Surah As-Saffat Ayat 123-132; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Saffat Ayat 123-132

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Saffat Ayat 123-132 ini, Allah menegaskan bahwa Ilyas adalah seorang rasul yang diutus Allah. Menurut ath-thabari, Ilyas adalah putra Yasin bin Finhas bin ‘Iyzar bin Nabi Harun saudara Nabi Musa. Masa kenabiannya setelah kenabian Nabi Sulaiman. Ia diutus Allah kepada Bani Israil ketika kaumnya itu tidak lagi menyembah Allah, tetapi menyembah berhala.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Raja-raja mereka juga mendukung agama berhala tersebut, bahkan membangun tempat-tempat khusus penyembelihan hewan untuk dipersembahkan kepada berhala tersebut.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Saffat Ayat 123-132

Surah As-Saffat Ayat 123
وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ إِلۡيَاسَ (Dan sesungguhnya Ilyas) dapat dibaca Ilyaas atau Alyaas لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ (benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul) menurut suatu pendapat bahwa Nabi Ilyas itu adalah anak saudara lelaki Nabi Harun dan Nabi Musa. Menurut pendapat yang lain bukan; ia diutus oleh Allah kepada kaum yang tinggal di kota Ba’albak dan sekitarnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abi Hatim meriwAyatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: “Ilyas yang dimaksud dala Ayat ini adalah Idris.” Demikian juga yang dikatakan oleh adh-Dhahhak. Wahb bin Munabbih mengemukakan bahwa dia adalah Ilyas bin Nasi bin Fanhash bin al-‘Aizar bin Harun bin ‘Imran, yang diutus oleh Allah Ta’ala kepada bani Isra’il setelah Hizqil a.s. Mereka [bani Israil] telah menyembah satu patung yang diberi nama Ba’l.

Kemudian Ilyas mengajak mereka ke jalan Allah Ta’ala serta melarang mereka dari penyembahan terhadap selain-Nya. lalu raja mereka beriman kepadanyaa, tetapi setelah itu kembali murtad dan terus dalam kesesatan mereka. Dan tidak ada seorangpun yang beriman kepadanya.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menegaskan bahwa Ilyas adalah seorang rasul yang diutus Allah. Menurut ath-thabari, Ilyas adalah putra Yasin bin Finhas bin ‘Iyzar bin Nabi Harun saudara Nabi Musa. Masa kenabiannya setelah kenabian Nabi Sulaiman.

Ia diutus Allah kepada Bani Israil ketika kaumnya itu tidak lagi menyembah Allah, tetapi menyembah berhala. Raja-raja mereka juga mendukung agama berhala tersebut, bahkan membangun tempat-tempat khusus penyembelihan hewan untuk dipersembahkan kepada berhala tersebut.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Ilyâs termasuk orang yang Kami utus untuk memberi petunjuk kepada kaumnya.

Surah As-Saffat Ayat 124
إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ

Terjemahan: (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertakwa?

Tafsir Jalalain: إِذۡ (Ingatlah ketika) lafal Idz di sini dinashabkan oleh lafal Udzkur yang diperkirakan keberadaannya قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ (ia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kalian tidak bertakwa) kepada Allah?.

Tafsir Ibnu Katsir: إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ (“[ingatlah] ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa?’”) maksudnya, tidakkah kalian takut kepada Allah swt. dalam penyembahan kepada selain-Nya itu?

Tafsir Kemenag: Nabi Ilyas memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah, yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah inti ajaran para nabi sampai Nabi Muhammad. Bila mereka takwa mereka akan bahagia di dunia dan di akhirat, tetapi bila tetap kafir maka mereka akan ditimpa azab yang dahsyat dari Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Yaitu tatkala ia berkata kepada kaumnya yang selalu menyembah patung, “Apakah kalian ingin terus berada dalam kesesatan sehingga kalian tidak takut kepada Allah dengan menghindari siksa-Nya?

