Belajar Bait Bait Cinta dari Nadhom Alfiyah Ibnu Malik

bait bait cinta

Pecihitam.org – Ternyata belajar syair dan bait-bait cinta tidak hanya bisa dari buku-buku romantic modern. Dari kitab klasik pun ternyata bisa, seperti halnya pada kitab Alfiyah Ibnu Malik. Siapa yang tak kenal dengan nadhom Alfiyah Ibnu Malik yang begitu istimewa, terutama santri di pondok-pondok pesantren. Di samping isi kitabnya sendiri yang membahas mengenai kaidah-kaidah gramatika Bahasa Arab yang diringkas secara sederhana namun tepat. Juga di karenakan faktor-faktor lain yang menjadikan nadhom ini begitu nikmat untuk dipelajari dan dipahami lebih lanjut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Diantaranya adalah keterampilan sang penulis dalam memberikan contoh, juga penggalan-penggalan bait dalam nadhom yang mempunyai filosofi tersendiri. Misalnya seperti kalam hikmah, kunci kesuksesan, sesuatu yang sangat tidak asing dan juga tidak kalah menarik yakni bait-bait cinta. Berikut ini ialah beberapa bait di nadhom Alfiyah Ibnu Malik yang secara tidak langsung memberi pencerahan dengan bait-bait cinta.

Daftar Pembahasan:

Kalau bisa nyaman dengan yang dekat, mengapa harus cari yang jauh

وفي اختيار لايجيئ المنفصل   #   إذا تأتى أن يجيئ المتصل

  • Dalam kondisi tidak terpaksa, tidak perlu mendatangkan dhomir munfasil
  • Selama masih bisa memakai dhomir muttasil.

Pengaplikasian bait ini semisal pada contoh ketika membuat maf’ul bih dari dhomir, maka pergunakanlah dhomir muttasil ( tersambung dengan fi’il )

Contoh: ضربتُك, bukan ضربت إيك

Dalam konteks cinta dan mencari pasangan hidup, banyak yang menyarankan bahwa sebaiknya carilah dari kalangan yang masih dalam satu lingkungan, misalnya masih satu desa, satu kampus atau pondok pesantren, atau bahkan satu kelas.

Alasannya cukup sederhana, karena pasangan yang masih dalam satu lingkungan atau almamater,pemikiran dan ideologinya mungkin selaras dan sejalan. Hal itu, sedikit banyak akan berpengaruh pada kelanggengan hubungan tersebut. Namun, hal itu hanyalah sebagai saran, pada akhirnya mencari pasangan dari lingkungan yang jauh berbeda pun bukanlah sebagi hal yang dilarang. Jadi biarkanlah sang waktu sendiri yang akan memberi jawaban perihal sang jodoh.

Namun adakalanya pasangan yang cocok itu berawal dari orang yang sebenarnya tidak pernah mengenal sama sekali.

فقد يكونان منكرين   #   كما يكونان معرفين

  • Athaf bayan bisa juga terbentuk dari dua isim yang sama-sama nakiroh (umum atau belum diketahui).
  • Sebagaimana biasa athaf bayan terbentuk dari dua  buah isim yang sama-sama makrifat (khusus atau diketahui).
Baca Juga:  Alfiyah Ibnu Malik, Kitab Nadzam Karya Abdullah bin Malik

Ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Lazimnya memang seperti itu, karena benih-benih cinta sendiri akan timbul karena berbagai faktor, salah satunya dengan saling mengenal ataupun sering bertemu satu sama lain. Namun inilah salah satu keajaiban cinta. Pada kenyataanya, banyak sekali cinta bahkan jodoh yang bersatu dengan berbagai hal sederhana atau bahkan hal-hal instan dan tak terduga sama sekali. Kadang adakalanya seseorang saling jatuh cinta pada pandangan pertama, dan tak disangka bisa langsung tembus pada maghligai pernikahan.

Tentukan pilihan cinta, yang terbaik untukmu.

إن عاملان اقتضيا في اسم عمل   #   قبل فللواحد منهما العمل

والثان أولى عند أهل البصرة   #   واختار عكس غيرهم ذا أسرة

  • Tatkala dua aamill menuntut amal pada satu ma’mul yang sama.
  • Maka berikanlah amal tersebut pada salah satu dari keduanya.
  • Ulama Basyrah memilih untuk memberikan amal pada aamil yang kedua.
  • Sedangkan selain Ulama Basyrah memilih aamiil yang pertama.

Menentukan pilihan hidup bukanlah hal yang main-main, semuanya harus melalui pemikiran  juga pertimbangan yang matang. Semisal di kalangan wanita, jika ada dua orang yang menyatakan cinta padanya, maka dia  harus memilih salah satunya. Tentunya dengan pertimbangan yang logis dan sesuai dengan keinginan hati.

Sama seperti perdebatan ulama nahwu diatas, maka bisa saja sang wanita itu memilih orang yang pertama, karena memang paling awal menyatakan cinta, atau mungkin juga memilih orang yang kedua dengan alasan karena yang paling baru. Namun  kedua alasan itu harus sesuai dengan pertimbangan yang disebutkan sebelumnya, karena keelokan paras saja tidak cukup, harus ada unsur cerdas juga dewasa dalam diri setiap orang yang ingin melanjutkan kejenjang yang selanjutnya.

Baca Juga:  Sufi Menurut Pandangan Syekh Ibnu Taimiyah
Hilangkanlah, budaya tikung menikung.

و هل فتى فيكم، فما خل لنا   #……………………

  • Apakah sudah ada seorang laki-laki di sampingmu?
  • Karena aku belum memiliki kekasih.

Bait berikut merupakan contoh dari bentuk mubtadha yang terbentuk dari isim nakiroh. Etika dalam mengungkapkan cinta adalah melihat dahulu calon pasangan kita, apakah dia sudah ada yang melamar atau belum, apakah dia sudah ada yang punya atau belum. Karena dalam islam sendiri, melamar seseorang yang telah dilamar orang lain sangatlah dilarang.

Meskipun mungkin cinta tak bisa disalahkan, atau mungkin dengan alasan janur kuning belum melengkung, tapi tetap saja cinta itu juga harus dilandasi dengan adab dan tatakrama yang baik. Karena tikung menikung, bukanlah suatu tatakrama yang baik.

Jarak jauh sekalipun tak mampu memadamkan api cinta.

وعلقة حاصلة بتابع   #   كعلقة بنفس الاسم الواقع

  • Hubungan dhomir yang timbul dari isim  taabi’ ( mengikuti isim yang asal).
  • Hakikatnya sama saja dengan hubungan dhomir yang timbul dari isim asal tersebut.

Bait ini menjelaskan tentang syaagil dalam istighol, untuk dijelaskan lebih detail mungkin akan sangat panjang, namun singkatnya akan dijelaskan lewat contoh saja.

Contoh awal dari istighol زيدا ضربته
Contoh istighol dengan taabi’  زيدا ضربت رجلا يحبه
Pada pengamalan istighol, kedua contoh ini sama saja.

Dalam masalah cinta jarak jauh, kata orang bijak kekinian LDR, pertemuan adalah sesuatu yang sangat sulit, namun juga sangat diharapkan. Dan terkadang bagi mereka yang LDR, menelpon atau bahkan melihat foto kekasihnya saja, mampu mengobati rasa rindu yang datang, layaknya bertemu langsung saling bertatap muka. Karena sejatinya hakikat cinta tidak akan luntur hanya dengan jarak yang jauh.

Ayo Move On!!.

ينوب مفعول به عن فاعل   #   فيما له كنيل خير نائل

  • (Dalam mabnie majhul) maf’ul bih akan menggantikan posisi dari fail.
  • Dari segi hukum dan amalnya akan sama persis dengan fa’il.
Baca Juga:  Perbedaan Metode Kritik Hadis Versi Muhaditsin dan Sejarawan

Mungkin ada segelintir orang yang tak mampu untuk menemukan sebuah lentera  tatkala sedang merasakan pahitnya cinta, dan mungkin dalam hatinya sampai bertekad untuk tidak lagi merasakan apa itu cinta. Itu merupakan hal yang jelas salah, karena pada dasarnya, setiap orang punya jodohnya masing-masing yang akan dipertemukan dengan jodohnya suatu saat nanti. Mungkin saja, perpisahan yang terjadi, menunjukan bahwa dia adalah jodoh yang kurang tepat, dan yang harus kita lakukan adalah melakukan persiapan agar kita cukup pantas, ketika kelak dipertemukan dengan jodoh terbaik kita. So,, tak perlu berkecil hati, karena semua akan indah pada waktunya.

Cinta dalam diam

ويرفع الفاعل فعل أضمرا   #   كمثل زيد في جواب من قرأ

  • Terkadang fa’il dapat marfu’ oleh fi’il yang disimpan.
  • Seperti  pengucapan “zaid”, ketika menjawab pertanyaan “siapa yang membaca”?

Mungkin saja adakalanya seseorang yang dalam hatinya sedang tumbuh benih-benih cinta, namun memilih untuk diam dan menyimpan sejenak perasaan itu. Diamnya bukan karena tanpa alasan,namun lebih kerena ia menganggap bahwa mungkin cintanya untuk saat ini hanyalah sebuah keinginan yang belum mencapai tingkat kebutuhan.

Namun bukan berarti ia melupakan cinta tersebut, dia tetap mencinta namun dengan cara yang  samar.  Karena mungkin saja ia berfikir lebih visioner dan jauh kedepan, mempersiapakan dan memantaskan diri sebaik mungkin agar ia menjadi sosok yang pantas. Lebih tepatnya ia mencinta dengan cara yang berbeda, namun indah. Karena cinta sejatinya bukan hanya sekedar tentang merasa nyaman, namun juga lebih kepada memberi rasa nyaman. Karena cinta bukan hanya sekedar menerima, tetapi cinta juga memberi dan memberi.

Itulah beberapa penggalan bait-bait cinta yang terdapat pada nadhom Alfiyah Ibnu Malik, dari contoh-contoh diatas semoga bisa sedikit memberi motivasi dan dukungan bagi para pembaca yang mungkin saat ini sedang merasakan tumbuhnya benih-benih cinta. Wallahua’alam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *