Surah Hud Ayat 15-16; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 15-16

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 15-16 ini menjelaskan tentang salah satu akar terpenting dari penentangan terhadap Rasulullah, yaitu masalah duniawi. Kedua ayat ini mengatakan bahwa mereka mengejar kehidupan duniawiah dan ingin melakukan segala hal untuk mencari kelezatan hidup di dunia. Untuk itulah, mereka tidak mau mematuhi aturan-aturan Ilahi,

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 15-16

Surah Hud Ayat 15
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Terjemahan: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Tafsir Jalalain: مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا (Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya) seumpamanya ia tetap bersikeras dalam kemusyrikannya. Menurut suatu pendapat ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang berbuat ria atau pamer

نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ (niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaannya dengan sempurna) pembalasan dari amal baik yang telah dikerjakannya, seperti sedekah dan bersilaturahmi

فِيهَا (di dunia) umpamanya Kami meluaskan lapangan rezeki mereka وَهُمْ فِيهَا (dan mereka di dalamnya) yakni di dunia لَا يُبْخَسُونَ (tidak dirugikan) artinya tidak akan dikurangi sedikit pun balasannya.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 40; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Barangsiapa yang mencari kehidupan dunia, kesenangan dan perhiasannya, Kami akan memberikan hasil usaha mereka sepenuhnya, tanpa dikurangi sedikit pun.

Surah Hud Ayat 16
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ (Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah) dileburlah مَا صَنَعُوا (apa yang telah mereka usahakan) itu فِيهَا (di akhirat nanti) sehingga mereka tidak mempunyai pahala lagi وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.)

Tafsir Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang membatasi diri dengan hanya memikirkan kepentingan dunia. Karenanya, di akhirat kelak mereka tidak akan mendapatkan apa-apa selain siksa api neraka.

Sungguh, apa yang mereka lakukan di dunia tidak akan mendatangkan manfaat karena, di samping di akhirat nanti mereka tidak mendapatkan bagian apa-apa, juga karena perbuatan mereka itu sendiri pada hakikatnya tidak berguna. Sebab, perbuatan yang tidak memberikan kebahagiaan abadi sebenarnya sama saja dengan tidak pernah ada.

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Asbabun Nuzul

Tafsir Ibnu Katsir: Berkenaan dua ayat di atas, Al-Aufi menceritakan dari Ibnu Abbas mengenai ayat ini, bahwa orang-orang suka berbuat riya (pamer), akan didatangkan kepada mereka kebaikan mereka di dunia. Dan dengan demikian itu mereka tidak dizhalimi sedikit pun.

Allah berfirman: “Barangsiapa berbuat amal shalih dengan tujuan untuk kepentingan dunia, baik itu berupa puasa, shalat atau tahajjud pada malam hari, tidak ia kerjakan kecuali (hanya) untuk memperoleh keduniaan.”

Lebih lanjut Allah Ta’ala berfirman, “Yakni orang yang mengejar balasan di dunia sehingga amal yang dikerjakannya itu sia-sia karena tersingkirkan oleh pengejaran hal-hal yang bersifat duniawi, maka di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.”

Demikian itulah yang diriwayatkan dari Mujahid, adh-Dhahhak beberapa ulama lainnya. Sedangkan Anas bin Malik dan al-Hasan berkata: “Ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani.”

Qatadah mengemukakan: “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan, niat dan kejarannya, maka Allah akan memberi balasan dunia atas kebaikannya yang telah ia lakukan, sehingga ketika menuju alam akhirat kelak, tidak ada lagi kebaikan baginya yang dapat diberikan sebagai balasan. Sedangkan orang mukmin, maka ia akan diberikan balasan di dunia atas kebaikan yang telah dilakukannya dan diberikan pula pahala atasnya kelak di alam akhirat.” (Hal yang senada pun telah disebutkan dalam sebuah hadits marfu’).

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 103-105; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Dalam surat yang lain, Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya. Dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada bagiannya suatu bagian pun di akhirat (kelak).” (QS. Asy-Syuura: 20)

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 15-16 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S