Surah As-Saffat Ayat 125
أَتَدۡعُونَ بَعۡلًا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ

Terjemahan: Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,

Tafsir Jalalain: أَتَدۡعُونَ بَعۡلًا (Patutkah kalian menyembah Ba’l) Ba’l adalah nama berhala yang terbuat dari emas, dan dengan nama berhala itu pula negeri mereka diberi nama, lalu dimudhafkan kepada lafal Bik, sehingga jadilah Ba’alabak. Maksud Ayat ini ialah mengapa kalian menyembahnya وَتَذَرُونَ (dan kalian tinggalkan) artinya kalian tidak menyembah أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ (sebaik-baik pencipta) yakni Allah; maksudnya mengapa kalian tidak menyembah Allah?.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 82; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: أَتَدۡعُونَ بَعۡلًا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ (“Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta?”) Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Qatadah dan as-Suddi berkata: “Kata ba’l itu berarti rabban [tuhan].” Sedangkan adh-Dhahhak mengatakan: “Ba’l adalah sebuah patung yang mereka sembah.”

Firman Allah: أَتَدۡعُونَ بَعۡلًا (“Patutkah kamu menyembah Ba’l?”) yakni, pantaskah kalian menyembah suatu patung? وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ

Tafsir Kemenag: Nabi Ilyas meminta mereka agar meninggalkan penyembahan patung yang mereka beri nama Ba’l. Menurut sebagian ulama Ba’l adalah nama patung orang-orang Funisia pada zaman sebelum masehi. Ada pula yang mengatakan bahwa Ba’l adalah nama patung yang disembah penduduk kota Ba’labak di barat Damaskus.

Nabi Ilyas mengecam mereka, mengapa mereka menyembah patung itu, karena patung itu tidak mencipta bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Yang patut dijadikan Tuhan dan disembah adalah yang mencipta bukan patung Ba’l yang tidak bisa berbuat apa-apa tersebut.

Tafsir Quraish Shihab: Pantaskah kalian menyembah patung yang bernama Ba’l dan tidak menyembah Allah yang telah menciptakan alam ini dengan baik?

Surah As-Saffat Ayat 126
ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Terjemahan: (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?”

Tafsir Jalalain: ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ (Yaitu Allah Rabb kalian dan Rabb bapak-bapak kalian yang terdahulu?”) kalau dibaca Allaahu Rabbukum Warabbu Aabaa-ikum, berarti sebelumnya diperkirakan adanya lafal Huwa. Kalau dibaca Allaaha Rabbakum warabba Aabaa-ikum berarti menjadi Badal dari lafal Ahsanal Khaaliqiina.

Tafsir Ibnu Katsir: ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ (“dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, yaitu Allah, Rabb-mu dan Rabb bapak-bapakmu yang terdahulu?”) yakni, hanya Dia semata yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Tafsir Kemenag: Nabi Ilyas menegaskan bahwa Tuhan yang Maha Pencipta itu adalah Allah. Allah-lah yang menciptakan mereka dan nenek moyang mereka. Karena itu Allah-lah Tuhan mereka yang sebenarnya dan juga Tuhan nenek moyang mereka, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak dan Nabi Yakub. Sebelum meninggal, Nabi Yakub telah menerima janji dari anak-anaknya bahwa mereka hanya akan mempertuhankan Allah, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an:

Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.” (al-Baqarah/2: 133)

Dengan penyembahan patung Ba’l itu berarti bahwa mereka telah melanggar ikrar nenek moyang mereka tersebut.

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah menciptakan kalian dan nenek moyang kalian. Maka Dialah yang patut disembah.”

