Surah Yusuf Ayat 15; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 15

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 15 ini menceritakan bahwa pada akhirnya saudara-saudara Yusuf berhasil memisahkan Yusuf dari ayah mereka, lalu segera membawa Yusuf ke padang pasir, dan sebagaimana yang sebelumnya telah disekapati, mereka akan memasukkan Yusuf ke dalam sumur.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi, mereka bukannya melemparkan Yusuf ke dalam air sumur, mereka justru meletakkannya pada satu cekungan yang menjorok ke dalam dinding sumur. Pada cekungan sumur itulah, Yusuf dapat duduk dan mengambil air sumur, sehingga tidak kehausan, selain aman dari gangguan hewan-hewan buas, juga aman dari panas terik matahari padang pasir.

Pada saat itulah, Allah Swt memberikan ilham kepada Yusuf, yang masih remaja dan merasa ketakutan karena kesendiriannya dan berada dalam kegelapan, dengan ilham yang mendatangkan rasa tenang ke dalam hati Yusuf, bahwa Allah akan menyelamatkannya dan suatu saat ia akan berhadap-hadapan lagi dengan saudara-saudaranya dan akan memberitakan perbuatan jahat mereka itu.

Setelah memperoleh ilham seperti itu, maka hati Nabi Yusuf pun merasa tenang dan tidak lagi merasa takut. Tinggal beliau menanti kedatangan para pedagang atau musafir yang lewat untuk mengambil air dari sumur tersebut.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 15

فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Terjemahan: Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi”.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 19-20; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا (Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat) telah bertekad bulat أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ (untuk memasukkannya ke dalam sumur) jawab dari lafal lammaa tidak disebutkan, yaitu maka mereka melakukan niatnya itu.

Untuk itu mereka melepas baju Nabi Yusuf setelah terlebih dahulu dipukuli dan dicaci maki, kemudian mereka mengulurkan tali timba ke dalam sumur tersebut sedangkan Nabi Yusuf diikatkan padanya. Ketika tali timba mencapai setengah kedalaman sumur, lalu mereka melepaskannya, supaya Nabi Yusuf jatuh ke bawah lalu mati.

Akan tetapi Nabi Yusuf jatuh di air, kemudian ia duduk di atas batu besar yang ada dalam sumur itu. Lalu saudara-saudaranya menyerunya, dan Nabi Yusuf menjawab seruan mereka; akan tetapi mereka menganggap bahwa Nabi Yusuf meminta pertolongan kepada mereka. Mereka bermaksud untuk menimpakan batu besar kepadanya, akan tetapi mereka dicegah oleh Yahudza.

وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ (Dan Kami wahyukan kepadanya) sewaktu ia berada di dalam sumur. Nabi Yusuf hidup di dalam sumur selama tujuh belas tahun atau kurang daripadanya. Allah memberikan wahyu kepadanya sebagai penenang hatinya

لَتُنَبِّئَنَّهُمْ (“Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka) sesudah peristiwa ini بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا (tentang perbuatan mereka ini) tentang perlakuan mereka ini وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (sedangkan mereka tiada ingat lagi.”) terhadap dirimu sewaktu kamu bercerita kepada mereka.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 25-29; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman ketika Yusuf telah dibawa pergi oleh saudara-saudaranya dari ayahnya setelah minta izin kepadanya: وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ (Dan mereka sepakat untuk membuangnya ke dasar sumur).

Hal ini menjadikan besarnya dosa perbuatan mereka karena mereka semua sepakat untuk melemparkan Yusuf ke dasar sumur, sedang mereka mengambil Yusuf dari ayahnya dengan cara menampakkan rasa hormat yang dapat melegakan dan menyenangkan hati sang ayah serta menggembirakannya. Disebutkan bahwa Ya’qub as, ketika melepas Yusuf bersama saudara-saudaranya, ia memeluk, mencium dan mendoakannya.

Firman Allah: وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (Kami wahyukan kepada Yusuf: Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi). Allah Ta’ala menyebutkan kelembutan, rahmat dan kemudahan yang diberikan kepadanya pada waktu kesulitan.

Allah memberi wahyu kepada Yusuf pada saat saat sulit seperti itu untuk menguatkan hati dan menghiburnya, bahwa kamu tidak perlu susah menghadapi masalah ini, karena kamu akan terlepas bebas darinya dengan baik dan Allah akan menolong dan mengangkat derajatmu di atas mereka, kemudian kamu akan menceritakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat itu terhadap dirimu; وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (Sedang mereka tidak ingat lagi).

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 102-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Mujahid dan Qatadah mengatakan: وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (Sedang mereka tidak ingat lagi) bahwa Allah memberi wahyu kepada Yusuf.” Ibnu Abbas berkata: “Kamu akan memberitahukan mereka apa yang telah mereka perbuat terhadapmu itu, sedang mereka tidak mengenalmu dan tidak mengetahuimu.”

Tafsir Quraish Shihab: Ketika mereka telah pergi jauh dari ayahnya dan sepakat untuk menceburkan Yusuf ke dalam sumur, mereka segera melaksanakan keinginannya.

Yusuf Kami berikan wahyu berupa ketenangan dan keyakinan pada Allah. Juga Kami wahyukan bahwa Allah akan membuka mereka siasat yang mereka rencanakan dan mereka laksanakan.

Mereka tidak ingat lagi ketika ia beritahukan mereka bahwa dirinya adalah Yusuf, orang yang menjadi sasaran persengkokolan mereka. Mereka mengira telah menghilangkan jejaknya dan merasa terlepas dari Yusuf.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 15 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S