah merasakan nikmat Allah, untuk kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka, sebagai pertanggung jawaban mereka kepada Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Jangan lari, wahai orang-orang yang ingkar! Sebab tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan kalian dari siksa Allah. Kembalilah ke tempat tinggal dan kenikmatan kalian semula, barangkali para pelayan dan pengikut kalian meminta bantuan dan pendapat kepada kalian seperti dulu. Tapi, bagaimana kalian bisa?

Surah Al-Anbiya Ayat 14
قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Terjemahan: Mereka berkata: “Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا يَا (Mereka berkata, “Aduhai) huruf Ya di sini menunjukkan makna penyesalan وَيْلَنَا (celakalah kami) binasalah kami إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”) disebabkan kami kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (“Mereka berkata: ‘Aduhai celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim,’”) mereka mengakui dosa-dosa mereka di saat pengakuan itu tidak bermanfaat bagi mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Mutaffifin Ayat 18-28; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini Allah menjelaskan apa jawaban kaum kafir itu terhadap perintah di atas, ketika itu barulah mereka menyesal dan mengakui kezaliman yang telah mereka perbuat selama ini. Mereka berkata, “Aduhai, celaka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” Akan tetapi, pengakuan dan penyesalan itu sudah tidak berguna lagi. Azab Allah tidak dapat dielakkan lagi. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

Tafsir Quraish Shihab: Setelah mendengar ejekan terhadap mereka, dengan meneriakkan “celaka…!” dan yakin bahwa mereka pasti celaka, mereka berkata, “Kami benar-benar telah berbuat zalim ketika kami tidak menerima apa yang sebenarnya bermanfaat, lalu tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhan kami!”

Surah Al-Anbiya Ayat 15
فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ

Terjemahan: Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.

Tafsir Jalalain: فَمَا زَالَت تِّلْكَ (Maka tetaplah demikian) kalimat-kalimat itu sebagai دَعْوَاهُمْ (keluhan mereka) yang mereka serukan dan mereka ulang-ulang حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا (sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai) bagaikan tanaman yang dipanen dengan sabit; seumpamanya mereka dibunuh dengan memakai pedang خَامِدِينَ (yang tidak dapat hidup lagi) mereka mati bagaikan padamnya nyala api bila dimatikan.

Tafsir Ibnu Katsir: فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ (“Maka, tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi,”) yakni perkataan itu terus-menerus diucapkan, yaitu pengakuan kedhaliman, sampai mereka tidak bergerak, juga (sampai) perkataan mereka lenyap.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menegaskan bahwa mereka senantiasa mengulangi keluhan yang semacam itu, namun azab Allah telah menimpa dan membinasakan mereka, sehingga jadilah mereka seperti tanaman yang telah dituai, rusak binasa, dan tidak mungkin hidup kembali.

Tafsir Quraish Shihab: Kata-kata itu masih saja diulang-ulang terus menerus.Maka mereka pun Kami jadikan, dengan siksaan, bagai tanaman yang telah ditunai: diam dan tak lagi dapat hidup.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 10-15 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S