Inilah 11 Tradisi Lebaran Ketupat dari Berbagai Daerah di Indonesia

tradisi ketupat lebaran di indonesia

Pecihitam.org – Di beberapa daerah di Indonesia, perayaan Hari Raya Idul Fitri selalu diikuti dengan berbagai tradisi yang ada dan masih melekat di masyarakat, salah satunya adalah Lebaran Ketupat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jika di Jawa Tengah, hari kedelapan pada bulan Syawal dirayakan dengan Bakda Kecil, Syawalan atau yang lebih populer dengan sebutan Bakda Ketupat (Lebaran Ketupat). Hal ini bukan tanpa alasan, dinamakan Lebaran ketupat karena memang hidangan yang disajikan berupa menu ketupat.

Bukan hanya di Jawa Tengah, tradisi Lebaran Ketupat ini ternyata juga masih dipertahankan di beberapa daerah hingga saat ini. Nah, berikut adalah 11 tradisi Lebaran Ketupat dari berbagai daerah di Indonesia yang berhasil pecihitam.org rangkum dari berbagai sumber:

1. Madura

Di daerah Madura, tradisi Lebaran Ketupat ini biasa disebut dengan Terater atau Ater-ater (mengantar red.)

Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal setelah umat Muslim selesai melaksanakan ibadah puasa sunah 6 hari di bulan Syawal. Hampir sama dengan daerah lainnya, masyarakat Madura juga menyantap ketupat dengan opor atau ayam goreng.

Uniknya, di Madura hidangan Lebaran Ketupat tidak langsung disantap dirumah, melainkan terlebih dulu diserahkan kepada imam masjid atau dibawa ke mushala setempat. Setelah makanan terkumpul, para warga sekitar kemudian akan langsung berkumpul dan menggelar doa bersama.

Kegiatan ini masih dilakukan dan terus dipelihara oleh masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama umat muslim setelah selesai menjalankan ibadah puasa. Hal ini juga sekaligus sebagai tanda syukur kepada Allah Swt karena diberikan kemampuan melanjutkan puasa selama enam hari pada awal Syawal.

2. Kudus

Di kota Kudus Jawa Tengah, Syawalan atau lebaran Ketupat dirayakan dengan prosesi kirab gunungan Seribu Ketupat. Gunungan terdiri dari susunan seribu ketupat dan ratusan lepet yang diarak dari rumah kepala desa setempat menuju Masjid Sunan Muria.

Selain mengarak gunungan, masyarakat juga menggelar tradisi ziarah ke Makam Sunan Muria. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan minum air dan mencuci kaki serta tangan dengan air dari gentong peninggalan Sunan Muria.

Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur umat Muslim setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan dan puasa syawal.

3. Manado

Bagi umat Muslim di Manado merayakan Lebaran Ketupat dengan saling halal bihalal dan saling memaafkan. Warga muslim di Manado membuka pintu rumahnya bagi siapa saja yang datang berkunjung. Bahkan Tak hanya di Manado, beberapa daerah di Sulawesi Utara juga merayakan tradisi ini seperti di Kampung Jawa Tondano dan Desa Sea.

Baca Juga:  Keistimewaan Bulan Syawal, Salah Satunya Adalah Bulan untuk Menikah

Sejarah Lebaran Ketupat di Manado ini awalnya dibawa oleh warga Jawa yang merupakan keturunan Imam Bonjol di Tondano. Tradisi ini kemudian terus dilanjutkan dan dirayakan setiap tahunnya.

4. Lombok

Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat menyebut perayaan ini dengan nama Lebaran Topat, yang dimeriahkan dengan tradisi nyangkar. Nyangkar merupakan tradisi nenek moyang orang Sasak saat merayakan Lebaran Topat. Masyarakat Lombok akan melakukan arak-arakan cidomo hias yang mengangkut dulang berisi ketupat menuju pusat perayaan di makam Loang Baloq.

Sesampainya di makam, masyarakat akan melakukan ziarrah dengan berdzikir dan doa bersama. Perayaan ini kemudian dilanjutkan dengan potong ketupat dan makan bersama di Taman Loang Baloq.

5. Trenggalek

Lain lagi dengan masyarakat Desa Kelutan, Trenggalek, mereka memiliki cara sendiri dalam merayakan Lebaran Ketupat. Pada hari kedelapan di bulan Syawal, masyarakat akan mengelar pawai gebyar Lebaran Ketupat.

Lebaran Ketupat ini juga dirayakan di beberapa titik wilayah kabupaten Trenggalek, yaitu sseperti di Kecamatan Durenan, Pogalan, serta Gandusari.

Acara ini sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun dan menjadi daya tarik bagi warga Trenggalek serta pengunjung dari luar daerah, seperti Ponorogo dan Tulungagung.

Berbagai kegiatan digelar dalam pawai ini, seperti parade busana, kesenian tari daerah, serta penampilan marching band dari warga Kelutan. Dan salah satu yang paling banyak disaksikan adalah pawai taaruf.

Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati hidangan ketupat secara gratis yang disediakan oleh warga sekitar. Hampir setiap rumah menyediakan hidangan ketupat gratis bagi warga yang menyaksikan pawai maupun yang hanya lewat di jalan itu.

6. Magelang

Rangkaian perayaan Lebaran di Dusun Kauman, Desa Payaman, Magelang diisi dengan Festival Balon Syawalan. Tradisi yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an tersebut diadakan untuk memperingati Syawalan atau Lebaran Ketupat.

