Surah Al-A’raf Ayat 90-92; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 90-92

Pecihitam.org – Allah SWT mengabarkan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 90-92 tentang kerasnya kekufuran, kesombongan dan keangkuhan kaum Syu’aib. Juga tentang kesesatan yang melanda Agama mereka serta sikap hatinya yang menolak kebenaran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 90-92;

Surah Al-A’raf Ayat 90
وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

Terjemahan: Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi”.

Tafsir Jalalain: وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ (Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata,) sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain لَئِنِ (“Sesungguhnya jika) lam adalah untuk qasam atau sumpah اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ (kamu mengikut Syuaib, tentu jika kamu berbuat demikian menjadi orang-orang yang merugi.”)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahu mengenai kerasnya kekufuran, kesombongan dan keangkuhan mereka. Juga memberitahukan tentang kesesatan yang melanda din mereka serta sikap hati mereka yang menolak terhadap kebenaran. Oleh karena itu, mereka bersumpah seraya berkata:

لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ (Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi). Oleh karena itu, Allah mengiringi hal tersebut pada firman-Nya selanjutnya

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 103; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-A’raf Ayat 91
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Terjemahan: Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,

Tafsir Jalalain: فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ (Kemudian mereka ditimpa gempa) gempa bumi yang dahsyat فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka) mereka mati dalam keadaan bertekuk-lutut.

Tafsir Ibnu Katsir: Di sini Allah memberitahukan, bahwa mereka ditimpa gempa yang sangat dahsyat, sebagaimana mereka menggoncangkan Syu’aib dan para pengikutnya serta mengancam mereka dengan pengusiran, sebagaimana firman-Nya dalam surah Hud yang artinya:

“Dan ketika datang adzab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami. Dan orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya”. (QS. Hud: 94)

Adapun sebabnya (Allahu a’lam) bahwa tatkala mereka mencela Syu’aib melalui ucapan mereka, “Apakah agamamu yang menyuruhmu” (QS. Hud: 87) maka pada saat itu datanglah suara keras yang menjadikan mereka terdiam.

Dan Allah juga berfirman memberitahukan keadaan mereka dalam surat Asy-Syu’araa sebagai berikut: “Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan, sungguhnya azab itu adalah azab hari yang sangat besar”. (QS. Asy-Syu’araa: 189)

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 143; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Yang demikian itu tidak lain karena mereka menantang Syu’aib seraya berucap: “Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit”. (QS. Asy-Syu’araa: 187)

Allah memberitahukan, bahwa Dia telah menimpakan kepada mereka adzab pada hari mereka dinaungi awan. Semua awan itu berkumpul dan jatuh menimpa mereka pada hari itu juga, yaitu awan yang mengandung jilatan api yang menyala-nyala dan sangat panas.

Kemudian datang suara dari langit dan gempa bumi yang sangat dahsyat dari bawah mereka, sehingga nyawa mereka pun melayang dan jasad-jasad mereka pun berserakan. فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dalam rumah-rumah mereka)

Surah Al-A’raf Ayat 92
الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ

Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi.

Tafsir Jalalain: الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا (Yaitu orang-orang yang mendustakan Syuaib) menjadi mubtada dan khabarnya ialah كَأَنْ (seolah-olah) dengan ditakhfifkan sedangkan isimnya dibuang, lengkapnya ialah: Seolah-olah mereka

لَمْ يَغْنَوْا (mereka belum pernah berdiam) artinya mereka belum pernah tinggal فِيهَا (di kota itu) di rumah-rumah mereka sendiri الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ (orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi) pengukuhan dengan mengulangi maushul dan lainnya merupakan jawaban terhadap perkataan mereka yang terdahulu.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 19-26; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا (Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu) Maksudnya, seakan-akan mereka yang timpa azab itu, tidak pernah mendiami kota, di mana mereka menginginkan pengusiran terhadap Rasul dan para pengikutnya dari kota itu.

Selanjutnya, sebagai bantahan atas ucapan mereka, Allah berfirman: الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ (Orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi”.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita bahas bersama Surah Al-A’raf Ayat 90-92 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir yang merupakan kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga bermanfaat.

M Resky S