Surah Al-Mu’minun Ayat 112-116; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Mu'minun Ayat 112-116

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 112-116 ini, menerangkan Setelah permintaan penghuni neraka untuk dikembalikan ke dunia ditolak Allah dengan penegasan bahwa mereka akan tetap meringkuk di neraka dan supaya tidak meminta-minta kepada-Nya, mereka ditanya lagi berapa lama mereka hidup di bumi, sejak dilahirkan sampai meninggalkan dunia fana itu ke alam baka.

Oleh karena besarnya pengaruh bencana yang menimpa penghuni neraka dan hebatnya siksaan dan azab yang dideritanya, maka mereka yang malang itu tidak lagi bisa mengingat berapa lama mereka tinggal di dunia. Ayat ini menerangkan bahwa mereka memang tinggal di dunia hanya sebentar.

Andaikata mereka menyadari hal itu ketika mereka tinggal di dunia, sedang kehidupan yang dihadapinya di akhirat adalah kehidupan yang tiada batasnya, tentu mereka akan berbuat hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 112-116

Surah Al-Mu’minun Ayat 112
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

Terjemahan: Allah berfirman: Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berfirmanlah) Allah swt. kepada mereka melalui lisan malaikat Malik. Menurut qiraat yang lain dibaca Qul, yakni katakanlah kepada mereka, كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ (“Berapa lamakah kalian tinggal di bumi) di dunia dan di dalam kuburan kalian عَدَدَ سِنِينَ (yakni berapa tahunkah bilangannya?”) lafal ‘Adada Siniina berkedudukan menjadi Tamyiz.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman seraya memperingatkan mereka atas tindakan mereka menyia-nyaiakan umur mereka yang pendek di dunia ini yang tidak dipergunakan untuk berbuat taat kepada Allah Ta’ala dan beribadah kepada-Nya semata. Seandainya mereka bersabar selama hidup di dunia yang pendek ini, niscaya mereka akan menang, sebagaimana para wali-Nya yang bertakwa:

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ (“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”) Maksudnya, berapa lama kalian tinggal di dunia ini?

Tafsir Kemenag: Setelah permintaan penghuni neraka untuk dikembalikan ke dunia ditolak Allah dengan penegasan bahwa mereka akan tetap meringkuk di neraka dan supaya tidak meminta-minta kepada-Nya, mereka ditanya lagi berapa lama mereka hidup di bumi, sejak dilahirkan sampai meninggalkan dunia fana itu ke alam baka.

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata kepada orang-orang kafir, “Berapa tahun kalian hidup di dunia?”

Surah Al-Mu’minun Ayat 113
قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ

Terjemahan: Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ (Mereka menjawab, “Kami tinggal hanya sehari atau setengah hari) mereka ragu, dan menganggap pendek masa tinggal mereka disebabkan kengerian mereka melihat besarnya azab di hari itu فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (maka tanyakanlah kepada malaikat-malaikat yang menghitung”) amal perbuatan makhluk.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (“Mereka menjawab: ‘Kami tinggal [di bumi] sehari atau setengah hari,’ Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”)

Baca Juga:  Surah Al-Furqan Ayat 3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Oleh karena besarnya pengaruh bencana yang menimpa penghuni neraka dan hebatnya siksaan dan azab yang dideritanya, maka mereka yang malang itu tidak lagi bisa mengingat berapa lama mereka tinggal di dunia.

Mereka merasa sebentar sekali, bahkan mereka menyangka bahwa mereka tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Pada ayat ini Allah menganjurkan kepada mereka untuk menanyakan berapa lama mereka tinggal di dunia.

Tafsir Quraish Shihab: Demikian pendeknya kehidupan dunia jika dibandingkan dengan lamanya masa tinggal mereka di dalam siksaan, mereka menjawab, “Kami hidup sehari atau setengah hari.
Tanyakan saja kepada orang-orang yang dapat menghitung dengan benar, karena kami sibuk menghadapi siksaan.”

Surah Al-Mu’minun Ayat 114
قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahan: Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berfirmanlah) Allah swt. melalui lisan malaikat Malik. Menurut qiraat yang lain lafal Qaala dibaca Qul, artinya katakanlah. إِن (“Tiada lain) لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (kalian tinggal hanya sebentar saja, kalau kalian sesungguhnya mengetahui”) lama masa tinggal kalian itu, sedikit sekali jika dibandingkan keabadian kalian di dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلً (“Allah berfirman: ‘Kalian tidak tinggal [di bumi] melainkan sebentar saja,’”) yakni, dalam waktu yang sangat sebentar sekali. لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (“Kalau kamu sesungguhnya mengetahui.”) Maksudnya, karena kalian lebih mengutamakan yang fana daripada yang abadi, dan karena kalian bertindak tidak baik terhadap diri kalian sendiri, dan kalian tidak mendapatkan murka selama waktu yang cukup pendek tersebut.

Seandainya kalian bersabar untuk berbuat taat kepada Allah dan beribadah kepada-Nya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang mukmin, niscaya kalian benar-benar menang, sebagaimana yang didapatkan oleh orang-orang mukmin.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa mereka memang tinggal di dunia hanya sebentar. Andaikata mereka menyadari hal itu ketika mereka tinggal di dunia, sedang kehidupan yang dihadapinya di akhirat adalah kehidupan yang tiada batasnya, tentu mereka akan berbuat hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Akan tetapi, mereka lalai menyadarinya, sehingga mereka layak mendapat azab dari Allah. Rasulullah bersabda:

Ketika Ibnu Abi hatim meriwayatkan dari Aiqa’ bin Abd al-Kalai, Rasulullah bersabda bahwa apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka ke dalam neraka; Allah berfirman, “Wahai penghuni surga! Berapa lama engkau hidup di dunia?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.”

