Surah Al-Hadid Ayat 12-15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hadid Ayat 12-15

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hadid Ayat 12-15 ini, menegaskan bahwa memenangkan keimanan atas kekafiran dan menghapus yang batil dengan yang hak telah menjadi sunah (hukum) Allah yang berlaku bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya sejak dahulu sampai sekarang, dan untuk masa yang akan datang. Tidak ada satu pun dari makhluk yang ada di alam semesta ini yang dapat mengubah sunah-Nya itu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hadid Ayat 12-15

Surah Al-Hadid Ayat 12
يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِم بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٌ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

Terjemahan: “(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”.

Tafsir Jalalain: Ingatlah يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ (pada hari ketika kamu melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan mereka) artinya bersinar menerangi bagian depan mereka وَ(dan) cahaya itu pun بِأَيۡمَٰنِهِم بُشۡرَىٰكُمُ (bersinar di sebelah kanan mereka) kemudian dikatakan kepada mereka,

ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٌ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ (“Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, yaitu surga-surga) masuklah kalian ke dalam surga-surga itu فِيهَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, yang kalian kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya menceritakan tentang orang-orang mukmin yang bersedekah, bahwa pada hari kiamat kelak mereka akan memperoleh cahaya yang terang di hadapan mereka di pelataran hari kiamat sesuai dengan amal yang mereka perbuat. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud mengenai firman Allah:

يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ (“Sedang cahaya mereka bersinar di hadapan mereka.”) ia mengatakan: “Sesuai dengan amal perbuatan mereka, mereka akan berjalan melintasi jembatan. Di antara mereka ada yang cahayanya seperti gunung.

Ada pula yang cahayanya seperti pohon kurma dan ada pula yang cahayanya seperti seorang yang berdiri tegak. Dan yang paling gelap cahayanya adalah orang-orang yang cahayanya terdapat pada ibu jari mereka, terkadang bercahaya dan terkadang padam.”

Hal ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir. Sufyan ats-Tsauri bercerita dari Hushain, dari Mujahid, dari Junadah bin Abi Umayyah, ia berkata: “Sesungguhnya kalian tertulis di sisi Allah dengan nama-nama, tanda-tanda, tempat, rahasia, dan majelis kalian. Dan jika hari kiamat tiba, akan dikatakan:

“Hai fulan, inilah cahayamu. Hai fulan, tidak ada cahaya bagimu”” dan kemudian dia membacakan: yas’aa nuuruHum baina aidiiHim (“Sedang cahaya mereka bersinar di hadapan mereka.”)

Masih mengenai firman-Nya ini: يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ (“Sedang cahaya mereka bersinar di hadapan mereka.”) al Hasan mengatakan: “Yakni, di atas ash-Shirath.”

Dan firman Allah: وَبِأَيۡمَٰنِهِم (“dan disebelah kanan mereka.”) adh-Dhahhak mengatakan: “Yakni disebelah kanan mereka terdapat buku catatan mereka.” Sebagaimana difirmankan oleh Allah: (“Maka barangsiapa yang kitab amalnya diberikan di tangan kanannya.”)(al-Israa’: 71)

Firman-Nya: بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٌ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ (“Pada hari ini ada berita gembira untukmu, [yaitu] surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”) maksudnya dikatakan kepada mereka:

“Pada hari ini ada kabar gembira bagi kalian berupa surga.”) dengan kata lain, bagi kalian kabar gembira berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. خَٰلِدِينَ فِيهَا (“Yang kamu kekal di dalamnya”) artinya kamu akan tinggal di dalamnya untuk selamanya. ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (“Itulah keberuntungan yang besar.”)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang Mukmin akan memperoleh pahala yang besar di akhirat, yaitu diberikan cahaya di hadapan dan dikanannya sesuai kadar amal saleh yang dilakukan, yang mengantarkan ke surga.

Dalam sebuah hadis disebutkan: Mereka menerima cahayanya sesuai dengan kadar amalannya. Mereka melewati as-sirath. Di antara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung, ada pula yang sebesar pohon kurma, sedangkan cahaya yang paling kecil sebesar jari ibu, kadang menyala kadang padam. (Riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqi)

Mereka membersihkan jiwa mereka dengan tauhid dan beramal saleh, tidak mempersekutukan-Nya, sehingga kembali kepada-Nya dengan jiwa yang ikhlas serta menerima buku catatan amal perbuatan mereka dengan tangan kanan, sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya:

Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (al-Insyiqaq/84: 7-9)

Ketika itu malaikat berkata kepada orang Mukmin, “Bergembiralah kamu dengan memasuki surga yang mengalir di dalamnya sungai sebagai balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kamu dan usaha kamu untuk menjauhkan diri dari syirik dan dosa, oleh karena zikirmu yang terus-menerus, maka berbahagialah kamu dalam amal perbuatanmu itu.”

