Surah Al-Hijr Ayat 51-56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 51-56

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hijr Ayat 51-56 ini, Menceritakan kisah Nabi Ibrahim as saat menerima para malaikat yang diturunkan dalam bentuk manusia. Karena turun dalam bentuk demikian, Nabi Ibrahim as tidak mengenal mereka sehingga menjadi takut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setelah memperkenalkan diri sebagai utusan Allah yang membawa kabar gembira kepada Nabi Ibrahim as bahwa beliau akan dianugerahi seorang anak yang di masa depan menjadi orang pandai dan akan menghidupkan nama Ibrahim sepanjang sejarah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 51-56

Surah Al-Hijr Ayat 51
وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ

Terjemahan: Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.

Tafsir Jalalain: وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ (Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim) yaitu malaikat-malaikat yang berjumlah dua belas malaikat, atau sepuluh malaikat, atau tiga malaikat yang salah satu di antara mereka adalah malaikat Jibril.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: “Kabarkanlah hai Muhammad tentang kisah “ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ” (Tamu Ibrahim) kata ضَيْفِ bisa berarti tamu satu orang atau lebih [untuk mufrad atau jamak].

Tafsir Quraish Shihab: Dalam menerangkan kasih sayang-Ku dan siksa-Ku di dunia, ceritakanlah kepada mereka kisah beberapa malaikat yang bertamu menemui Ibrâhîm.

Surah Al-Hijr Ayat 52
إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ

Terjemahan: Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”.

Tafsir Jalalain: إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا (Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salam.”) mereka mengucapkan lafal itu. قَالَ (Berkata Ibrahim) ketika disuguhkan hidangan makanan kepada mereka, akan tetapi mereka tidak memakannya.

إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (“Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian.”) yakni merasa ngeri.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (Masuk ke tempatnya, lalau mereka mengucapkan: “Salaam” Ibrahim berkata: ‘Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.’)

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 78-79; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

wajiluun= khaifun [takut], ia menyebutkan sebab ketakutannya kepada mereka setelah ia melihat tangan mereka tidak sampai kepada jamuan yang didekatkan kepada mereka yaitu daging anak sapi gemuk yang dipanggang.

Tafsir Quraish Shihab: Katakan kepada mereka, “Ketika tamu-tamu itu menemui Ibrâhîm, ia merasa takut. Para tamu itu berkata, Tenanglah dan tidak usah takut. Ibrâhîm pun berkata kepada mereka, Kami takut karena kalian datang secara tiba-tiba dan bukan pada waktu bertamu yang biasa. Kami tidak tahu apa maksud kalian.

Surah Al-Hijr Ayat 53
قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

Terjemahan: Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا لَا تَوْجَلْ (Mereka berkata, “Janganlah kamu merasa takut) merasa ngeri terhadap kami إِنَّا (sesungguhnya) adalah utusan-utusan Rabbmu نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (kami memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki yang akan menjadi orang yang alim) anak yang mempunyai ilmu yang banyak, yaitu Nabi Ishak, seperti yang telah kami sebutkan dalam surah Hud.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: قَالُوا لَا تَوْجَلْ (Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut”) laa taujal= laa takhaf [jangan takut], إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan [kelahiran seorang] anak laki-laki [yang akan menjadi] orang yang alim)

yaitu Ishaq as. sebagaimana sudah disebutkan di dalam surah Huud. Kemudian Ibrahim berkata dengan heran karena usianya dan usia istrinya yang sudah lanjut sambil meyakinkan kebenaran janji itu.

Tafsir Quraish Shihab: Malaikat-malaikat itu berkata, ‘Jangan takut dan tenangkan dirimu. Kami membawa kabar gembira tentang anak yang Allah anugerahkan kepadamu. Pada masa hidupnya kelak, anak itu akan diberi banyak pengetahuan oleh Allah.

Baca Juga:  Surah Ali Imran Ayat 166-173; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Al-Hijr Ayat 54
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

Terjemahan: Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”

Tafsir Jalalain: قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي (Berkata Ibrahim, “Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku) dengan melahirkan seorang anak عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ (padahal usiaku telah lanjut) kalimat ini menjadi hal; artinya padahal usia tua telah kualami,

فَبِمَ (maka dengan cara manakah) dengan cara apakah تُبَشِّرُونَ (terlaksananya berita gembira seperti apa yang kalian katakan itu?) Istifham di sini mengandung makna takjub.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ (Ibrahim berkata: ‘Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku sudah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah [terlaksananya] berita gembira yang kamu kabarkan ini?)

Tafsir Quraish Shihab: Ibrâhîm berkata, ‘Bagaimana kalian membawa kabar gembira tentang anak itu, padahal aku sudah tua renta dan tidak kuat lagi! Atas dasar apa kalian memberi kabar yang aneh ini?’

Surah Al-Hijr Ayat 55
قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ

Terjemahan: Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ (Mereka berkata, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar) dengan sungguh-sungguh فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”) putus harapan.

Tafsir Ibnu Katsir: mereka menjawab untuk meyakinkan kabar gembira tersebut akan menjadi kenyataan: قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (“Mereka berkata: ‘Kami menyampaikan kabar berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”)

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 73-77; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Mereka menjawab, ‘Kami memberi kabar gembira ini atas dasar ketetapan yang tidak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, janganlah kamu berputus asa dari kasih sayang Allah.

Surah Al-Hijr Ayat 56
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

Terjemahan: Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.

Tafsir Jalalain: قَالَ (Ibrahim berkata, “Tiada) tidak ada وَمَنْ يَقْنَطُ (orang orang berputus asa) dapat dibaca yaqnithu dan yaqnathu مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ (dari rahmat Rabbnya melainkan orang-orang yang sesat.”) yakni orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Ibrahim berkata bahwa dia tidak berputus asa, tetapi ia mengharapkan anak laki-laki kepada Allah, meskipun dia dan istrinya sudah tua, karena ia mengetahui bahwa kekuasaan dan rahmat Allah lebih daripada itu.

Tafsir Quraish Shihab: Ibrâhîm menjawab, ‘Aku tidak akan pernah putus asa dari kasih sayang Allah. Sebab, hanya orang-orang sesat yang tidak mengerti keagungan kekuasaan-Nyalah yang berputus asa dari rahmat-Nya. ‘

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 51-56 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S