Bacalah Pasti Menangis! Kisah Sayyidina Husain Cemburu pada Sayyidina Hasan

sayyidina husain

Pecihitam.org – Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain merupakan cucu Rasulullah Saw, anak dari putri bungsunya yang paling disayangi, yakni Sayyidatuna Fatimah Az Zahra dengan menantunya Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam sebuah tausiah, diceritakan oleh Al-Habib Ahmad bin Noval bin Salim bin Jindan bin Syech Abu bakar Bin Salim bahwa, Rasululloh Saw pernah bersabda bahwa Sayyidina Hasan cucunya kelak adalah salah seorang penghuni surga dan wajahnya yang paling mirip dengan beliau Saw.

“Engkau menyerupai aku, baik dari bentuk rupamu maupun akhlakmu.”

Bahkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sendiri pernah berkata: “Hasan menyerupai Rasululloh Saw dari dada sampai ke kepala. Sedangkan Husain menyerupai Rasululloh Saw di bagian-bagian lainnya, dari dada sampai ke bawah.”

Mengetahui hal itu, pada suatu hari Sayyidina Husain kecil menangis dan datang menemui ibunya, Sayyidah Fathimah. Husain kecil lalu berkata;
“Ya Ibu, mengapa kakek (Nabi Kita Muhammad Saw) lebih mencintai kakakku Hasan”.

“Mengapa engkau berbicara seperti itu wahai anakku”. Jawab Sayyidah Fatimah.

Baca Juga:  Kemaksuman Nabi Muhammad: Kisah Nabi Muhammad yang Terjaga dari Kemaksiatan

Sayyidina Husain kecil lalu mengutarakan sebab kecemburuannya: “Kakek sering mencium Kakak Hasan di bibirnya sedangkan aku, kakek hanya menciumku di leher”.

Kemudian Sayyidah Fathimah membawa Sayyidina Husain kecil kepada kakek mereka, Nabi Kita Muhammad Saw dan menceritakan kecemburuan cucunya Husain.

Rasulullah Saw menatap tajam dan lama, lalu bersabda; “Wahai Anakku Fatimah, Hasan selalu aku kecup di bibirnya, karena dia akan mati diracuni oleh orang terdekatnya, dan seluruh isi perutnya akan keluar lewat mulutnya.

Sedangkan engkau (Husain)..” Rasulullah Saw sejurus menatap Husain kecil cucunya lama sekali. Beliau Saw tidak bisa meneruskan ucapannya, dan pingsan beberapa saat. Setelah siuman Rasulullah Saw kembali menatap tajam sambil terus menangis berguncang dadanya.

Beliau Saw lantas berkata, “Sedangkan engkau, Husain, sering aku cium di lehermu karena engkau akan syahid dengan leher terputus”.

Mendengar penuturan Ayahandanya Baginda Rasululloh Saw, Sayyidah Fatimah lalu menahan ledakan tangisnya sambil memeluk putranya Sayyidina Husain yang kelak akan Syahid seperti yang telah Rosululloh Saw paparkan.

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Telanjang Berlarian Mengejar Batu

Keluarga kecil penuh cahaya surgawi itupun pecah oleh tangisan Rasululloh Saw yang mengguncangkan alam semesta.

Sejarah akhirnya mencatat apa yang disabdakan Rasulullah Saw. Setelah beliau wafat, Sayyidina Husain cucu Rosululloh Saw syahid dengan kepala terputus dari tubuhnya dalam pertempuran di Padang Karbala melawan pasukan Ubaidillah bin Ziyad. Ubaidillah mendapatkan tugas dari Yazid bin Muawwiyah agar Sayyidina Husein mau membaiat Yazid sebagai Kholifah setelah Muawwiyah.

Dalam sebuah riwayat di katakan bahwa pasukan Sayyidina Husein hanya berjumlah sekitar 72 orang saja sedangkan pasukan Ubaidillah bin Ziyad yang dipimpin oleh Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqos berjumlah 4.000, ada yang mengatakan 40.000 pasukan.

Sebagai manusia biasa, bisa kita bayangkan andai kita di beri tahu oleh Allah tentang takdir cara kematian kita, apakah akan kuat menerimanya. Sedangkan Rasulullah Saw saja sampai pingsan karena sudah diberitahu kronologi kematian cucu-cucu-nya.

Baca Juga:  Kisah Gus Dur Saat Merantau di Eropa

يا الله بها يا الله بها يا الله بحسن الخاتمه

Ya Allah Bihaa Ya Allah Bihaa Ya Allah Bihusnil Khatimah

“Ya Allah, bila tiba saatnya bagi kami matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah.”

اللهم صل علی روح سيدنا محمد فی الأرواح وعلی جسده فی الأجساد وعلی قبره فی القبور وعلی اله وصحبه وسلم

Allahumma sholli ‘ala ruhi Sayyidina Muhammadin fil arwahi wa ‘ala jasadihi fil ajsadi wa ‘ala qobrihi fil quburi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik