Latar Belakang Timbulnya Paham Syiah dan Doktrin Imamahnya

syiah

Pecihitam.org – Syiah secara bahasa berarti pengikut pendukung partai atau kelompok. Secara istilah Syiah adalah kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaan selalu merujuk kepada keturunan nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Salam atau orang yang disebut sebagai Ahlul Bait.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Poin penting dalam doktrin Syiah adalah pernyataan bahwa segala petunjuk agama bersumber dari ahlul bait. Mereka menolak petunjuk-petunjuk keagamaan dari para sahabat yang bukan Ahlul Bait atau para pengikutnya.

Menurut Thabathbai istilah Syiah untuk pertama kalinya ditunjukkan kepada para pengikut Sayyidina Ali pemimpin pertama Ahlul Bait pada masa Nabi Muhammad SAW.

Para pengikut Ali yang disebut waktu itu diantaranya adalah Abu Dzar al-Ghifari, Miqot Bin al-Aswad dan Ammar bin Yasir.

Mengenai kemunculan Syiah dalam sejarah terdapat perbedaan pendapat di kalangan para sejarawan. Menurut Abu Zahrah, Syiah mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib

Adapun menurut W.M Watt, Syiah baru benar-benar muncul ketika berlangsungnya peperangan antara Ali dan Muawiyah yang disebut dengan perang shiffin.

Baca Juga:  Syiah Rafidhah, Sekte yang Menolak Khalifah Abu Bakar dan Umar

Dalam perang ini sebagai respon atas penerimaan Ali terhadap arbitrase yang ditawarkan Muawiyah pasukan Ali diceritakan terpecah menjadi dua kelompok yang mendukung sikap Ali disebut Syiah dan kelompok lain yang menolak disebut dengan khawarij.

Kelompok Syiah sendiri mereka berpendapat, bahwa kemunculan mereka berkaitan dengan masalah penggantian khalifah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Awalnya mereka menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar Bin Khattab dan Utsman bin Affan.

Dalam pandangan mereka hanya Ali Bin Abi Thalib yang berhak menggantikan Nabi sebagai khalifah, karena sama-sama berasal dari klan Bani Hasyim. Kepemimpinan Ali dalam pandangan Syiah tersebut sejalan dengan isyarat-isyarat yang diberikan oleh Nabi SAW pada masa hidupnya.

Bukti utama tentang sah-nya Ali sebagai penerus nabi adalah peristiwa Ghadir khumm . Diceritakan bahwa ketika kembali dari haji terakhir dalam perjalanan dari Mekkah ke Madinah di suatu padang pasir yang bernama Ghadir khuumm Nabi memilih Ali sebagai penggantinya di hadapan masa yang penuh sesak yang menyertai beliau.

Pada peristiwa itu nabi tidak hanya menetapkan Ali sebagai pemimpin umat tetapi juga menjadikan Ali sebagaimana nabi sendiri, sebagai pelindung wali mereka. Namun realitas ternyata berbicara lain. Inilah versi dari para pengikut mereka.

Baca Juga:  Waspadalah!!! Target Utama Wahabi adalah NU, Bukan Syiah

Syiah mendapat pengikut yang besar terutama pada masa Dinasti Amawiyah. Hal ini menurut Abu Zahrah merupakan akibat dari perlakuan kasar dan kejam dinasti ini terhadap Ahlul Bait.

Diantara bentuk kekerasan itu adalah perlakuan penguasa Bani Umayyah, Yazid bin Muawiyah yang pernah memerintahkan pasukannya yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad untuk memenggal kepala Sayyidina Husein.

Kemudian kepala itu dibawa ke hadapan Yazid, setelah kepala itu sampai kepada Yazid ia memukul kepala cucu nabi tersebut dengan tongkatnya padahal kepala orang yang mulia itu waktu kecil sering dicium oleh Nabi.

Kekejaman seperti ini yang menyebabkan sebagian kaum muslimin tertarik mengikuti mazhab ini atau paling tidak menaruh simpati mendalam terhadap tragedi yang menimpa ahlul-bait.

Dalam perkembangannya selain memperjuangkan hak khalifahan ahlul-bait di hadapan Dinasti Umayyah dan Abbasiyah Syiah juga mengembangkan doktrin-doktrinnya sendiri.

Berkaitan dengan teologi mereka mempunyai lima Rukun Iman yakni Tauhid percaya kepada keesaan Allah, Nubuwah kepercayaan kepada kenabian, Ma’ad kepercayaan akan adanya hidup di akhirat, Imamah kepercayaan terhadap adanya imam yang merupakan hak Ahlul Bait, dan Adl atau keadilan Tuhan.

Baca Juga:  Mengenal Kelompok Syiah: Ghulat, Ismailiyah, Zaidiyah, Hingga Itsna 'Asyariyah

Perbedaan antara Sunni dan Syiah terdapat pada doktrin Imamah. Namun meskipun mempunyai landasan keimanan yang sama Syiah tidak dapat mempertahankan kesatuannya.

Dalam perjalanan sejarah kelompok Ini akhirnya terpecah menjadi beberapa sekte. Pecahan ini terutama dipicu oleh masalah doktrin Imamah yang di antaranya sekte-sekte Syiah itu adalah Isna asyariyyah, sab’iyah, zaidiyah dan ghullat.

*Diolah dari berbagai sumber

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *