Surah Al-Anfal Ayat 26; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 26

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 26 yaitu bahwa Rasulullah sebelum ia hijrah ke Madinah, kaum Muslimin senantiasa diganggu dan disakiti oleh kaum Musyrikin. Maka oleh sebab itu dengan petunjuk dan pesan dari Rasulullah, sebagian kaum Muslimin pun berhijrah ke berbagai kawasan. Ada kelompok yang hijrah ke Habasyah, dan sebagian yang lain ke Yaman dan Thaif.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Saat tiba saatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka tidak mempunyai tempat tinggal, sehingga mereka mengalami kesulitan. Surah Al-Anfal Ayat 26 ini menyinggung keadaan sulit yang dialami kaum Muslimin generasi awal Islam, kepada mereka diingatkan bahwa Allah Swt akan memberikan ketabahan dan kekuatan.

Namun setelah mereka melalui masa-masa itu, mereka pun akhirnya memperoleh kenikmatan yang besar di bawah naungan Islam, oleh sebab itulah mereka patut bersyukur dan berterima kasih.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 26

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Terjemahan: Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

Baca Juga:  Surah Al Kafirun; Terjemahan, Tafsir, Asbabun Nuzul, dan Keutamaannya

Tafsir Jalalain: وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ (Dan ingatlah hai para Muhajirin ketika kalian masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi) yakni Mekah تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ (kalian takut orang-orang Mekah akan menculik kalian) mengambil kalian dengan cepat

فَآوَاكُمْ (maka Allah memberi kalian tempat menetap) yaitu kota Madinah وَأَيَّدَكُمْ (dan didukung-Nya kalian) Dia membuat kalian menjadi kuat بِنَصْرِهِ (dengan pertolongan-Nya) ketika perang Badar, yaitu melalui bantuan para malaikat

وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ (dan diberi-Nya kalian rezeki dari yang baik-baik) berupa ganimah لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (agar kalian bersyukur) terhadap nikmat-nikmat-Nya.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Lubabah alias Marwan bin Abdul Munzir. Nabi saw. telah mengutusnya kepada orang-orang Bani Quraizhah dengan membawa pesan darinya, supaya mereka mau tunduk di bawah kekuasaan Nabi saw.

Maka Abu Lubabah bermusyawarah dengan mereka; akan tetapi ia mengisyaratkan dengan tangannya kepada mereka, bahwa jika mereka tunduk maka hukumannya adalah sembelih (maut). Abu Lubabah sengaja berbuat demikian demi untuk melindungi anak-anak dan harta bendanya yang berada di antara mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Dengan ayat ini Allah SWT mengingatkan kepada hamba-hambaNya yang beriman atas kenikmatan-kenikmatan yang Dia berikan kepada mereka, serta kebaikan-kebaikan-Nya kepada mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Hadid Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Di mana mereka masih sedikit, lalu Allah memperbanyak (jumlah) mereka, mereka lemah dan takut, lalu Allah menguatkan dan memberikan kemenangan kepada mereka, mereka fakir dan kekurangan, lalu Allah memberikan rizki kepada mereka dari yang baik-baik dan Dia meminta dari mereka agar bersyukur, lalu mereka mentaati-Nya dan melaksanakan segala hal yang diperintahkan-Nya.

Inilah keadaan orang-orang beriman saat mereka masih berada di Makkah sebagai kaum minoritas yang sembunyi-sembunyi dan tertekan, mereka takut kalau diculik satu-persatu oleh orang-orang yang musyrik, Majusi dan Romawi dari berbagai negeri mereka yang semuanya adalah musuh mereka, dikarenakan (jumlah) orang-orang beriman masih sedikit dan tidak ada kekuatan pada mereka.

Kondisi mereka tetaplah demikian dan tidak berubah, sehingga Allah mengizinkan kepada mereka untuk hijrah ke Madinah, lalu Allah memberikan tempat yang aman kepada mereka di Madinah.

Allah persiapkan penduduknya untuk mereka, penduduk itu memberikan tempat yang aman dan pembelaan pada perang Badar dan perang-perang lainnya. Para penduduk Madinah itu menolong dengan harta mereka dan mengorbankan jiwa mereka dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 123-132; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ingatlah kembali wahai orang-orang yang beriman–meskpiun saat ini kalian telah menjadi bangsa yang kuat–masa-masa ketika masih menjadi kaum minoritas, kaum tertindas, di mana semua musuh mengeksploitasi kelemahan kalian dan kalian dicekam rasa takut oleh tindakan-tindakan penculikan yang dilakukan oleh musuh-musuh itu.

Kemudian kalian berhijrah atas perintah Allah ke kota Yatsrib, yang selanjutnya menjadi tempat tinggal kalian. Kalian menang dengan bantuan dan dukungan-Nya. Allah memberikan pada kalian harta rampasan perang yang baik-baik agar kalian bersyukur atas pemberian itu dan terus berjuang demi menjunjung tinggi kalimat yang benar.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-Anfal Ayat 26 berdasarkan Tafsir Quraish Shihab, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Semoga menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan semakin meningkatkan Iman kita. Amin.

M Resky S