Belajar Bahasa Arab Mudah dengan Mengenal Ilmu Ini

Belajar Bahasa Arab Mudah dengan Mengenal Ilmu Ini

PeciHitam.org – Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Quran. Bahasa Arab sendiri sebagian besar dituturkan di Semenanjung Arabia, dan utara  benua Afrika. Secara umum, ras suku bangsa yang berketurunan Arab, akan menuturkan bahasa Arab walaupun dengan dialek atau lahjah berbeda-beda.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada negara modern seperti sekarang bahasa Arab setiap negera memiliki varian sangat kompleks. Akan tetapi masing-masing negara memiliki kesamaan struktur kebahasaan yang disebut Arab Fusha.

Bahasa Arab yang terdapat dalam Al-Quran tentu Arab Fusha, bukan Bahasa Arab harian atau Arab Ammiyah. Arab Fusha merupakan bahasa Arab dengan struktur resmi menggunakan Kaidah-kaidah keilmuan Arab lengkap. Bahasa pergaulan, bahasa harian ataupun bahasa slank tidak diperkenankan dalam bahasa Arab Fusha.

Guna memahami bahasa Arab Fusha harus melalui pembelajaran keilmuan pendukungnya yaitu Mufradat, Nahwu, Sharaf, balaghah, Arudh dan lain sebagainya.

Penjelasan lengkap tentang Ilmu-ilmu pendukung bahasa Arab bisa dipahami dipesantren-pesantren khusus seperi Lirboyo dan Al-Falah Ploso Kediri.

Belajar bahasa Arab pada khususnya atau secara Umum pembelajaran Bahasa harus menguasai 4 kemampuan berbahasa yaitu maharah Istima (mendengarkan), Kalam (berbicara), Qiraah (membaca) dan Kitabah (menulis). Universitas berbasis Islam di Indonesia pasti akan mengajarkan Bahasa Arab dengan kemampuan-kemampuan dasar Bahasa.

Mari sedikit belajar bahasa Arab dari ilmu-ilmu dasar pendukungnya  mufradat, Nahwu, Sharaf dan Maharah/ Kecakapan bahasa Arab dasar.

Mufradat: Belajar Kata Bahasa Arab

Belajar mufradat atau memahami Kosa Kata Bahasa Arab harus dilakukan dengan banyak-banyak menghafalkan dan menggunakan kosa kota itu sendiri. Kosa kata bahasa Arab bisa didapatkan dalam kamus-kamus atau buku percakapan.

Mufradat atau Kosa Kata bahasa Arab harus sering digunakan atau dipraktekan agar tidak lupa. Teori yang paling baik dalam belajar mufradat adalah Behavioristik. Mulailah belajar mufradar materi sehari-hari. Mufradat sehari-hari antara lain;

Mufradat         Transliterasi               Arti

(اَنَا)                   Ana                              Saya

(اَنْتَ)                 Anta                             Kamu (Laki-laki)

(اَنْتُمْ)                 Antum                          Kamu (untuk Jamak)

(طَالِبٌ-تِلْمِيْذٌ)      Thalibun-Tilmidzun      Siswa

(مُدَرِسٌ-اُسْتَاذٌ)     Mudarrisun-Ustadzun   Guru

(بَيْتٌ)                 Baitun                          Rumah

(مَكْتَبٌ)              Maktabun                     Meja/ Kantor

(مَقْعَدٌ)                Maqadun                     Tempat Duduk

(مَدْرَسَةٌ)             Madrasatun                 Sekolah

(اَكْلٌ)                 Aklun                           Makanan

(مَزْرَعَةٌ)            Mazraatun                   Kebun/ Sawah

(رُزٌّ)                  Ruzzun                         Beras/ Nasi

(صَحْنٌ)              Shah-nun                     Piring

(كُوْبٌ)               Kuubun                        Gelas

(عَمَلَ)               Amala                          Melakukan/ Berbuat

(بُنِيَ)                 Buniya                         Membangun

(رَجَعَ)               Rajaa                           Pulang

(ذَهَبَ)               Dzahaba                      Pergi

Untuk menguasai mufradat kiranya banyak membiasakan diri untuk menggunakan kosa kata yang sudah dikuasai supaya tidak lupa. Karena Belajar Bahasa Arab li Ghairi Natiqhin dianjurkan untuk terus menerus menggunakan Bahasa Arab. Oleh karenanya, pembelajaran bahasa paling baik menggunakan metode driil latihan terus menerus.

Baca Juga:  6 Hal Ini Menjadi Tanda Diterimanya Taubat, Pahami! Jangan Asal Beristighfar Saja

Metode lainnya adalah membuat buku saku mufradat. Ketika mendapatkan mufradat baru dicatat dalam buku kecil tersebut dan bawa kemanapun pergi untuk mengasah kosa kata.

Nahwu: Ilmu Gramatikal

Komponen penting dalam belajar bahasa Arab, salah satunya, menguasai Ilmu Nahwu. Ilmu ini dapat dimaknai sebagai Ilmu Gramatikal Bahasa Arab.

Pada terminologinya, Nahwu bermakna Ilmu yang mempelajari tentang perubahan di Akhir kalimat dan untuk mengetahui jabatan setiap kalimat.

Salah satu Kitab Nahwu paling populer adalah karya Imam Ibnu Ajjurum Ash-Shanhaji dari Maroko, Al-Ajurumiyah. Menguasai Nahwu sebagai dasar gramatikal bahasa Arab adalah sebuah keniscayaan, apalagi akan memahami al-Quran. Tidak SAH orang menafsirkan Al-Quran tanpa belajar Ilmu Nahwu.

Pembahasan Nahwu sebagaimana dalam kitab-kitab sekelas Al-Ajurumiyah sampai Kitab Alfiyah Ibnu Malik tidak terlepas membahas;

  1. Pengertian Kalam (kalimat dalam Bahasa Arab), (الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع)-sebuah Kalimat Sah jika memenuhi 4 kriteria, yaitu Lafadz, Tersusun minimal 2 kata, Berfaidah-bukan suara hewan dan Disengaja.
  2. Pembagian Kalimah (Kata dalam Bahasa Arab), semua kitab-kitab Nahwu sepkat tentang pembagian kata Bahasa Arab ada 3, yakni Isim (kata Benda), fiil (kata Kerja), dan huruf (Kata pelengkap dan berdiri dengan kata lainnya)
  3. Irab atau perubahan dalam bahasa Arab. Ilmu nahwu memiliki spesifikasi hanya membahas perubahan diakhir kata. Dan Irab khusus membahas perubahan dari dlammah (ُ) menjadi Fathah (َ) menjadi Kasrah (ِ) atau menjadi Sukun (ْ). Sebagai contoh Irab;

Kata (هَذَا كِتَابٌ)-Hadza Kitabun bermakna Ini sebuah Buku, menjadi (رَاَيْتُ كِتَابًا)-Raitu Kitaban bermakna Saya Melihat Buku, menjadi (دَرَسْتُ بِكِتَابِ فِقْهٍ)-Darastu bi Kitabi Fiqhin artinya Saya Belajar dengan Buku Fikih.

Contoh Irab lebih luas lagi sebagai berikut;

Baca Juga:  Keutamaan Bulan Muharram, Sayang Kalau Dilewatkan

Kata (ذَهَبَ الْمُسْلِمُ الىَ الْمَسْجِدِ) menjadi (ذَهَبَ الْمُسْلِمُوْنَ اِلىَ الْمَسْجِدِ) dan berubah menjadi (ذَهَبْتُ بِالْمُسْلِمِ اِلىَ الْمَسْجِدِ). Maksud perubahan dalam Irab ialah berubahnya akhiran (الْمُسْلِمُ)-Dlammah menjadi (الْمُسْلِمُوْنَ)-fathah dan menjadi (بِالْمُسْلِمِ)-Kasrah.

Irab terbagi menjadi 4 yaitu, pertama: Irab Rafa dengan Tanda Utama dlammah (ُ) dan 3 lainnya yakni Huruf Wawu, Alif dan Tetapnya Nun.

Kedua; dengan tanda Utamanya yaitu Fathah (َ) dan 4 lainnya, yakni Huruf Ya, Huruf Alif, Kasrah (ِ) dan membuang Huruf Nun.

Ketiga; Irab Jar atau Khafdhun dengan tanda Utamanya  Kasrah (ِ) serta 2 tanda lainnya yakni Fathah dan Huruf Ya

Keempat; Irab Jazm dengan tanda utamanya Sukun (ْ) dan Membuang Huruf Belakang.

Seluruh tanda dalam Irab bisa mengganti atau merubah akhiran sebuah kata pada Isim (kata benda) dan fiil (kata Kerja) tertentu. isim dan fiil tersebut adalah Isim Mufrad, Isim Tatsniyah, Isim Jamak, Isim-Isim Lima (Asmaul Khamsah), Fiil Mudlari, Afalul Khamsah dan lain sebagainya.

  1. Pembahasan tentang Aqsamul Afal (pembagian kata kerja). Kata kerja dibagi menjadi 3 yaitu fiil Madli (فعل ماض)-Kata Kerja Bentuk Lampau, fi;il Mudlari (فعل مضارع)-Kata Kerja Bentuk Sekarang dan Masa Depan dan fiil Amr (فعل امر)-Kata Kerja Perintah
  2. Bab tentang Marfuatil Asma atau Isim-isim yang di Rafakan seperti Fail (Subyek), Naib Fail (pengganti Subyek), Mubtada, Khabar, dan Tabi li Rafi (Naat, Badal, Taukid dan Athaf)
  3. Bab tentang Manshubatil Asma atau Isim-isim yang di Nashabkan seperti Maful bihi (Obyek), Masdar, Dzaraf Zaman dan Makan (keterangan waktu dan tempat), Hal, Tamyiz, Munada, Maful Mutlak, Maful Maah. Dan lain-lain.
  4. Bab tentang Mahfudlatil Asma atau Isim-isim yang di Jar Kaidahnya adalah jika kemasukan Huruf Jar (من، الى، عن، في، ربّ، ب، ك، ل، على، حرف القسم), atau Idalafah (Susunan Kata Bersandar satu dengan yang lainnya).

Sharaf: Ilmu Linguistik  

Ilmu Sharaf adalah Ilmu cabang bahasa Arab dengan spesifikasi pembahasan bentuk kalimat dan perubahannya guna menghasilkan makna yang dikehendaki. Ilmu ini setara dengan Ilmu Lingusitik Morfologi.

Ilmu sharaf juga sangat lekat dengan Istilah Tasrif atau merubah bentuk kata dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan tersebut guna menghasilkan makna berbeda. Contohnya;

Baca Juga:  Kisah Kemana Perginya Air Bekas Memandikan Jenazah Rasulullah Saw

Bentuk lampau fiil Madli (كَتَبَ)-Telah Menulis, menjadi bentuk Sekarang-Masa Depan (يَكْتُبُ)-Sedang/ akan Menulis (اُكْتُبْ)-tulislah.

Dalam Tasrif yang diajarkan di Pondok Pesantren Al-Huda Jetis Kebumen Jawa Tengah, santri wajib memahami pemabagian perubahan dalam sharaf sharaf yakni dari;

Fiil Madli Fiil Mudlari Masdar Asli Masdar Mim Fail Maful Fiil Amar Nahi Isim Zaman/ Makan dan Fiil Alat

Urutan Tasrif nya yaitu;

فَعَلَ — يَفْعُلُ — فَعْلًا —وَمَفْعَلَةً — فَاعِلٌ — مَفْعُوْلٌ — اُفْعُلْ — لَا تَفْعُلْ — مَفْعَلٌ2 – مِفْعَلٌ

Istilah tasrif juga menyebut adanya istilah adanya Isim Musytaq dan Jamid. Isim Musytaq adalah kata bentukan dari kata dasar yang bisa di tasrif seperti kata (مَكْتَبَةٌ)-perpustakaan berasal dari kata (كَتَبَ) yang bermakna menulis. Sedangkan Jamid adalah kata yang bukan berasal dari tasrif seperti (سَقفٌ) bermakna Atap.

Pengaruh Arab Pada Bahasa Lain

Bahasa Arab juga banyak mempengaruhi bahasa Indonesia. Berikut beberap kata yang bersumber dari bahasa Arab;

(سكر)               Sakarin                                     Gula

(فردوس)             Paradise                       Nama Surga “Firdaus”

(ارض)               Earth                            Bumi

(مجلة)                Magazine                     Majalah

(الحمر)               Aljabar                         Sistem Angka Aljabar

(قطن)                Cotton                          Kain Katun

Bahkan di wilayah Nusantara Indonesia, bahasa Arab masuk secara budaya lewat dakwah para Wali-wali terdahulu, secara tidak langsung menyerap bahasa Arab menjadi Indonesia. Berikut kata yang berasal dari bahasa Arab (مجلس) Majelis, (توبة) Tobat, (كرسي) Kursi, (صلاة) Shalat, (رعية) Rakyat, (مشاور) Musyawarah, (وكل) Wakil, (سلام) Selamat, (اخلاس) Ikhlas.

Pembelajaran Bahasa Arab sampai tingkat tinggi bukan hanya belajar nahwu dan sharaf saja. Masih banyak keilmuan untuk mendukung pemahaman bahasa Arab. Ash-Shawabu Minallah.

Mohammad Mufid Muwaffaq