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 91-92; Seri Tadabbur Al Qur'an

Dalam ayat lain Allah menyatakan: (Yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasanganpasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)

Sebagai penutup ayat ini, Allah menyatakan bahwa kehebatan hidup dalam surga yang keadaannya telah diketahui orang Mukmin adalah suatu kemenangan besar yang diidam-idamkan, setelah mereka bebas dari siksa Allah. (.

Tafsir Quraish Shihab: Yaitu hari ketika kamu melihat orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, didahului oleh cahaya keimanan dan amal baik mereka yang memancar dari arah depan dan samping kanan. Para malaikat mengatakan kepada mereka,

“Ada kabar gembira untuk kalian semua pada hari ini. Kalian akan memasuki surga-surga yang dialiri berbagai macam sungai di bawah pepohonannya lalu tidak akan pernah keluar lagi. Balasan itu adalah keberhasilan yang besar untuk amalan-amalan kalian.

Surah Al-Hadid Ayat 13
يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورًا فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٍ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ

Terjemahan: “Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka):

“Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.

Tafsir Jalalain: يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا (Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Perhatikanlah kami) lihatlah kami. Menurut suatu qiraat dibaca Anzhiruunaa, tunggulah kami نَقۡتَبِسۡ (supaya kami dapat mengambil) maksudnya supaya kami kebagian cahaya dan sinar مِن نُّورِكُمۡ (sebagian dari cahaya kalian.” Dikatakan) kepada mereka dengan nada yang memperolok-olokkan mereka,

قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورًا (“Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian”) mereka mundur. فَضُرِبَ بَيۡنَهُم (Lalu diadakan di antara mereka) dan antara orang-orang yang beriman بِسُورٍ (dinding) menurut suatu pendapat dinding itu dinamakan Al A’raaf لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ (yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat) ada bagian yang menghadap orang-orang yang beriman وَظَٰهِرُهُۥ (dan di sebelah luarnya) ada bagian yang menghadap orang-orang munafik مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ (dari situ ada azab).

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah: يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ (“Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: ‘Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya mu.”) yang demikian itu merupakan kabar dari Allah Ta’ala tentang apa yang akan terjadi pada hari kiamat kelak di pelataran kiamat, berupa berbagai hal yang menakutkan lagi mengerikan, juga berupa berbagai goncangan dan hal-hal buruk lainnya.

Pada saat itu tidak ada orang yang selamat kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan apa yang diperintahkan Allah kepadanya serta menjauhi semua larangan-Nya. Jadi orang kafir dan munafik tidak akan dapat memanfaatkan cahaya orang mukmin, sebagaimana orang buta tidak akan dapat memanfaatkan cahaya orang yang dapat melihat.

Dan orang-orang munafik berkata kepada orang-orang yang beriman: ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورًا (“’Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.’ Dikatakan [kepada mereka]: ‘Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya [untukmu].’”) yang demikian itu merupakan tipu daya Allah yang ditujukan kepada orang-orang munafik, dimana Dia berfirman: (“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka.”)(an-Nisaa’: 142)

Sehingga merekapun kembali ke tempat dimana cahaya dibagikan, namun mereka tidak mendapatkan sedikitpun cahaya tersebut. Al-‘Aufi, adh-Dhahhak dan lain-lain mengatakan dari Ibnu ‘Abbas:

“Ketika orang-orang berada di kegelapan, tiba-tiba Allah mengirimkan cahaya. Ketika orang-orang mukmin melihat cahaya itu, merekapun menghadapkan wajah ke arah cahaya tersebut. Cahaya itu merupakan petunjuk dari Allah untuk menuju ke surga.

Dan ketika orang-orang munafik melihat orang-orang mukmin telah berangkat, mereka pun mengikutinya, maka Allah pun memberikan kegelapan bagi mereka [orang-orang munafik]. Dan pada saat itu mereka berkata:

ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ (“Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.”) sesungguhnya kami bersama kalian di dunia. Maka orang-orang mukmin berkata: ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ (“Kembalilah kamu ke belakangmu.”) yakni dari tempat dimana kalian datang dari kegelapan. Lalu carilah cahaya di sana.”)

Baca Juga:  Surah Al-Hadid Ayat 26-27; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Abul Qasim ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memanggil manusia pada hari kiamat kelak dengan nama-nama mereka sebagai tirai penghalang dari-Nya atas hamba-hamba-Nya. Sedang di atas ash-Shirath, Allah Ta’ala memberikan cahaya kepada setiap orang mukmin dan munafik. Dan jika mereka telah berada di atas Shirath, Allah segera menarik kembali cahaya orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan. Kemudian orang-orang munafik berkata:

‘Tunggulah kami supaya kami bisa mengambil sebagaian dari cahaya kalian.’ Maka orang-orang Mukmin berkata: ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami untuk kami.’ Pada saat itu seseorang tidak akan mengingat orang lain.”

Dan firman Allah Ta’ala: فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٍ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ (“Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.”) al-Hasan dan Qatadah mengatkan:

“Yakni dinding pemisah antara surga dan neraka.” ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata: “Inilah yang difirmankan Allah Ta’ala: wa bainaHumaa hijaab (“Dan di antara keduanya ada hijab [batas].”)(al-A’raaf: 46)

Tafsir Kemenag: Setelah Allah menyatakan keadaan orang-orang Mukmin pada hari Kiamat. Pada ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang munafik pada hari Kiamat itu berseru kepada orang-orang beriman yang mendapatkan keridaan-Nya dan menjadi penghuni surga.

“Tunggulah kami sehingga kita bersama menemui Allah serta biarkanlah mengambil sedikit dari cahaya kamu agar kami dapat keluar melalui sinar kamu dari azab yang pedih.” Lalu permintaan ini dijawab dengan jawaban yang memutuskan harapan mereka serta menimbulkan kesedihan dan kesesalan, yaitu, “Tetaplah kamu di mana kamu berada, carilah di sana cahaya dan jangan mengharapkannya dari kami apa yang telah kami perbuat untuk diri kami dari amal saleh, karena tidak akan memberi manfaat bagi seseorang kecuali amal saleh sendiri.”

Yang demikian itu adalah olokan terhadap mereka sebagaimana mereka memperolok-olokkan orang-orang Mukmin semasa di dunia ketika mereka berkata: Kami beriman, padahal mereka tidak beriman. Inilah yang dikehendaki dengan firman-Nya;

Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (al-Baqarah/2: 15) Maka untuk memberi balasan semua perbuatan mereka, ditetapkanlah bagian yang membatasi tempat orang-orang Mukmin dan orang-orang munafik. Bagian yang ditempati orang-orang Mukmin adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, sebaliknya bagian yang ditempati oleh orang-orang munafik adalah neraka yang dipenuhi siksa.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang munafik itu menyeru orang-orang Mukmin, “Bukankah di dunia dulu kami adalah teman kalian?” Orang-orang Mukmin menjawab, “Ya, benar apa yang kalian katakan itu. Tetapi kalian membinasakan diri sendiri dengan bersikap munafik, menginginkan suatu keburukan menimpa kaum mukminin, membuat keragu-raguan dalam urusan agama dan tertipu oleh angan-angan. Selama itu kalian tampak baik-baik saja hingga datang kematian dan kalian ditipu oleh setan bahwa kalian akan mendapatkan ampunan dari Allah.

Surah Al-Hadid Ayat 14
يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِىُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ

Terjemahan: “Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.

Tafsir Jalalain: يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡ (Orang-orang munafik itu memanggil mereka orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama-sama kalian?”) dalam ketaatan kepada Allah. قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ (mereka menjawab, “Benar, tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri) disebabkan kemunafikan kalian وَتَرَبَّصۡتُمۡ (dan kalian selalu mengincar) kehancuran orang-orang mukmin وَٱرۡتَبۡتُمۡ (dan kalian ragu-ragu) masih ragu terhadap agama Islam وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِىُّ (serta kalian ditipu oleh angan-angan kosong) yakni ketamakan حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ (sehingga datanglah ketetapan Allah) yaitu kematian وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ (dan kalian telah ditipu terhadap Allah oleh yang amat penipu) yakni oleh setan.

Tafsir Ibnu Katsir: يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡ (“Orang-orang munafik itu memanggil mereka: ‘Bukankah dahulu kami bersama-sama denganmu?”) maksudnya orang-orang munafik itu berseru kepada orang-orang yang beriman:

“Bukankah dulu sewaktu di dunia kami bersama-sama kalian. Kita bersama-sama menghadiri shalat Jum’at dan mengerjakan shalat berjama’ah, berdiri bersama di ‘Arafah, kami mengikuti berbagai peperangan, serta mengerjakan kewajiban bersama kalian?”

قَالُواْ بَلَىٰ (“Mereka menjawab: ‘Benar.’”) maksudnya orang-orang mukmin menjawab ucapan orang-orang munafik seraya berkata: “Memang benar, kalian pernah bersama kami.” وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِىُّ (“Tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu [kehancuran kami] dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong.”)

Baca Juga:  Surah Thaha Ayat 77-79; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

sebagian ulama salaf mengatakan: “Artinya, kalian telah mencelakakan dir kalian dengan berbagai kelezatan, kemaksiatan, nafsu syahwat dan kalian menunda-nunda taubat dari waktu ke waktu.”

Mengenai firman-Nya: وَتَرَبَّصۡتُمۡ (“Kamu menunda-nunda”) Qatadah mengemukakan: “Yakni, terhadap kebenaran dan para pengikutnya.” وَٱرۡتَبۡتُمۡ (“Dan kamu ragu-ragu”) terhadap adanya kebangkitan setelah kematian.
وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِىُّ (“Dan kamu ditipu oleh angan-angan kosong.”) maksudnya kalian mengatakan: “Kami akan diberi ampunan.”

Kemudian dikatakan: “Kalian telah ditipu oleh dunia. حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ (“sehingga datang ketetapan Allah”) artinya, kalian masih terus dalam keadaan seperti itu sehingga kematian menjemput kalian. وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ (“dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh yang amat penipu.”) yakni syaitan.

Tafsir Kemenag: Kemudian pada ayat ini Allah menyatakan peristiwa yang dialami orang-orang munafik di akhirat nanti, yaitu mereka berseru kepada orang-orang Mukmin dan mengatakan, “Bukankah kami bersama-sama kamu semasa hidup di dunia?” Lalu orang-orang Mukmin menjawab,

“Ya benar, kita sama-sama salat, berwukuf di Arafah, berperang dan mengerjakan kewajiban-kewajiban agama lainnya tetapi kamu berfoya-foya dengan kelezatan dan maksiat, ragu tentang hari kebangkitan, teperdaya oleh angan-angan sehingga kamu mengatakan bahwa dosa kamu akan diampuni Allah, karena bisikan setan yang mengatakan kepadamu bahwa Allah Maha Pengampun, dan Dia akan memaafkan dosa-dosamu.” Maksudnya, sebenarnya kamu hai orang-orang munafik bersama kami di dunia hanya tubuhmu yang kasar saja, padahal jiwamu tidak bersama kami, tidak mempunyai ketegasan dalam pendirian maka kamu jarang sekali mengingat Allah.”.

Tafsir Quraish Shihab: Pada hari ini tebusan untuk membebaskan diri dari siksaan tidak akan diterima, berapa pun besarnya. Sama halnya dengan tebusan orang-orang yang dengan terang-terangan menyatakan diri mereka kafir, juga tidak akan diterima. Tempat kembali kalian adalah neraka, tempat tinggal yang paling pantas buat kalian dan merupakan seburuk-buruk tempat kembali.”

Surah Al-Hadid Ayat 15
فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٌ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ هِىَ مَوۡلَىٰكُمۡ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ

Terjemahan: “Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali”.

Tafsir Jalalain: فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ (Maka pada hari ini tidak diterima) dapat dibaca Yukhadzu dan Tukhadzu مِنكُمۡ فِدۡيَةٌ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ هِىَ مَوۡلَىٰكُمۡ (tebusan dari kalian dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kalian ialah neraka. Neraka itulah tempat yang layak buat kalian) tempat yang utama bagi kalian. وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ (Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”) tempat kembali yang paling buruk adalah neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٌ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ (“Pada hari ini tidak diterima tebusanmu dan tidak pula dari orang-orang kafir.”) maksudnya seandainya salah seorang di antara kalian pada hari itu datang dengan membawa emas sepenuh bumi dan sebanyak itu pula untuk menebus adzab Allah, niscaya Dia tidak akan menerimanya.

Firman-Nya: مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ (“Tempatmu ialah neraka.”) maksudnya neraka adalah tempat kembali kalian dan ke sana pula kalian akan dikembalikan.
Dan firman-Nya: هِىَ مَوۡلَىٰكُمۡ (“dialah tempat berlindungmu.”) nerakalah yang paling layak bagi kalian daripada tempat-tempat lainnya karena kekufuran dan keraguan kalian, dan dia adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menjelaskan akibat tindakan orang-orang munafik. Mereka akan terus binasa dan tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari neraka, yaitu jika salah seorang dari mereka ingin menebus dirinya dari azab dengan tebusan berupa emas sepenuh bumi, tidak juga akan diterima. Mereka tetap dilempar di dalam neraka sebab tidak ada tempat yang lebih layak bagi mereka selain itu. Dan itulah tempat yang paling buruk.

Tafsir Quraish Shihab: Pada hari ini tebusan untuk membebaskan diri dari siksaan tidak akan diterima, berapa pun besarnya. Sama halnya dengan tebusan orang-orang yang dengan terang-terangan menyatakan diri mereka kafir, juga tidak akan diterima. Tempat kembali kalian adalah neraka, tempat tinggal yang paling pantas buat kalian dan merupakan seburuk-buruk tempat kembali.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hadid Ayat 12-15 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S