Surah An-Nahl Ayat 43-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 43-44

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 43-44 ini, memberitahukan bahwasanya ini bukan kali pertama Allah mengutus manusia sebagai rasulnya, namun tetap saja kalian menganggap hal ini sebagai satu hal yang mengherankan dan bersikeras untuk tidak menerimanya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Oleh karenanya, tanyakan kepada pengikut agama lain dan Ahlul Kitab. Mereka akan menjawab bahwa para nabi yang diutus kepada mereka juga manusia dan sepanjang sejarah memang demikian.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 43-44

Surah An-Nahl Ayat 43
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Terjemahan: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

Tafsir Jalalain: وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ (Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka) bukannya para malaikat.

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ (maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan) yakni para ulama yang ahli dalam kitab Taurat dan kitab Injil.

إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (jika kalian tidak mengetahui) hal tersebut, mereka pasti mengetahuinya karena kepercayaan kalian kepada mereka lebih dekat daripada kepercayaan kalian terhadap Nabi Muhammad saw.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.)

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 91-92; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maksudnya, bertanyalah kepada orang-orang Ahli Kitab terdahulu, apakah para Rasul yang di utus kepada mereka berupa manusia atau Malaikat? Jika para Rasul itu berupa Malaikat, berarti boleh kalian mengingkari dan jika dari manusia, maka janganlah kalian mengingkari kalau Muhammad adalah seorang Rasul.

Tafsir Kemenag: Allah menyatakan bahwa Dia tidak mengutus seorang rasul pun sebelum Nabi Muhammad kecuali manusia yang diberi-Nya wahyu. Ayat ini menggambarkan bahwa rasul-rasul yang diutus itu hanyalah laki-laki dari keturunan Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw yang bertugas mem-bimbing umatnya agar mereka beragama tauhid dan mengikuti bimbingan wahyu.

Oleh karena itu, yang pantas diutus untuk melakukan tugas itu adalah rasul-rasul dari jenis mereka dan berbahasa mereka. Pada waktu Nabi Muhammad saw diutus, orang-orang Arab menyangkal bahwa Allah tidak mungkin mengutus utusan yang berjenis manusia seperti mereka. Mereka menginginkan agar yang diutus itu haruslah seorang malaikat,

Surah An-Nahl Ayat 44
بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Terjemahan: keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 98-100; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: بِالْبَيِّنَاتِ (Dengan membawa keterangan-keterangan) lafal ini berta’alluq kepada fi’il yang tidak disebutkan; artinya Kami utus mereka dengan membawa hujah-hujah yang jelas.

وَالزُّبُرِ (dan kitab-kitab) yakni kitab-kitab suci. وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ (Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr) yakni Alquran.

لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ (agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka) yang di dalamnya dibedakan antara halal dan haram,

وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (dan supaya mereka memikirkan) tentang hal tersebut kemudian mereka mengambil pelajaran daripadanya.

Tafsir Ibnu Katsir: kemudian Allah Ta’ala berfirman: وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ (Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr) maksudnya al-Qur’an; لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ (Agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka).

maksudnya dari Rabb mereka, karena pengetahuanmu dengan arti apa yang telah Allah turunkan kepadamu, karena pemeliharaanmu terhadapnya, karena kamu mengikutinya, dan karena pengetahuan Kami bahwa sesungguhnya kamu adalah orang yang paling mulia di antara para makhluk dan pemimpin anak Adam.

Maka dari itu engkau (ya, Muhammad!) harus merinci untuk mereka apa yang mujmal (gobal) dan menerangkan apa yang sulit untuk mereka.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 103; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (Dan supaya mereka memikirkan) maksudnya, supaya mereka melihat diri mereka sendiri agar mendapat petunjuk dan beruntung dengan keselamatan di dunia dan akhirat.

Tafsir Kemenag: Sesudah itu Allah swt menjelaskan bahwa para rasul itu diutus dengan membawa bukti-bukti nyata tentang kebenaran mereka. Yang dimaksud dengan bukti-bukti yang nyata dalam ayat ini ialah mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebenaran kerasulan mereka.

Sedangkan yang dimaksud dengan az-zubur ialah kitab yang mengandung tuntunan hidup dan tata hukum yang diberikan oleh Allah kepada manusia.

Di akhir ayat, Allah swt menegaskan agar mereka memikirkan kandungan isi Al-Qur’an dengan pemikiran yang jernih untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat, terlepas dari berbagai macam azab dan bencana seperti yang menimpa umat-umat sebelumnya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 43-44 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S