Allah berfirman, “Alangkah baiknya engkau sekalian menginvestasikan waktu yang sehari itu, atau tidak sampai satu hari itu. Engkau sekalian memperoleh rahmat-Ku, rida-Ku dan surga-Ku. Tinggallah kamu sekalian di dalam surga untuk selama-lamanya.” Sesudah itu Allah berfirman, “Wahai penghuni neraka! Berapa lamakah kamu tinggal hidup di dunia?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.”

Baca Juga:  Seri Tadabbur Al Qur'an; Surah Ali Imran Ayat 84-91

Allah berfirman, “Alangkah buruknya kamu sekalian menginvestasikan waktu yang sehari atau tidak sampai satu hari itu. Kamu sekalian menerima murka-Ku dan memasuki neraka-Ku. Tinggallah di dalam neraka untuk selama-lamanya.”.

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata lagi kepada mereka, “Kalian hidup di dunia hanya sebentar saja. Kalau saja kalian mengetahui akibat kekufuran dan sikap durhaka dan bahwa kenikmatan dunia itu sangat sedikit, kalian tentu sudah beriman dan taat.

Surah Al-Mu’minun Ayat 115
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Terjemahan: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Tafsir Jalalain: أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا (Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara bermain-main) yakni tidak ada hikmah dan manfaatnya وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?) kalau dibaca Laa Turja’uuna artinya, kalian tidak dikembalikan.

Dan kalau dibaca Tarji’uuna artinya, kalian akan kembali. Tentu saja tidak, sebenarnya supaya kalian menjadi hamba-hamba-Ku untuk Kami perintah dan Kami larang, kemudian kalian kembali kepada Kami untuk menerima pembalasan amal perbuatan kalian. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku.” (Q.S. Adz-Dzariyat, 56).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah Ta’ala: أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا (“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakanmu secara main-main [saja],”) maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian diciptakan secara sia-sia, tanpa tujuan dan tanpa kehendak pula, serta tanpa hikmah bagi kita.

Ada juga yang berpendapat, yakni untuk hal yang tidak bermanfaat, yakni untuk bermain-main dan berbuat tanpa guna, sebagaimana diciptakannya binatang tanpa pahala dan juga tanpa siksaan. Tetapi Kami ciptakan kalian untuk beribadah dan mengerjakan semua perintah Allah. وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (“Dan bahwasanya kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”) Maksudnya, kalian tidak dikembalikan ke alam akhirat?

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa keingkaran para penghuni neraka tentang adanya hari kebangkitan berkaitan dengan keyakinan mereka bahwa kehidupan berakhir dengan kematian, sehingga Allah perlu mengingatkan mereka dengan pertanyaan, “Apakah mereka menyangka bahwa mereka Kami ciptakan dengan main-main, dibiarkan begitu saja seperti halnya binatang, tidak diberi pahala dan tidak diazab? Ataukah mereka mengira bahwa mereka itu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” Tidak, sekali lagi tidak.

Mereka diciptakan sebagai hamba Allah dan diberi kewajiban. Siapa yang melaksanakan kewajiban, mereka diberi pahala, dan bagi yang menyia-nyiakan kewajiban, mereka akan diazab dan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala per-buatan mereka di dunia, sesuai firman Allah:

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja? (Tanpa pertanggungjawaban?) (al-Qiyamah/75: 36).

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 26-27; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian tanpa ada hikmahnya, lalu kalian berbuat kejahatan di muka bumi? Apakah kalian mengira bahwa kalian tidak akan dibangkitkan untuk diberi balasan? Tidak sama sekali!”

Surah Al-Mu’minun Ayat 116
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Terjemahan: Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

Tafsir Jalalain: فَتَعَالَى اللَّهُ (Maka Maha Tinggi Allah) dari main-main dan hal-hal lainnya yang tidak layak bagi kebesaran-Nya الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Rabb Yang mempunyai Arasy yang mulia) yakni Al-Kursi atau singgasana bagi raja.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ (“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya.”) Yakni, Mahasuci Allah dari menciptakan sesuatu tanpa guna, karena sesungguhnya Dia adalah Raja yang sebenarnya yang jauh dari semua-nya itu.

لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (“Tidak ada ilah [yang berhak diibadahi] selain Dia, Rabb [Yang mempunyai Arsy yang mulia.”) Dia menyebutkan Arsy, karenaArsy merupakan atap bagi semua makhluk. Sekaligus memberikan penyifatan baginya bahwa Arsy itu sebagai suatu yang sangat indah dipandang dan berbentuk sangat bagus, sebagaimana yang Dia firmankan: فَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (“Lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”) (QS. Luqman: 10).

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Mahasuci dari apa yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya, begitu pula sangkaan bahwa Dia menciptakan manusia secara sia-sia, karena Dia adalah Tuhan yang sebenarnya. Tiada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang mulia. Dialah yang mengatur alam raya ini, baik yang di atas maupun yang di bawah, begitu pula semua makhluk ciptaan-Nya. Firman Allah:

Dan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (ad-Dukhan/44:38-39).

Tafsir Quraish Shihab: Keagungan hanyalah milik Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Raja Pemilik segalanya. Tidak ada yang patut disembah dengan sebenarnya kecuali Dia. Dia adalah pemilik singgasana yang agung.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 112-116 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG