Mendidik Anak Sejak Usia Dini, Bekal Yang Sangat Berharga Bagi Orang Tua

Mendidik Anak Sejak Usia Dini, Bekal Yang Sangat Berharga Bagi Orang tua

Pecihitam.org – Allah menganjurkan supaya mendidik anak sejak usia dini, bahkan sejak berada dalam kandungan yaitu dengan berdoa yang baik untuk anak. Memperdengarkan kalimat-kalimat Allah dengan harapan anak yang terlahir akan selamat dan memberi bekal keimanan kepada sang anak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah swt. tidak mencatat perbuatan-perbuatan seseorang, akan tetapi membedakan bekas-bekasnya setelah meninggal dunia. Jika baik akan dicatat sebagai suatu kebaikan. Jika buruk, akan dicatat sebagai keburukan.

 Allah swt. berfirman dalam Surat Yaasin

ونكتب ما قدّموا وءاثارهم

“(Allah) menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan mengetahui atas bekas-bekas dari apa yang mereka tinggalkan.” (QS. Yaasin: 12)

Setiap orang tua memiliki peninggalan yang sangat berharga, yaitu anak. Allah swt akan menuliskan setiap pahala bagi orang tua mereka atas perbuatan baik yang telah mereka lakukan terhadap anak, yaitu mengemban amanah supaya membekali anak-anak dengan pendidikan yang baik. Allah swt juga akan menuliskannya sebagai suatu dosa (kejahatan) jika anak melakukan perbuatan tercela karena tidak dididik secara benar.

Allah swt. berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah.” (QS. At-Tahriim: 6).

Baca Juga:  Orang Tua Hebat; Mendidik Anak Menjadi Generasi Qur’ani di Era Milenial

 Allah swt memerintahkan orang-orang yang beriman, dan keluarganya yang terdiri dari istri, anak, saudara, kerabat, sahaya (budak) wanita dan laki-laki untuk taat kepada Allah. Supaya mengajari dan mendidik mereka serta memimpin mereka dengan berpedoman hanya kepada perintah Allah. Supaya melaksanakannya dan membantu merealisasikannya.

Jika ada yang berbuat maksiat kepada Allah, maka kewajiban selaku kepala keluarga adalah mencegah dan melarangnya. Ini merupakan kewajiban setiap muslim, yaitu mengajarkan kepada orang yang berada di bawah tanggung jawabnya segala sesuatu yang telah diwajibkan dan dilarang oleh Allah kepada mereka.

Makna ayat di atas sejalan dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Saburah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

“Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan  salat bila telah mencapai usia tujuh tahun. Bila telah mencapai umur sepuluh tahun, pukullah mereka bila tidak mau mengerjakannya.”

Para ahli fiqih mengatakan, demikian pula halnya dengan puasa, agar anak-anak terlatih dalam melakukan peribadatan sehingga dikala dewasa nanti mereka akan tetap menjalani hidup dengan ibadah dan ketaatan, menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan kemungkaran.

Baca Juga:  Hukum Suami Memaksa Istri Berhubungan Badan

 Salah satu cara melindungi keluarga adalah dengan memberi pendidikan aklak dan pengajaran kepada anak-anak kita. Pendidikan dan pengajaran itu perlu diberikan kepada anak sejak usia dini. Rasulullah saw. menganjurkan supaya mendidik anak sejak usia dini agar tertanam kuat dalam hati mereka.

Allah swt. berfirman:“Dan orang-orang yang memohon dengan berdoa, ‘Ya Rabb, berikanlah kepada kami istri-istri kami dan anak-anak kami yang membahagiakan hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Furqan: 74).

Esensi dari makna firman di atas adalah orang-orang yang memohon kepada Allah kiranya Allah mengeluarkan dari sulbinya keturunan yang menaati dan menyembah Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya.

Allah swt. juga berfirman: “Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” Artinya, manusia-manusia yang meneladani kebaikan kamu sehingga penghambaan mereka terus bersambung melalui penghambaan anak-anak keturunannya dan perolehan hidayah mereka pun memberikan manfaat kepada keturunannya. Perbuatan yang demikian mengandung pahala yang baik.

Setiap mukmin dengan penuh kesadaran dan perhatian menghendaki agar keturunan kita menjadi generasi yang saleh dan salehah supaya mereka menjadi harta karun atau bekal yang berharga. Oleh karena itu didiklah mereka sedini mungkin.

Baca Juga:  Teladan Rasulullah dalam Mendidik Anak Agar Menjadi Generasi Berakhlak Mulia

Pepatah mengatakan, “Belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu besar ibarat mengukir di atas air.”

Hal ini menunjukkan bahwa seorang anak harus mendapat pendidikan sejak dini. Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim, yaitu sejak lahir hingga masuk ke liang lahat. Semakin cepat anak-anak kita belajar dan dididik, semakin baik terbentuk kematangan berpikirnya. Hal ini juga untuk membedakan antara anak yang terdidik dengan nilai-nilai  Islami dengan yang tidak, sangat kontras.

Demikianlah uraian singkat ini semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca semuanya. Amin. Wallahu ‘alam.

Mehri Andani MB