Surah As-Saffat Ayat 127
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ

Terjemahan: Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

Tafsir Jalalain: فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ (Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret) ke dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ (“Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret [ke neraka].”) yakni diseret untuk diadzab pada hari perhitungan.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa kaum Nabi Ilyas menentang Nabi Ilyas. Mereka memandang Nabi Ilyas berbohong dengan dakwah yang disampaikannya. Oleh karena itu, mereka menolak untuk kembali kepada agama tauhid. Karena tetap memilih syirik dan tidak kembali ke agama tauhid itu, maka selama di dunia mereka dibiarkan, tetapi di akhirat nanti mereka akan diseret dengan paksa ke dalam neraka.

Mereka yang mengerjakan kebaikan dengan ikhlas dihindarkan dari neraka. Mereka disebut al-mukhlishin ‘orang yang ikhlas. Setelah keikhlasan mereka dalam beramal begitu kuatnya sehingga sudah menjadi sifatnya, maka Allah menyambut keikhlasan itu sehingga ia dijadikan-Nya sebagai orang yang telah diterima sepenuhnya keikhlasannya. Orang itu disebut al-mukhlashin ‘orang yang diikhlaskan-Nya. Dalam Al-Qur’an orang itulah yang tidak mempan digoda oleh setan sebagaimana diakui setan itu sendiri:

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 27-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (al-hijr/15: 39-40).

Tafsir Quraish Shihab: Lalu mereka mendustakanya. Mereka akan dihadirkan ke neraka pada hari kiamat, sebagai balasannya.

Surah As-Saffat Ayat 128
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Terjemahan: kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

Tafsir Jalalain: إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa) yaitu hamba-hamba Allah yang beriman, mereka diselamatkan dari neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (“Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan [dari dosa].”) yakni orang-orang yang mengesakan Allah di antara mereka. Dan yang demikian itu merupakan pengecualian yang betul-betul kuat.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa kaum Nabi Ilyas menentang Nabi Ilyas. Mereka memandang Nabi Ilyas berbohong dengan dakwah yang disampaikannya. Oleh karena itu, mereka menolak untuk kembali kepada agama tauhid. Karena tetap memilih syirik dan tidak kembali ke agama tauhid itu, maka selama di dunia mereka dibiarkan, tetapi di akhirat nanti mereka akan diseret dengan paksa ke dalam neraka.

Mereka yang mengerjakan kebaikan dengan ikhlas dihindarkan dari neraka. Mereka disebut al-mukhlishin ‘orang yang ikhlas. Setelah keikhlasan mereka dalam beramal begitu kuatnya sehingga sudah menjadi sifatnya, maka Allah menyambut keikhlasan itu sehingga ia dijadikan-Nya sebagai orang yang telah diterima sepenuhnya keikhlasannya. Orang itu disebut al-mukhlashin ‘orang yang diikhlaskan-Nya. Dalam Al-Qur’an orang itulah yang tidak mempan digoda oleh setan sebagaimana diakui setan itu sendiri:

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (al-hijr/15: 39-40).

Tafsir Quraish Shihab: Kecuali hamba-hamba Allah yang beriman dengan tulus. Mereka adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Surah As-Saffat Ayat 129
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى ٱلۡءَاخِرِينَ

Terjemahan: Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Tafsir Jalalain: وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى ٱلۡءَاخِرِينَ (Dan Kami abadikan untuk Ilyas di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى ٱلۡءَاخِرِينَ (“Dan Kami abadikan untuk Ilyas [pujian yang baik] di kalangan orang-orang yang datang kemudian.”) yaitu pujian dan sanjungan yang baik.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Ilyas atas perjuangannya yang tidak kenal lelah dalam menyampaikan dakwah kepada manusia. Kemuliaan itu sama dengan kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Harun, yaitu dikenangnya nama mereka sepanjang masa oleh umat beragama. Di antaranya adalah dipujinya nama mereka dalam Al-Qur’an yang lestari sampai akhir zaman.

Tafsir Quraish Shihab: Kami mengabadikan pujian yang baik untuk Ilyâs di kalangan orang-orang yang datang setelahnya.

Surah As-Saffat Ayat 130
سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ

Terjemahan: (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?”

Tafsir Jalalain: سَلَٰمٌ (Yaitu “Kesejahteraan) dari Kami عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ (dilimpahkan atas Ilyasin) yang dimaksud adalah Nabi Ilyas yang tadi, ia dinamakan demikian secara Taghlib, perihalnya sama dengan ucapan orang-orang Arab jika menamakan Muhallab dan kaumnya, mereka menamakannya Al-Muhallabuun. Dan menurut qiraat yang membacakannya menjadi Aali Yasiina dengan dipanjangkan harakat Hamzahnya, berarti keluarga Nabi Ilyas, dan makna yang dimaksud adalah Nabi Ilyas pula.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 3-4; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ (“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.”) sebagaimana Isma’il juga dipanggil dengan sebutan Isma’in, dimana sebutan tersebut merupakan bahasa Bani Asad. Sebagian bani Tamim menyebutkan dalam syair: “yaquulu rabbus suuqi lammaa jiinaa, Haadzaa wa rabbul baiti israa-iinaa (Pemelihara pasar berkata, ketika kami datang; inilah, dan peliharalah rumah Isra-ina.)

Nafi’ dan Ibnu ‘Amir membaca: سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ yaitu keluarga Muhammad saw. dan ulama lainnya membaca dengan lafadz: سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ

Tafsir Kemenag: Allah mengucapkan salam kepada Ilyasin (bentuk jamak Ilyas), yaitu Nabi Ilyas dan orang-orang yang menerima dan mendukung ajaran yang disampaikannya. Ucapan salam dari Allah adalah kepastian keselamatan dan kesejahteraan sepanjang masa dari Allah bagi Nabi Ilyas dan para pengikutnya di dunia dan di akhirat.

Imam Nafi’ membaca ?? ????? dengan ali Yasin. seperti ali Muhammad, sedangkan Imam Hafsh membacanya Ilyasin. Kemudian ahli tafsir berbeda pendapat apakah ?? ????? maksudnya Ilyas atau keluarga Yasin.. Namun demikian, kebanyakan ulama berpendapat bahwa maksudnya adalah keluarga atau pengikutnya.

Tafsir Quraish Shihab: Salam sejahtera untuk Ilyâsîn, Ilyâs dan keluarganya.

Surah As-Saffat Ayat 131
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Jalalain: إِنَّا كَذَٰلِكَ (Sesungguhnya demikianlah) sebagaimana Kami memberikan balasan pahala kepadanya نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ (Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ (“Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”) penafsiran Ayat ini telah diuraikan di atas.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menegaskan bahwa kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Ilyas itu adalah karena kebajikan yang telah ia perbuat. Ia telah berjuang menegakkan agama tauhid dan meluruskan kembali jalan kehidupan yang ditempuh kaumnya, Bani Israil. Ia telah berdakwah dengan penuh pengorbanan secara tulus ikhlas. Kepentingannya bukan untuk dirinya, tetapi bagaimana supaya umatnya beriman dan berbuat baik dalam hidup mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya seperti balasan yang Kami berikan kepada keluarga Ilyâs itu, Kami akan memberi balasan kepada setiap orang yang berbuat baik.

Surah As-Saffat Ayat 132
إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Tafsir Jalalain: إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.).

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.) penafsiran Ayat ini telah diuraikan di atas.

Tafsir Kemenag: Allah memuji Nabi Ilyas karena termasuk salah satu hamba-Nya yang beriman. Ia seorang yang benar-benar beriman sehingga ia mengabdikan diri untuk-Nya. Karena keimanannya, Nabi Ilyas bisa memberikan pengorbanan yang besar bagi kebaikan umatnya. Iman memang perlu dibuktikan dengan perbuatan baik, dan Nabi Ilyas telah membuktikannya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesunguhnya Ilyâs termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Saffat Ayat 123-132 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S