Surah Yusuf Ayat 65-66; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 65-66

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 65-66 ini menceritakan bahwa ketika saudara-saudara Yusuf kembali ke rumah dan melihat uang mereka ada di dalam karung-karung gandum, mereka tidak mengaitkan pengembalian uang itu kepada Yusuf, tapi mereka mengatakan dalam bentuk kalimat pasif, bahwa uang mereka telah dikembalikan dan mereka menganggapnya sebagai nasib baik dan keberuntungan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selanjutnya, Nabi Ya’qub as meminta kepada anak-anaknya agar berjanji atas nama Allah, dan bersumpah bahwa mereka akan menjaga keselamatan Benyamin dan akan mengembalikannya ke rumah dalam keadaan baik dan selamat; kecuali bila terjadi peristiwa yang menimpa semuanya.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 65-66

Surah Yusuf Ayat 65
وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي ۖ هَٰذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ

Terjemahan: Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: “Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)”.

Tafsir Jalalain: وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي (Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang penukaran mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan) huruf maa di sini merupakan kata tanya, artinya apalagi yang kita cari lebih dari penghormatan yang telah diberikan oleh sang raja?

Menurut qiraat lafal nabghii dibaca tabghii sebagai khithab atau pembicaraan yang ditujukan kepada Nabi Yakub. Karena mereka menceritakan kepadanya tentang penghormatan sang raja terhadap mereka.

هَٰذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا (Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami) artinya kami dapat membawa perbekalan makanan buat mereka

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 73-76; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ (dan kami akan menjaga saudara kami dan kami akan mendapat tambahan sukatan seberat beban seekor unta) untuk saudara kami Bunyamin. ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ (Itulah sukatan yang mudah.”) bagi raja Mesir, karena ia orangnya sangat dermawan.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala memberitakan; Setelah saudara-saudara Yusuf as. membuka barang-barang mereka, mereka mendapatkan barang-barang penukaran mereka dikembalikan kepada mereka, yaitu seperti yang diperintahkan Yusuf kepada bujang-bujangnya agar meletakkan barang-barang penukaran itu dalam karung mereka secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka.

Setelah mereka melihat barang-barang itu, mereka berkata: قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي (Wahai ayah kami, apa yang kita cari) apa yang kita inginkan; هَٰذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا (Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita)

Sebagaimana dikatakan oleh Qatadah: “Apa lagi yang kita inginkan setelah ini, barang-barang kita dikembalikan lagi kepada kita, dan ia telah memenuhi sukatan kita.”

وَنَمِيرُ أَهْلَنَا (Dan akan dapat memberi makan keluarga kita) maksudnya, bila ayah membiarkan saudara kami untuk pergi bersama kami, kami akan kembali membawa makanan untuk keluarga kita;

وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ (Dan kami akan menjaga saudara kami dan mendapat tambahan jatah sukatan seberat beban seekor unta) karena Yusuf as. memberikan seberat beban seekor unta kepada setiap satu orang.

ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ (Itu adalah jatah sukatan yang mudah) kalimat ini sebagai pelengkap kalimat dan pemanis kata. Maksudnya, ini adalah hal yang mudah atau sederhana sebagai imbalan karena membawa saudaranya yang akan mendapat bagian seperti itu.

Tafsir Quraish Shihab: Saudara-saudara Yusuf tidak tahu bahwa Yusuf meletakkan harta mereka dalam tas-tas mereka. Maka, ketika mereka membukanya, mereka mendapatkan harta tersebut, lantas mereka tahu betapa mulia yang diperbuat oleh Yusuf terhadap mereka.

Hal itu oleh mereka dijadikan alasan untuk lebih menenangkan hati ayahnya serta meyakinkannya untuk mengabulkan permintaan raja Mesir. Mereka memaksa ayahnya untuk mengabulkan permintaan itu. Mereka juga mengatakan bahwa antara saudara mereka dengan mereka sendiri diikat dengan hubungan yang kuat yaitu saudara satu ayah.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 46-49; Seri Tadabbur Al Qur'an

Mereka berkata, “Wahai ayah kami, adakah yang ayah inginkan itu lebih baik dari apa yang sudah dan akan terjadi? Lihatlah, ini harta kami dikembalikan tanpa ada sedikit pun yang diambil. Oleh karena itu, izinkanlah kami pergi bersama Benyamin untuk mendapatkan bingkisan bagi keluarga kita.

Kami akan menjaganya. Dan bingkisan itu akan bertambah jika dibawa oleh unta milik saudara kami, karena sesungguhnya sang raja telah menetapkan untuk memberi setiap orang bahan makanan seberat beban unta.

Surah Yusuf Ayat 66
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

Terjemahan: Ya’qub berkata: “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya’qub berkata: “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)”.

Tafsir Jalalain: قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا (Yakub berkata, “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya pergi bersama kalian sebelum kalian memberikan kepadaku janji yang teguh) sumpah مِنَ اللَّهِ (atas nama Allah) seumpamanya kalian bersumpah

لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ (bahwa kalian pasti akan membawanya kepadaku kembali kecuali jika kalian dikepung musuh.”) seumpamanya kalian semuanya mati, atau kalian dikalahkan oleh musuh sehingga kalian tidak mampu membawa Bunyamin kembali kepadaku. Lalu mereka menyetujui hal tersebut.

فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ (Tatkala mereka memberikan janji mereka) mengikrarkan hal tersebut قَالَ اللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ (maka Yakub berkata, “Allah terhadap apa yang kita ucapkan) ini, yaitu saya dan kalian وَكِيلٌ (adalah menjadi saksi.”) menyaksikannya kemudian Nabi Yakub memberikan izin kepada mereka untuk membawa serta Bunyamin.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ (Ya’qub berkata: ‘Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya pergi bersama-sama kalian, sebelum kalian memberikan janji yang teguh dengan nama Allah kepadaku.’) maksudnya, bersumpah dengan sumpah yang kuat;

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 24; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ (Bahwa kalian akan membawanya kembali kepadaku, kecuali bila kahan dikepung musuh) kecuali bila kalian semua dikalahkan musuh dan tidak dapat menyelamatkannya.

فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ (Setelah mereka memberikan janji mereka) Ya’qub memperkuat kata-kata mereka seraya berkata: اللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ (Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan ini)

Ibnu Ishaq berkata: “Ia berbuat demikian karena ia terpaksa, mengirim mereka untuk mendapatkan makanan yang sangat mereka butuhkan dan terpaksa melepas kepergian Bunyamin bersama mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Usaha anak-anak Ya’qub berhasil dalam meyakinkannya. Ya’qub menjadi lunak dari sikap semula yang melarang anaknya untuk pergi bersama saudara-saudaranya ke Mesir. Meskipun demikian hatinya masih belum tenang sepenuhnya, maka ia pun berkata kepada anak-anaknya;

“Ia tidak akan aku kirim bersama kalian sebelum kalian memberikan jaminan yang cukup kuat. Bersumpahlah kalian atas nama Allah, bahwa kalian akan membawanya kembali kepadaku. Jangan ada yang menghalangi kalian untuk mengembalikannya kepadaku kecuali jika kalian meninggal atau terkepung oleh musuh yang lebih kuat dari kalian untuk mempertahankan saudara kalian itu.”

Mereka menerima syarat yang diajukan sang ayah. Mereka lalu berjanji, dan pada saat itu Ya’qub memohon kepada Allah atas kesaksian janji mereka dengan berkata, “Sesungguhnya Allah melihat dan mengawasi apa yang sedang berlangsung di antara kita.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 65-66 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S