Tata Cara Sholat Idul Fitri Berjamaah dan Sendiri di Rumah Lengkap dengan Bacaannya

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Pecihitam.org – Ketika hari raya Idul Fitri tiba, selama tidak ada udzur seluruh umat Islam dianjurkan untuk keluar rumah guna melaksanakan Sholat Ied. Bahkan perempuan haid, meski dilarang untuk ikut shalat tapi ia dianjurkan turut mengambil keberkahan momen tersebut bersama kaum muslimin lainnya. Setiap orang Muslim pada saat itu dianjurkan menampakkan kebahagiaan dan kegembiraan. Adapun tata cara sholat sunnah Idul Fitri adalah sebagai berikut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hukum Sholat Idul Fitri

Shalat Ied hukumnya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkannya sampai beliau Saw wafat dan dilanjutkan oleh para sahabat.

Hukum shalat Idul Fitri ini berlaku bagi semua muslim dan muslimah baik yang mukim atau musafir, merdeka atau budak, laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana yang diterangkan secara jelas dalam kitab Fathul Qorib.

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وحنثى وامرأة لاجميلة ولاذات هيئة

Artinya: “Shalat dua hari raya (idul fitri dan idul adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang sederhana.“

Secara umum syarat dan rukun shalat Ied sama seperti shalat fardhu lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan. Yang berbeda yaitu hanya pada beberapa aktivitas teknisnya saja yang berstatus sunnah.

Waktu menunaikan shalat Idul Fitri ini dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur. Shalat Ied dilaksanakan dalam dua rakaat secara berjamaah dan dilanjutkan khutbah setelahnya.

Namun, jika terlambat datang atau mengalami halangan lain seperti Idul Fitri 2020 sekarang ini karena adanya wabah Covid 19, maka sholat Ied boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah daripada tidak sama sekali.

Hal-hal yang Berkaitan dengan Sholat Ied

Yang perlu diperhatikan pula adalah, ada beberapa hal mengenai pelaksanaan sholat Ied yaitu:

Baca Juga:  Syaikh Utsaimin: Dzikir Keras Boleh dan Yang Membid'ahkannya Salah

1. Tidak ada sholat qobliyah dan ba’diyah

Sholat Idul Fitri tidak didahului dengan sholat sunnah qobliyah dan tidak pula diakhiri dengan sholat sunnah ba’diyah. Sebagaimana keterangan hadits dari Ibnu Abbas ra. :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Rasulullah Saw keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak ada Adzan dan Iqamah

Perbedaan shalat Ied dengan shalat lainnya adalah adanya khotbah setelah pelaksanaan shalat dua rakaat, dan dalam shalat Ied ini tidak diperlukan adzan maupun iqamah.

Demikian keterangan dari Jabir ra.sebagaimana yang dilihatnya pada masa Rasulullah saw. Sahabat Jabir ra berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

“Saya beberapa kali melaksanakan shalat Ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah”

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri lebih utama jika dilaksanakan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. Dalam Fiqih Manhaji Mazdhab Syafi’i dijelaskan, bahwa sholat Ied sebaiknya dilaksanakan di tempat yang dapat menampung banyak jamaah.

Akan tetapi kalau daya tampungnya sama, maka masjid lebih utama daripada lapangan, karena jamaah bisa mendapat dua pahala yakni dari sholatnya dan keberadaannya di masjid.

Menurut Madzhab Syafi’i, mengapa Nabi Saw kala itu sholat Ied di tanah lapang sebab dahulu masjid Nabawi sempit dan belum bisa menampung seluruh jamaah.

Tata Cara Sholat Idul Fitri Berjamaah

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka jumlah jamaahnya minimal adalah 4 orang, yakni satu imam dan tiga makmum. Berikut tata cara sholat Idul Fitri berjamaah:

Baca Juga:  Hukum Menikahi Wanita Ahlul Kitab: Boleh, Tapi Wajib Perhatikan Hal Ini

Pertama, sebelum shalat Ied dilaksanakan, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

Kedua, sholat Ied dimulai dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah” yang artinya “Shalat jama’ah akan segera dilaksanakan.” Selain itu, shalat Idul Fitri ini dilaksanakan tanpa didahuli azan dan iqamah.

Ketiga, membaca niat sholat Idul Fitri yang jika dilafalkan akan berbunyi “Ushallî rak‘ataini sunnatan li ‘îdil fithri”. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “ma’mûman” jika menjadi makmum.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum pelafalan niat ini sunnah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam hati bahwa seseorang akan menunaikan shalat sunnah Idul Fitri. Meski demikian menurut jumhur ulama melafadkan niat sangat dianjurkan karena membantu hati dalam menghadirkan niat.

Keempat, membaca takbiratul ihram (الله أكبر/Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

Kelima, membaca Tujuh Takbir pada rakaat pertama. Yaitu pada rakaat pertama setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Takbir sebanyak tujuh kali tersebut diucapkan sambil mengangkat tangan.

Kemudian disela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
“Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Keenam, membaca Surah al-Fatihah. Setelah takbir tujuh kali, kemudian membaca surah al-Fatihah karena ini termasuk rukun shalat. Setelah itu, disunahkan membaca surah al-A’la.

Ketujuh, dilanjutkan dengan ruku’, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti shalat pada umumnya. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.

Kedelapan, membaca lima Takbir pada rakaat kedua. Yaitu setelah berdiri lagi pada rakaat kedua, kemudian membaca takbir lagi sebanyak 5 kali sembari mengangkat tangan seperti sebelumnya. Kelima takbir itu di luar takbir saat berdiri pada rakaat kedua (takbir qiyam).

Baca Juga:  Apakah Perempuan Harus Memakai Jilbab Saat Membaca Al-Qur’an?

Di sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
“Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Kesembilan, setelah lima takbir, dilanjutkan membaca surah al-Fatihah, dan kemudian disunahkan membaca surah al-Ghasyiyah.

Kesepuluh, dilanjutkan dengan rukuk, Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

Setelah shalat selesai dilaksanan, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu dengan khusuk. Sedangkan apabila jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat Ied berjamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan tanpa khutbah.

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Tata Cara Sholat Idul Fitri Sendirian (Munfarid)

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara munfarid (sendiri), tata cara sholatnya hampir sama saja dengan cara sholat Ied berjamaah. Yang berbeda hanya pada niatnya yang dimaksudkan untuk shalat sendirian. Bacaan niat shalat Idul Fitri sendirian adalah sebagaimana berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى
“Ushallii sunnatan lii’idil fitri rak’ataini munfaridan lillahi taa’ala”

Artinya: Saya berniat salat sunah Idulfitri dua rakat sendirian karena Allah Ta’ala.

Kemudian, shalat Idul Fitri cukup dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr). Selain itu shalat Ied karena dikerjakan sendirian maka tidak perlu disertai dengan khutbah. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik