Surah Hud Ayat 5; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 5

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 5 ini menyinggung perbuatan orang-orang Munafik. Ayat ini menceritakan bagaimana gerak-gerik mereka untuk menutup-nutupi jati diri mereka yang sesungguhnya penuh dendam kepada kaum Mukminin. Secara lahiriah, mereka menampakkan diri sebagai orang baik dan penuh persahabatan terhadap kaum orang-orang mukmin.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 5

أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Terjemahan: Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Tafsir Jalalain: Ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a. diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang merasa malu untuk membuang air besar atau merasa malu berjimak karena kemaluan mereka terlihat dari atas langit.

Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan perihal orang-orang munafik

أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ (Ingatlah sesungguhnya orang-orang munafik itu memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripada-Nya) daripada Allah أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ (Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain) menutupi dirinya dengan kain

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 122; Seri Tadabbur Al Qur'an

يَعْلَمُ (Allah mengetahui) Maha Tinggi Allah مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan) sehingga sembunyi mereka tidak ada gunanya lagi إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati) artinya Dia mengetahui semua apa yang ada di dalam hati.

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abbas berkata: “Mereka tidak suka menghdapkan kemaluannya ke langit ketika mereka berhubungan badan. Maka Allah menurunkan ayat ini.”

Imam al-Bukhari dan imam yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, يَسْتَغْشُونَ (pada waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain) yakni mereka menutupi kepala mereka. Dalam riwayat lain, ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas mengemukakan: “Yang dimaksud dengan hal itu adalah keraguan terhadap Allah dan juga berbuat keburukan.”

Hal yang sama juga diriwayatkan dari Mujahid, al-Hasan dan lain-lain. Dengan kata lain, mereka memalingkan dada mereka, jika mengatakan atau mengerjakan sesuatu. Dengan melakukan hal demikian, mereka menduga bahwa mereka dapat menyembunyikan diri dari Allah.

Maka Allah memberitahu mereka bahwa ketika mereka menyelimuti diri pada saat tidur dan pada malam hari yang gelap gulita, يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ (Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan) berupa ucapan.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 172-174; Seri Tadabbur Al-Qur'an

وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (dan apa yang merkea tampakkan. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui segala isi hati) maksudnya, Allah mengetahui niat, hati nurani dan berbagai macam rahasia yang mereka sembunyikan dalam dada mereka.

Betapa bagusnya apa yang dikatakan Zuhair bin Abi Salma dalam mu’allaqatnya yang sangat terkenal: “Janganlah sekali-kali engkau menyembunyikan isi hatimu dari Allah, supaya tersembunyi. Dan bagaimanapun disembunyikan, Allah pasti mengetahuinya. Siksa itu ditangguhkan, lalu dicatat di dalam kitab dan disimpan untuk hari perhitungan, atau siksa itu disegerakan, lalu ditimpakan kepada pelakunya.”

Penyair masa Jahiliyyah ini telah mengetahui akan adanya Pencipta dan ilmu-Nya akan hal-hal yang paling kecil sekalipun, hari kebangkitan, pembalasan dan penulisan segala amal perbuatan di dalam buku catatan untuk selanjutnya dibuka pada hari kiamat kelak.

‘Abdullah bin Syaddad mengemukakan: “Salah seorang dari mereka jika berjalan melewati Rasulullah saw., maka ia akan memalingkan dadanya dan menutupi kepalanya, sehingga Allah menurunkan ayat tersebut.”

Pengembalian dlamir [kata ganti] dalam ayat tersebut kepada Allah Ta’ala adalah lebih tepat. Hal itu didasarkan pada firman-Nya: أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (Ingatlah, pada waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan.”

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 6; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Ibnu Abbas membaca ayat tersebut dengan bacaan,” allaa innaHum tasnuunii shuduuruHum [ketahuilah, mereka memalingkan dada mereka dariku.”]

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya manusia mencoba menutupi dada untuk menyembunyikan apa yang terdetik di hati mereka. Mereka berusaha keras menyembunyikannya dan menyangka bahwa Allah tidak mengetahui apa yang terlintas dalam benak mereka.

Maka ketahuilah, kalaupun mereka beranjak ke tempat tidur dengan berselimut di gelap malam sambil menutup-nutupi apa yang ada di dalam hati, Allah Maha Mengetahui semua yang mereka lakukan, baik yang dirahasiakan maupun yang terang-terangan. Allah Mahatahu apa yang terdetik di dalam hati dan apa yang sengaja disembunyikan.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 5 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S