Surah Ibrahim Ayat 13-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ibrahim Ayat 13-17

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ibrahim Ayat 13-17 ini, bahwa salah satu janji pasti dari Tuhan adalah menghancurkan orang-orang zalim dan mendirikan pemerintahan orang-orang saleh. Pemerintahan tersebut akan terwujud pada akhir zaman dengan datangnya Imam Mahdi af dari silsilah keturunan Rasulullah Saw.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Seorang mukmin selamanya tidak pernah putus asa dan senantiasa menanti kondisi yang lebih baik, hancurnya kezaliman dan berdirinya pemerintahan dunia yang adil. azab hari kebangkitan sangat berat bagi penghuni neraka, sampai mereka melihat kematian di depannya. Namun tiada kematian pada hari kiamat dan di sana azab tiada akhirnya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 13-17

Surah Ibrahim Ayat 13
قوَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

Terjemahan: Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

Tafsir Jalalain: وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ (Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kalian dari negeri kami atau kalian kembali) menjadi pemeluk

فِي مِلَّتِنَا (kepada tuntunan kami.”) yakni agama kami. فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ (Maka Rabb mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang lalim itu.”) yakni orang-orang kafir itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang ancaman orang-orang kafir terhadap para Rasul dengan mengusir mereka dari negeri mereka dan menjauhkan mereka dari masyarakat mereka, seperti ancaman kaum Syu’aib kepada Nabi Syu’aib dan orang-orang yang beriman kepadanya.

Di antara yang dilakukan Allah Ta’ala adalah memenangkan dan menolong Rasul-Nya dan menjadikan baginya banyak penolong dan pendukung karena terusir dari Makkah sehingga akhirnya dapat menundukkan Makkah yang dulu (musuh-musuhnya) pemah mengusirnya keluar dari kota ini, kemudian menguasainya dan memaksa musuh-musuh mereka dari seluruh dunia untuk tunduk kepadanya.

Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman: فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ (Maka Rabb mereka mewahyukan kepada mereka bahwa Kami pasti akan menghancurkan orang-orang yang dhalim).

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang kafir pemegang keputusan yang sombong beralih kepada kekuatan fisik setelah mereka tidak bisa melawan para rasul dengan dalil, dan mengatakan kepada mereka,

“Pilih salah satu: kalian kami usir dari tanah kami, atau kalian masuk agama kami!” Kemudian Allah berfirman kepada para rasul itu dengan mengatakan, “Kami benar-benar akan menghancurkan orang-orang kafir karena kezaliman mereka.

Baca Juga:  Surah Ar-Rahman Ayat 31-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Ibrahim Ayat 14
وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

Terjemahan: “dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”.

Tafsir Jalalain: وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ (“Dan Kami pasti akan menempatkan kalian di negeri-negeri itu) di negeri tempat mereka tinggal مِنْ بَعْدِهِمْ (sesudah mereka) dibinasakan. ذَٰلِكَ (Yang demikian itu) yakni pertolongan dan mewariskan negeri itu

لِمَنْ خَافَ مَقَامِي (adalah untuk orang-orang yang takut akan menghadap kepada-Ku) pada hari ia menghadap kepada-Nya وَخَافَ وَعِيدِ (dan yang takut kepada ancaman-Ku.”) takut kepada azab-Ku.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ (Kami pasti akan menghancurkan orang-orang yang dhalim, dan menempatkanmu di negeri-negeri itu sesudah mereka).

Dan firman-Nya: ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ (“Yang demikian itu [adalah untuk] orang yang takut [akan menghadapi] kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.”) maksudnya, ini bagi orang yang takut [akan menghadap] kehadirat-Ku pada hari kiamat dan takut kepada ancaman-Ku yaitu siksa dan adzab-Ku.

Seperti juga firman Allah: “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga.” (ar-Rahmaan: 46)

Tafsir Quraish Shihab: Sungguh Kami akan menempatkan kalian di tanah mereka setelah mereka hancur.” Pemilihan kawasan itu menjadi tempat tinggal orang-orang Mukmin adalah suatu hak bagi orang yang takut kepada tempat perhitungan-Ku dan takut kepada ancaman azab-Ku. Karena, barangsiapa yang dipenuhi oleh rasa takut, akan selalu taat.

Surah Ibrahim Ayat 15
وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

Terjemahan: “Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala”.

Tafsir Jalalain: وَاسْتَفْتَحُوا (Dan mereka memohon kemenangan) para rasul itu memohon pertolongan Allah di dalam menghadapi kaumnya وَخَابَ (dan merugilah) binasalah كُلُّ جَبَّارٍ (setiap orang yang berlaku sewenang-wenang) setiap orang yang takabur tidak mau taat kepada Allah عَنِيدٍ (lagi keras kepala) artinya tidak mau tunduk kepada perkara yang hak.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَاسْتَفْتَحُوا (“Dan mereka memohon kemenangan [atas musuh-musuh mereka].”) maksudnya para Rasul itu memohon kemenangan atas kaum mereka seperti seperti dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah.

Sedang Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa umat-umat memohon kemenangan atas diri mereka. Tetapi, bisa pula yang dimaksud adalah keduanya, sebagaimana mereka mengharapkan kemenangan atas mereka pada perang Badar dan Rasulullah juga memohon kemenangan dan pertolongan.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 32-34; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ (“Dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,”) maksudnya, orang yang dirinya sombong, keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Ia binasa dan rugi tatkala para Nabi memohon dengan sungguh-sungguh kepada Rabb yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Tafsir Quraish Shihab: Setelah tidak ada lagi harapan agar kaum mereka beriman, para rasul itu kemudian meminta kemenangan kepada Allah atas kaum mereka dan atas orang-orang kafir. Allah pun memberikannya, dan mereka menjadi beruntung. Sedang orang yang sombong dan sangat keras kepala terhadap ketatan kepada Allah akan merugi.

Surah Ibrahim Ayat 16
مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ

Terjemahan: “di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah”,

Tafsir Jalalain: مِنْ وَرَائِهِ (Di hadapannya) di depannya جَهَنَّمُ (ada Jahanam) yang akan dimasukinya وَيُسْقَىٰ (dan dia akan diberi minum) di dalam Jahanam itu مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ (dengan air nanah) yaitu cairan yang meleleh dari perut ahli neraka bercampur dengan nanah dan darah.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ (“Di hadapannya ada jahanam”) waraa-i di sini artinya adalah di depan. Jadi maksudnya, di depan orang yang sombong dan keras kepala itu terdapat jahannam yang menunggu kedatangan mereka untuk tinggal di sana selama-lamanya dan kepadanya dinampakkan Jahannam itu pada waktu pagi dan sore sampai
Kiamat.

وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ (“Dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,”) maksudnya, di Jahannam itu mereka tidak mendapat minuman selain dari air yang sangat panas dan air yang sangat dingin, sedangkan air nanah ini sangat dingin dan amat busuk baunya.

Tafsir Quraish Shihab: Di dunia ia mendapatkan kekalahan, dan di akhirat kelak akan mendapatkan siksa di neraka Jahanam. Di sana ia akan diberi minum dengan air yang menjijikkan: air mirip nanah yang mengalir dari tubuh penghuni neraka.

Surah Ibrahim Ayat 17
يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

Terjemahan: “diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat”.

Tafsir Jalalain: يَتَجَرَّعُهُ (Diminumnya air nanah itu) diteguknya air nanah itu seteguk demi seteguk karena rasanya teramat pahit وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ (dan hampir dia tidak dapat menelannya) ia merasa amat jijik mengingat baunya yang sangat busuk dan rupanya yang sangat menjijikkan.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 103-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ (dan datanglah bahaya maut kepadanya) hal-hal yang menyebabkan kematian, berupa berbagai macam azab مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ (dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya) sesudah mengalami azab tersebut عَذَابٌ غَلِيظٌ (masih ada siksaan yang berat) siksaan yang keras lagi terus-menerus.

Tafsir Ibnu Katsir: يَتَجَرَّعُهُ (“diminumnya air nanah itu”) artinya meminumnya dengan terpaksa, begitu sampai di mulutnya Malaikat memukulnya dengan palu besi; وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ (“Dan hampir dia tidak dapat menelannya”) karena tidak enak rasa, warna dan baunya, disamping sangat panas atau sangat dingin yang tidak kuat menahannya.

Oleh karena itu Allah berfirman: وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ (“Dan datanglah [bahaya] maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati.”)

Firman-Nya: وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ (“Dan di hadapannya masih ada adzab yang berat.”) maksudnya sesudah keadaan seperti itu, masiha ada siksa lain yang menyakitkan, lebih berat, lebih keras, dan lebih pahit.

Dan juga ayat-ayat lain yang menunjukkan berbagai macam adzab, ditimpakan kepada mereka dengan berulang kali, bermacam-macam jenis bentuknya, yang hanya dapat dihitung oleh Allah saja, hal itu sebagai balasan yang setimpal atas perbuatan mereka di dunia ini.

Tafsir Quraish Shihab: Ia meminumnya dengan susah payah. Seolah-olah ia meneguknya seteguk demi seteguk, tapi tidak juga bisa menelannya, karena wujudnya yang sangat kotor dan menjijikkan.

Penghuni neraka itu disiksa dengan siksaan teramat berat yang semestinya membuat ia mati dan bebas dari penderitaan. Tetapi kenyataannya ia tetap hidup untuk menerima siksa yang lebih dahsyat.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ibrahim Ayat 13-17 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S