Surah At-Taubah Ayat 1-2; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 1-2

Pecihitam.org – Sebelum mentadabburi kandungan Surah At-Taubah Ayat 1-2, terlebih dahulu kita pelajari bersama profil Surah At-Taubah sendiri yang merupakan surah ke-9 dalam al-Qur’an. Surah ini termasuk dalam kelompok surah-surah Madaniyah yang terdiri dari 129 ayat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Surah ini dinamakan At-Taubah yang artinya “Pengampunan” dikarenakan kata At-Taubah seringkali disebutkan di dalam surah ini. Surah ini juga dinamakan dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.

Berlepas diri di sini dimaksudkan sebagai pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Permulaan surah ini tidak terdapat ucapan basmalah, sebab surah ini adalah pernyataan perang yang berarti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan setelah Nabi Muhammad SAW kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 1-2

Surah At-Taubah Ayat 1
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Terjemahan: (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

Tafsir Jalalain: Inilah pernyataan بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ (Pemutusan perhubungan daripada Allah dan Rasul-Nya) yang ditunjuk إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (kepada orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian dengan mereka) yakni perjanjian yang bersifat mutlak, atau perjanjian yang berlaku kurang dari empat bulan, atau lebih dari empat bulan kemudian perjanjian itu dirusak sebagaimana yang akan disebut pada ayat berikutnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Permulaan surah yang mulia ini diturunkan kepada Rasulullah saw. pada saat beliau pulang dari perang Tabuk, ketika melaksanakan ibadah haji.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 41; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Lalu di sebutkan bahwa orang-orang musyrik hadir pada musim haji sebagaimana kebiasaan mereka sebelumnya, dimana mereka melakukan thawaf dengan keadaan telanjang.

Oleh karena itu, Rasulullah saw. tidak suka berbaur dengan mereka. Lalu beliau mengutus Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai pemimpin rombongan haji pada tahun itu, untuk membimbing kaum muslimin dalam melaksanakan ibadah haji, sekaligus memberitahu orang-orang musyrik bahwa mereka tidak diperbolehkan melakukan ibadah haji setelah tahun inii, juga menyeru kepada sekalian manusia dengan seruan:

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ (Pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya) ketika ia kembali, ia mengutusnya dengan disertai Ali bin Abi Thalib, untuk menjadi penyampai dari Rasulullah SAW karena keberadaannya yang satu keluarga dengan beliau, sebagaimana yang akan dijelaskan mendatang.

Jadi firman Allah: بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ (Pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya) bermakna adanya pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya. إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (Kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)).

Surah At-Taubah Ayat 2
فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ

Terjemahan: Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.

Tafsir Jalalain: فَسِيحُوا (Maka berjalanlah kalian) artinya berjalanlah kalian dengan aman, hai kaum musyrikin فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ (di muka bumi selama empat bulan) dimulai pada bulan Syawal berdasarkan petunjuk yang akan disebutkan nanti.

Tiada keamanan lagi bagi kalian sesudah empat bulan itu وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ (dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah) artinya terluput dari azab-Nya

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 113-114; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ (dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir) Dialah yang membuat mereka hina di dunia melalui pembunuhan dan di akhirat kelak dengan siksaan neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ (Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi ini selama empat bulan). Ada perbedaan pendapat yang meluas di kalangan mufassir, sebagian ulama berpendapat bahwa ayat ini diperuntukkan bagi orang-orang musyrikin yang berada dalam perjanjian yang bersifat mutlak dan tidak ditentukan waktunya, atau bagi mereka yang perjanjiannya kurang dari empat bulan maka mereka harus menyempurnakan empat bulan.

Adapun mereka yang perjanjiannya telah ditentukan waktunya, maka batasannya adalah waktu yang telah ditentukan, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah: فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ (Maka sempurnakanlah perjanjian dengan mereka hingga waktu yang telah ditentukan) (Qs. at-Taubah: 4).

Dan sebagaimana yang akan diterangkan dalam hadits mendatang. Barangsiapa yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah SAW, maka batasannya adalah waktu yang telah ditentukan. Inilah pendapat yang paling baik dan paling kuat. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, diriwayatkan pula dari al-Kalbi, Muhammad al-Qurazhi bin Ka’ab dan lain-lain.

Abu Ma’syar al-Madani berkata, Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi dan yang lain bercerita kepada kami, bahwasannya Rasulullah SAW mengutus Abu Bakar sebagai pemimpin rombongan haji pada tahun kesembilan, dan mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa tiga puluh atau empat puluh ayat dari surah al-Bara-ah. Maka ia membacakannya kepada segenap manusia yang berisi pemberian tempo kepada kaum musyrikin selama empat bulan untuk berjalan di muka bumi dengan aman. Ia membacakannya pada hari Arafah, tempo tersebut adalah 20 hari dari bulan Dzulhijjah, Muharram, Shafar, Rabiul Awwal dan 10 hari dari bulan Rabiul Akhir. Dan membacakannya di tempat-tempat singgah mereka; bahwasannya setelah tahun itu tidak seorang musyrikpun diperbolehkan melakukan haji dan melakukan thawaf dengan telanjang.

Baca Juga:  Surah Al Bayyinah; Tafsir, Asbabun Nuzul, dan Artinya

Untuk itulah Allah berfirman: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, Maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”. (Qs. at-Taubah: 3)

Tafsir Quraish Shihab: Kalian, orang-orang musyrik, akan mendapat perlindungan selama empat bulan dari saat pelepasan tanggung jawab itu. Kalian dapat berpindah-pindah sekehendak kalian.

Ketahuilah bahwa kalian berada di bawah kekuasaan Allah di mana pun kalian berada. Kalian tidak dapat melemahkan-Nya. Dan Allah menentukan kehinaan bagi orang-orang yang membangkang.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 1-2 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga dengan mentadabburi Surah At-Taubah Ayat 1-2 ini khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S