Surah Yusuf Ayat 24; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 24

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 24 ini menyebutkan bahwa jika Yusuf tidak memiliki perhatian terhadap Tuhannya dan tidak mengharapkan pertolongan Allah, maka Yusuf pun pasti akan terseret oleh hawa nafsunya dan terjerumus ke dalam perbuatan maksiat dengan perempuan itu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi cahaya iman yang bersinar terang di hati Yusuf, adalah sebaik-baik penerang dan petunjuk yang mencegahnya dari perbuatan hina, dan berkat iman itu pula, ia tidak membiarkan dirinya menyerah kepada keinginan tuannya.

Padahal, jika mau, maka Yusuf dapat saja memenuhi permintaan tuannya itu, dan dapat membela dirinya dengan alasan yang tampak logis, yaitu bahwa perbuatan jahat ini terjadi bukan atas kehendakku, dan aku hanyalah seorang budak yang terpaksa menuruti perintah tuanku.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ (Sesungguhnya wanita itu telah mempunyai maksud terhadap Yusuf) artinya dia telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 78-79; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَهَمَّ بِهَا (dan Yusuf pun bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai keinginan yang sama لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya)

Menurut Ibnu Abbas r.a. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Yakub atau ayahnya tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jarinya. Jawab dari lafal لَوْلَا ialah lajaama’ahaa; artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya.

كَذَٰلِكَ (Demikianlah) Kami perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ (agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran) perbuatan khianat وَالْفَحْشَاءَ (dan kekejian) perbuatan zina.

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan. Menurut suatu qiraat dibaca mukhlishiin dengan dikasrahkan huruf lam-nya; artinya sama dengan lafal al-mukhtaariina atau orang-orang yang terpilih.

Tafsir Ibnu Katsir: Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair dan sekelompok ulama salaf tentang hal ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan yang lain-lainnya, wallahu a’lam.

Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan keinginan Yusuf terhadap wanita itu adalah apa yang terbersit dalam hatinya seperti yang diriwayatkan oleh al-Baghawi dari sebagian peneliti, lalu ia menyampaikan hadits dari Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Hamam, dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

Baca Juga:  Surah At Tin; Asbabun Nuzul, Terjemahan dan Tafsir

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Bila hamba-Ku berniat untuk berbuat baik, maka tulislah satu kebaikan baginya. Dan bila (kebaikan itu) dilakukannya, maka tulislah baginya sepuluh kebaikan. Bila ia bemiat untuk berbuat jahat tetapi tidak dilakukannya, maka tulislah satu kebaikan baginya, karena ia meninggalkannya (perbuatan jahat itu) karena Aku, dan bila ia melakukannya (kejahatan maka tulislah baginya satu kejahatan.’” (Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka).

Ada yang mengatakan: “Yusuf mau memukulnya.” Ada lagi yang mengatakan: “Yusuf mengharapkannya (kelak dikemudian hari-Ed.) sebagai istri.

Adapun tanda dari Rabb yang dilihatnya, terdapat beberapa pendapat. Ibnu jarir mengatakan: “Yang benar, bahwa Yusuf melihat tanda dari Allah yang mencegahnya untuk berbuat apa yang diinginkannya, bisa saja dalam bentuk Ya’qub, atau bentuk Malaikat atau tulisan yang melarang keinginannya. Tidak ada argumentasi pasti yang dapat menentukan bentuk dari tanda Allah yang dilihatnya.

Jadi, yang benar adalah pertanda itu tetap mutlak sebagaimana firman Allah Ta’ala: كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ (Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian). Maksudnya, sebagaimana Kami memperlihatkan kepadanya tanda yang memalingkannya situasi yang dihadapinya, demikian pula Allah menjauhkannya dari perbuatan jahat dan keji dalam segala urusannya.

Baca Juga:  Metode Ulama Memahami Dalil yang Bertentangan dalam Al Quran

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih). Maksudnya, termasuk dari hamba-hamba pilihan suci bersih, semoga shalawat dan salam-Nya dilimpahkan kepadanya.

Tafsir Quraish Shihab: Wanita itu telah bermaksud melakukan perbuatan itu dengan Yusuf. Yusuf pun demikian juga, andaikata ia tidak melihat sinar cahaya Allah yang benar.

Akhirnya Yusuf tidak mengikuti kecenderungan dan hawa nafsunya dan terhindar dari maksiat, perbuatan khianat serta tetap dalam kesuciannya.

Demikianlah kami buat Yusuf tegar dalam kesuciannya agar ia Kami palingkan dari kejahatan khianat dan zina. Sesungguhnya Yûsuf termasuk dalam hamba-hamba Allah yang ikhlas dalam sikap beragama mereka kepada-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 24 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S