Surah Al-Infitar Ayat 13-19; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Infitar Ayat 13-19

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Infitar Ayat 13-19 ini, Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah kemudian menjelaskan di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Infitar Ayat 13-19

Surah Al-Infitar Ayat 13
إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

Terjemahan: “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,

Tafsir Jalalain: إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ (Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti) yakni orang-orang mukmin yang benar-benar mantap dalam keimanannya, لَفِى نَعِيمٍ (benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan.).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan tentang akhir bagi orang-orang yang berbuat baik, yaitu berupa kenikmatan. Yakni mereka yang mentaati Allah dan tidak membalasnya dengan berbagai perbuatan maksiat. Setelah itu Dia juga menceritakan tentang kesudahan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan, yaitu berupa neraka dan adzab yang abadi.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh.

Allah berfirman: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi’at/79: 40-41) Sedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka.

Allah berfirman: Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi’at/79: 37-39) .

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati, kelak akan berada dalam kebahagiaan dan kesenangan yang besar.

Surah Al-Infitar Ayat 14
وَإِنَّ ٱلۡفُجَّارَ لَفِى جَحِيمٍ

Terjemahan: “dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ ٱلۡفُجَّارَ (Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka) yakni orang-orang kafir لَفِى جَحِيمٍ (benar-benar berada dalam neraka) yang apinya sangat membakar.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan tentang akhir bagi orang-orang yang berbuat baik, yaitu berupa kenikmatan. Yakni mereka yang mentaati Allah dan tidak membalasnya dengan berbagai perbuatan maksiat. Setelah itu Dia juga menceritakan tentang kesudahan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan, yaitu berupa neraka dan adzab yang abadi.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh.

Allah berfirman: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi’at/79: 40-41) Sedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka.

Allah berfirman: Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi’at/79: 37-39) .

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 35-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Sedangkan orang-orang yang menyalahi perintah Allah akan menjadi penghuni neraka yang membakar. Mereka akan masuk ke dalamnya pada hari pembalasan nanti.

Surah Al-Infitar Ayat 15
يَصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ ٱلدِّينِ

Terjemahan: “Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

Tafsir Jalalain: يَصۡلَوۡنَهَا (Mereka masuk ke dalamnya) atau menjadi penghuninya, ia merasakan panas api yang membakar itu يَوۡمَ ٱلدِّينِ (pada hari pembalasan) yaitu di saat mereka menerima pembalasan.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu, Dia berfirman: يَصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ ٱلدِّينِ (“Merek masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.”) yakni hari perhitungan, pemberian balasan, dan hari kiamat.

Tafsir Kemenag: Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman:

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6) Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka. Allah berfirman:

Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma’idah/5: 37) .

Tafsir Quraish Shihab: Sedangkan orang-orang yang menyalahi perintah Allah akan menjadi penghuni neraka yang membakar. Mereka akan masuk ke dalamnya pada hari pembalasan nanti.

Surah Al-Infitar Ayat 16
وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآئِبِينَ

Terjemahan: “Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

Tafsir Jalalain: وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآئِبِينَ (Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu) artinya tidak bisa melepaskan diri darinya.

Tafsir Ibnu Katsir: وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآئِبِينَ (Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu) artinya tidak bisa melepaskan diri darinya.

Tafsir Kemenag: Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman:

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6) Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka.

Allah berfirman: Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma’idah/5: 37)

Tafsir Quraish Shihab: Mereka tidak akan pernah dikeluarkan dari neraka selama-lamanya.

Surah Al-Infitar Ayat 17
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ

Terjemahan: “Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Tafsir Jalalain: وَمَآ أَدۡرَىٰكَ (Tahukah kamu) lafal Adraaka maknanya sama dengan lafal A’lamaka, yakni tahukah kamu مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ (apakah hari pembalasan itu?).

Tafsir Ibnu Katsir: ‘Firman Allah: وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ (“Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”) merupakan pengagungan terhadap keadaan pada hari kiamat.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur’an belum cukup untuk membuat mereka percaya?

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 130-131; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Allah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya.

Semua sibuk dengan diri masing-masing. Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah: Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40) Dan firman-Nya lagi:

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43).

Tafsir Quraish Shihab: Kamu tidak mengetahui apakah hari pembalasan itu, sebab persoalan ini berada di luar jangkauan pengetahuan dan akal pikiran.

Surah Al-Infitar Ayat 18
ثُمَّ مَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ

Terjemahan: “Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Tafsir Jalalain: ثُمَّ مَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ (Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?) ayat ini mengungkapkan tentang kedudukan hari pembalasan yang agung itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Dia mempertegas dengan firman-Nya: ثُمَّ مَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ (“Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”

Tafsir Kemenag: Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur’an belum cukup untuk membuat mereka percaya?

Allah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing.

Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah: Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40) Dan firman-Nya lagi:

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43).

Tafsir Quraish Shihab: Tahukah kalian betapa dahsyatnya hari pembalasan?

Surah Al-Infitar Ayat 19
يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـًٔا وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٍ لِّلَّهِ

Terjemahan: “(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Tafsir Jalalain: يَوۡمَ (Yaitu pada hari) yakni hari itu adalah hari لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـًٔا (seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain) atau seseorang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 38; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٍ لِّلَّه (Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah) artinya tiada suatu urusan pun pada hari itu selain-Nya. Dengan kata lain, pada hari itu tiada seorang pun yang dapat menjadi perantara atau penengah, berbeda halnya dengan di dunia.

Tafsir Ibnu Katsir: selanjutnya Dia menafsirkannya melalui firman-Nya: يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـًٔا (“[Yaitu] hari [ketika] seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain.”) maksudnya tidak ada seorangpun yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain dan tidak juga melepaskannya dari apa yang telah dialaminya kecuali jika Allah mengizinkan kepada siapa yang dikehendakinya dan diridlai-Nya. Oleh karena itu Dia berfirman: وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٍ لِّلَّهِ (“Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”)

يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـًٔا وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٍ لِّلَّه (“[Yaitu] hari [ketika] seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”) Qatadah mengungkapkan: “Demi Allah, semua urusan pada hari itu hanya berada di tangan Allah semata, tidak ada seorangpun pada hari itu yang dapat menentang keputusan-Nya.”

Tafsir Kemenag: Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur’an belum cukup untuk membuat mereka percaya?

Allah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing.

Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah: Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40) Dan firman-Nya lagi:

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43).

Tafsir Quraish Shihab: Pada hari itu tidak seorang pun dapat menolong atau mencelakakan orang lain. Semua urusan pada hari itu hanya ada pada Allah semata.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Infitar Ayat 13-19 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S