Surah Al-Hijr Ayat 45-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 45-50

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hijr Ayat 45-50 ini, Dalam ayat ini menjelaskan tempat orang-orang suci di surga. Allah Swt berfirman, orang-orang selalu bertakwa dan berusaha menjauhkan dirinya dari dosa di dunia ini, Allah Swt akan menganugerahkan nikmat yang banyak di surga sebagai pahala dan keselamatan, keamanan dan ketenangan jiwa di dunia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bahwa sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun dan orang-orang Mukmin yang bertaubat, Maha Penyayang kepada mereka. Dan sesungguhnya siksaanKu dalah siksaan yang pedih dan menyakitkan bagi orang yang tidak mau bertaubat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 45-50

Surah Al-Hijr Ayat 45
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

Tafsir Jalalain: إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada di dalam surga) kebun-kebun surga وَعُيُونٍ (dan mata air-mata air) yang mengalir di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Mereka itu berada di dalam surga [taman-taman] dan [dekat] mata air – mata air [yang mengalir].

Tafsir Quraish Shihab: Itulah balasan orang-orang yang mengikuti setan. Sedangkan orang-orang yang tak dapat digoda setan, karena membuat dinding pemisah antara dirinya dan hawa nafsunya, akan memperoleh berbagai taman dan air yang mengalir.

Surah Al-Hijr Ayat 46
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ

Terjemahan: (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”

Tafsir Jalalain: Dan dikatakan kepada mereka ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ (Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera) dengan perasaan yang aman dari setiap hal yang menakutkan. Atau masuklah ke dalamnya dengan bersalam artinya, bersalamlah lalu masuklah آمِنِينَ (lagi aman) dari setiap hal-hal yang mengerikan.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ (Masuklah ke dalamnya dengan selamat sejahtera) maksudnya, selamat dari semua kerusakan, آمِنِينَ (lagi aman) dari semua ketakutan dan kepanikan, dan janganlah kalian khawatir akan dikeluarkan dari surga itu atau terhenti atau binasa.

Baca Juga:  Perbedaan AlQuran dan Hadits Qudsi, Ini Penjelasannya

Tafsir Quraish Shihab: Kepada mereka, Allah berkata, “Masuklah kalian ke dalam taman-taman surga itu dengan tenang dan aman. Kalian tidak akan takut dan tidak akan pernah merasa sedih selamanya.

Surah Al-Hijr Ayat 47
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

Terjemahan: Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

Tafsir Jalalain: وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ (Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka) maksudnya semua perasaan dengki إِخْوَانًا (sedangkan mereka merasa bersaudara) lafal إِخْوَانًا ini menjadi hal tentang keadaan mereka عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan),

kalimat ayat ini pun menggambarkan tentang keadaan mereka; artinya sebagian dari mereka tidak melihat kepada tengkuk sebagian yang lain karena tempat duduk mereka saling berhadap-hadapan.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.) Sa’id meriwayatkan dalam kitab tafsirnya, dari Abu Umamah berkata:

“Seorang mukmin baru masuk surga setelah Allah mencabut atau melenyapkan segala rasa dengki yang ada dalam hatinya, sehingga Allah mencabut dari dalam hati itu seperti binatang buas yang berbahaya.”

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman hidup di dalam kenikmatan itu dengan hati penuh gembira. Sifat dengki telah Kami cabut dari hati mereka. Mereka semua adalah bersaudara bagai satu keluarga yang saling berjumpa dengan wajah penuh ceria dan rasa cinta. Mereka tidak saling membelakangi, sebaliknya, justru saling ingin berjumpa.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 80-84; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Hijr Ayat 48
لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Terjemahan: Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.

Tafsir Jalalain: لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ (Mereka tidak merasa lelah di dalamnya) tidak pernah merasa penat وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ (dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya) untuk selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ (mereka tidak merasa lelah di dalamnya) tidak merasa sulit dan kesakitan, sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan kabar baik kepada Khadijah bahwa dia mendapat satu rumah di surga yang terbuat dari bambu yang tidak ada kebisingan dan kesulitan di dalamnya.”

Firman Allah: وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ (Dan mereka sekali-sekali tidak akan dikeluarkan daripadanya) sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits: “Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian berhak untuk hidup, maka kalian tidak akan mati selama-lamanya ,

dan kalian berhak untuk muda terus, maka kalian tidak akan tua selama-lamanya, dan kalian berhak tetap tinggal, maka kalian tidak akan pergi [meninggalkan] surga selama-lamanya.” (diriwayatkan oleh Muslim, bab Dawaamu Na’iimi Ahlil Jannah/ Keabadian Nikmat Penduduk surga.)

Tafsir Quraish Shihab: Di sana mereka tidak merasa lelah. Itu adalah kenikmatan abadi, dan mereka tidak akan keluar dari dalamnya.

Surah Al-Hijr Ayat 49
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Tafsir Jalalain: نَبِّئْ (Kabarkanlah) beritakanlah, hai Muhammad عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ (kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun) terhadap orang-orang mukmin الرَّحِيمُ (lagi Maha Penyayang) terhadap mereka yang beriman.

Baca Juga:  Surah Al-Fath Ayat 16-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (Kabarkanlah keapda hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang) Maksudnya beritahukanlah hai Muhammad, kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Aku memiliki rahmat [kasih sayang].

Tafsir Quraish Shihab: Kabarkanlah, wahai Muhammad, kepada semua hamba-Ku bahwa pengampunan-Ku amat banyak bagi orang yang bertobat lalu melakukan amal saleh. Sampaikan pula bahwa kasih sayang-Ku amat luas.

Surah Al-Hijr Ayat 50
وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

Terjemahan: dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

Tafsir Jalalain: وَأَنَّ عَذَابِي (Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku) terhadap orang-orang yang durhaka هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ (adalah azab yang sangat pedih) sangat menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir: وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ (dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih) Maksudnya beritahukanlah hai Muhammad, kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Aku memiliki adzab yang pedih.

Tafsir Quraish Shihab: Sampaikan pula bahwa siksa yang Aku berikan kepada orang-orang yang durhaka dan ingkar benar- benar pedih. Jenis siksaan lain tidak akan terasa pedih jika dibandingkan dengan siksaan itu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 45-50 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S