Sedikitnya ada 150 balon udara tradisional yang diterbangkan sebagai tanda Syawalan. Biasanya ada dua lokasi pelepasan balon udara. Pertama, di halaman depan Masjid Agung Kauman dan kedua di lapangan dusun setempat. Bahkan karena begitu meriahnya, biasanya setiap tahunnya panitia membuat tema berbeda yang diangkat sesuai dengan momentum yang sedang hangat saat itu.

Baca Juga:  Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam Selama di dalam Rahim Ibu

7. Pasuruan

Warga Desa Tambaklekkok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan punya cara unik untuk memperingati perayaan Lebaran Ketupat. Jika kebanyakan di daerah lain umumnya diisi dengan festival atau acara keagaman, di Pasuruan masyarakat menggelar lomba skilot.

Skilot ini adalah perayaan tahunan di mana para peserta beradu cepat dengan berselancar di atas lumpur. Caranya, dengan menekuk satu kaki di atas papan selancar, sedangkan kaki yang lainnya digunakan untuk mengayuh papan.

Skilot sendiri merupakan bahasa serapan yaitu berasal dari dua kata. Sky, bahasa Inggris yang berarti selancar dan cellot, bahasa Madura yang berarti lumpur.

Permainan tradisional ini tidak serta merta ada. Awalnya, skilot merupakan kebiasaan warga yang mencari kerang di pesisir pantai. Untuk memudahkan perjalanan, warga kemudian menggunakan papan selancar. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi kegiatan untuk menjadi tontonan dan hiburan warga sekitar dalam memeriahkan perayaan Lebaran Ketupat.

8. Rembang

Lebaran Ketupat juga dirayakan dengan meriah di Rembang. Warga menyebutnya dengan Rioyo Kupat. Tradisi ini dirayakan dengan cara memasak dan makan bersama di masjid.

Seusai shalat Subuh, pengurus masjid mengumumkan kepada warga agar ketupat yang sudah bisa dibawa ke masjid. Warga kemudian akan langsung berdatangan sambil membawa wadah berisi ketupat, sayur bersantan kue lepet (ketan dengan isi kacang merah), serta aneka macam kue.

9. Gresik

Di Gresik, tradisi Lebaran Ketupat dikenal pula dengan nama Lebaran Kauman, karena kebanyakan dilakukan oleh warga di sekitar alun-alun, terutama di Kampung Kauman. Lebaran ini dilaksanakan setelah melakukan puasa Syawal selama enam hari berturut-turut.

Tradisi puasa Syawal dahuulu didakwahkan oleh seorang ulama bernama Kiai Baka yang masih keturunan Sunan Giri. Ia meminta santrinya untuk mengikuti sunah Nabi dengan berpuasa Syawal selama enam hari.

Tradisi tersebut kemudian dilakukan hingga kini. Pada 1 Syawal, warga Kauman melaksanakan shalat Idul Fitri. Ketika daerah lain semarak dengan berbagai perayaan Lebaran, Kampung Kauman justru sepi. Warga akan meneruskan puasa Syawal hingga enam hari, dimulai sehari setelah salat Idul Fitri. Kemudian, masyarakat baru bersukacita merayakan Lebaran.

Baca Juga:  Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Manfaatnya Bagi Kita

Uniknya, Lebaran Kauman hanya dirayakan dalam semalam saja. Yaitu seusai shalat Maghrib, warga akan saling mengunjungi satu sama lain dan menikmati hidangan ketupat dan lepet.

Tradisi ini menjadi puncak silaturahmi warga yang sudah berlangsung turun-temurun. Pada malam kupatan ini, banyak juga warga kampung lain yang juga berdatangan.

10. Kolaka

Masyarakat Kolaka Sulawesi Tenggara, khususnya di Kecamatan Toari dan Watubangga serta beberapa kecamatan lainnya merayakan Lebaran Ketupat di Pantai Lamunre yang terletak di Desa Lamunre.

Pada hari kedelapan setelah Lebaran, warga akan mengadakan rekreasi bersama sanak saudara serta membawa menu hidangan ketupat. Pada mulanya, tradisi ini dibawa oleh masyarakat Jawa yang berada di Desa Ranomentaa dan Wowoli. Namun, tradisi sekarang bukan hanya suku Jawa saja yang merayakan, tetapi juga masyarakat asli di daerah tersebut.

11. Gorontalo

Masyarakat Gorontalo merayakan tradisi Lebaran Ketupat dengan menyelenggarakan open house di rumah-rumah, khususnya di Kampung Jawa, seperti Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Gorontalo.

Menu utama yang disediakan tidak lain adalah ketupat dan opor ayam, siapa saja boleh menikmati hidangan tersebut. Sebagaimana ditempat yang lainnya, sbelum dirayakan, umat Islam kebanyakan akan menjalankan ibadah puasa sunah di bulan Syawal selama enam hari.

Tradisi Lebaran Ketupat ini awalnya hanya dilakukan oleh orang Jaton (sebutan untuk etnis Jawa-Tondano). Namun, warga Gorontalo sekarang sudah melebur dan ikut merayakannya bersama-sama.

Itulah berbagai tradisi dan perayaan Lebaran Ketupat di beberapa daerah di Indonesia. Yang mana sudah selayaknya tradisi baik ini untuk kita lestarikan bersama. Semoga informasi ini bermanfaat.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik