Surah Maryam Ayat 49-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Maryam Ayat 49-50

Pecihitam.org – Kandungan Surah Maryam Ayat 49-50 ini, dijelaskan Setelah Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan negerinya Ur Kildan (Irak) dan menetap di negeri Syam, dikaruniai Tuhan kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Allah mengaruniakan kepadanya anak-anak dan cucu-cucu yang sebahagian dari mereka diangkat Allah menjadi nabi di kalangan Bani Israil.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam Ayat 49-50

Surah Maryam Ayat 49
فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا

Terjemahan: Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya’qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ (Ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah) dia pergi ke tanah suci

وَهَبْنَا لَهُ (Kami anugerahkan kepadanya) dua orang putra yang menjadi penghibur hatinya إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَكُلًّا (Ishak dan Yakub. Dan masing-masingnya) di antara keduanya جَعَلْنَا نَبِيًّا (Kami angkat menjadi nabi).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman, ketika Ibrahim menjauhkan diri dari bapak dan kaumnya karena Allah, maka Dia menggantikannya dengan orang yang lebih baik dari mereka, yaitu dengan menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub, puteranya dan putera Ishaq. Sebagaimana Allah berfirman:

وَمِن وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ (“Dan dari Ishaq [akan lahir puteranya] Ya’qub.”) Tidak ada perbedaan bahwa Ishaq adalah ayah Ya’qub, dan itulah nash al-Qur’an di dalam surat al-Baqarah.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 152-153; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Untuk itu, di dalam ayat ini disebutkan Ishaq dan Ya’qub, artinya Kami jadikan untuknya keturunan dan anak cucunya sebagai Nabi yang namanya ditetapkan Allah dalam hidupnya. Untuk itu Dia berfirman:

وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا (“Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi Nabi.”) Seandainya Ya’qub as belum diangkat menjadi Nabi di masa hidup Ibrahim, mengapa hanya namanya yang disebut dan tidak menyebut Yusuf, karena dia pun seorang Nabi.

Sebagaimana Rasulullah saw bersabda di dalam hadits yang disepakati keshahihannya ketika beliau ditanya tentang sebaik-baik manusia. Beliau bersabda: “Yusuf Nabi Allah bin Ya’qub Nabi Allah bin Ishaq Nabi Allah bin Ibrahim Khalilullah.”

Tafsir Kemenag: Setelah Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan negerinya Ur Kildan (Irak) dan menetap di negeri Syam, dikaruniai Tuhan kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Allah mengaruniakan kepadanya anak-anak dan cucu-cucu yang sebahagian dari mereka diangkat Allah menjadi nabi di kalangan Bani Israil.

Allah mengaruniakan kepadanya Ishak, dan Ishak ini pun mendapat anak bernama Yakub yang menggantikan kedudukannya sebagai Nabi. Adapun anak pertamanya Ismail yang ditinggalkannya di sekitar Ka`bah diangkat pula menjadi Nabi yang telah meninggikan dan menyemarakkan syiar agama di sana.

Demikianlah balasan Tuhan kepada Nabi Ibrahim yang bersedia meninggalkan bapaknya, kaumnya dan tanah airnya demi untuk keselamatan akidahnya dan menyebarkan agama tauhid yang diperintahkan Allah kepadanya.

Allah tidak mengabaikan dan tidak menyia-nyiakan bahkan mengganti kesedihan meninggalkan keluarga dan tanah airnya dengan kebahagiaan keluarga dan bertanah air yang baru dan menerima ajaran dan petunjuknya serta memberikan kepadanya anak cucu yang baik-baik yang sebahagiannya menjadi penegak agama Allah bahkan banyak pula yang menjadi nabi.

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 38-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Maryam Ayat 50
وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا

Terjemahan: Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

Tafsir Jalalain: وَوَهَبْنَا لَهُم (Dan Kami anugerahkan kepada mereka) bertiga Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, dan Nabi Yakub مِّن رَّحْمَتِنَا (sebagian dari rahmat Kami,) berupa harta benda dan anak-anak

وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا (dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi) mereka selalu menjadi pujian dan sanjungan semua pemeluk agama.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا (“Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.”)

Ali bin Abi Thalhah berkata dari IbnuAbbas: “Yaitu pujian yang baik.” Demikian perkataan as-Suddi dan Malik bin Anas. Ibnu Jarir berkata: “Dia berfirman, ‘Lagi tinggi,’ karena seluruh millah dan agama memuji dan mengagungkan mereka.” Semoga shalawat dan salam untuk mereka semua.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hampir semua anak-anak Nabi Ibrahim dan cucu-cucunya diangkat-Nya menjadi nabi dan dilimpahkan kepada mereka rahmat dan karunia-Nya serta memberkahi hidup mereka dengan kesenangan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Baca Juga:  Surah Al-Qalam Ayat 17-33; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka semuanya meninggalkan nama yang baik dan mengharumkan serta meninggikan nama Nabi Ibrahim sehingga diakui kemuliaan dan ketinggiannya oleh semua pihak baik dari kalangan umat Yahudi umat Nasrani maupun kaum musyrik sendiri. Ini adalah fakta yang nyata bagi terkabulnya doa Nabi Ibrahim seperti tersebut pada ayat:

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (asy-Syuara/26: 84). Wajarlah bila Allah mengangkat derajat dan menamakan dia “Khalilullah” (kesayangan-Nya) seperti tersebut dalam ayat: Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya). (an-Nisa`/4: 125)

Dan menjadikan bekas telapak kakinya di waktu membangun Ka`bah tempat yang diberkahi, dan disunatkan salat di sana seperti tersebut dalam ayat:

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kabah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat.” (al-Baqarah/2: 125).

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Maryam ayat 49-50 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S