Wushul, Ketika Manusia Tersambung Kepada Allah

wushul kepada allah

Pecihitam.org – Thariqah atau Tarekat secara makna berarti jalan, maksudnya adalah salah satu jalan menuju kepada ridha Allah atau salah satu jalan menuju wushul (sampai kepada Tuhan). Jadi, thariqah merupakan sebuah aliran ajaran dalam pendekatan terhadap Tuhan. Rutinitas yang ditekankan dalam Tarekat ini biasanya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kebanyakan orang yang terjun atau ikut Tarekat adalah orang-orang yang bisa dibilang sudah mencapai usia tua. Itu dikarenakan tuntutan atau pelajaran yang disampaikan adalah pengetahuan pokok atau inti yang berkaitan langsung dengan Tuhan dan aktifitas hati yang tidak banyak membutuhkan pengembangan analisa.

Hal ini sesuai dengan keadaan seorang yang sudah berusia tua yang biasanya kurang ada respon dalam pengembangan analisa. Meskipun demikian, tidak berarti thariqah hanya boleh dijalankan oleh orang-orang tua saja. Bahkan kini banyak pula kaum muda yang ikut berthariqah.

Lewat thariqah ini, umumnya orang berharap agar selalu mendapat ridha dari Allah Swt, atau bahkan bisa sampai derajat Wushul. Meskipun sebenarnya thariqah bukanlah jalan satu-satunya Wushul kepada Allah.

Baca Juga:  Pengertian Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat dalam Tasawuf

Wushul maknanya adalah derajat tertinggi (sampai kepada Tuhan). Untuk mencapai derajat wushul ini, orang bisa mencoba lewat bermacam-macam jalan. Hanya saja memang kebanyakan orang menganggap thariqah adalah satu-satunya jalan paling mudah atau jalan pintas menuju wushul.

Seperti halnya thariqah, ibadah lain sebetulnya juga bisa mengantar sampai ke derajat wushul. Ada dua ibadah yang setan dan jin sangat sungguh-sungguh dalam usaha menggagalkan atau menggoda, yaitu shalat dan dzikir.

Alasannya adalah, shalat dan dzikir merupkan dua ibadah yang besar kemungkinannya bisa diharapkan akan membawa keselamatan, bahkan bisa mencapai derajat wushul. Sehingga di dalam shalat dan dzikir orang akan merasakan kesulitan untuk dapat selalu mengingat Tuhan ketika setan menggoda.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu ketika Imam Hanafi didatangi seorang yang sedang kehilangan barang. Orang tersebut oleh Imam Hanafi disuruh shalat sepanjang malam sehingga akan menemukan barangnya.

Baca Juga:  Hukuman Mati al-Hallaj: Alasan Teologis dan Politis

Ketika baru setengah malam menjalankan shalat, setan mengingatkan barangnya yang hilang sambil membisikkan agar tidak melanjutkan shalatnya. Namun oleh Imam Hanafi orang tersebut tetap disuruh untuk melanjutkan shalatnya.

Seperti halnya dengan shalat, dzikir adalah salah satu ibadah yang mana untuk mencapai hasil maksimal harus melewati jalur yang penuh godaan setan. Dzikir dalam tasawuf, adalah mengingat atau menghadirkan Tuhan dalam hati. Sebab Tuhan adalah Dzat yang tidak bisa di indera mata dan juga tidak ada yang menyerupai wujudnya.

Oleh karenanya kita tidak boleh membayangkan keberadaan Tuhan dengan disamakan sesuatu. Maka dalam hal ini besar kemungkinan kita terpengaruh dan tergoda oleh setan, mengingat kita adalah orang yang awam dalam bidang ini (ilmu haqiqat) dan masih jauh dari standar.

Karena itu, untuk selalu bisa berjalan sesuai ajaran agama, menjaga kebenaran maupun terhindar dari kesalahan pengertian, kita harus mempunyai seorang guru. Karena tanpa seorang guru atau mursyid, setanlah yang akan membimbing kita. Dan yang paling dikhawatirkan adalah terjerumusnya dalam kesalahan yang berdampak pada aqidah.

Baca Juga:  Uzlah, Jalan Sunyi Munuju Tuhan bagi Para Sufi

Seorang guru atau mursyid inilah yang akan membimbing kita untuk mengarahkan pada bentuk pelaksanaan syariat yang benar. Hanya saja biasanya bentuk ajaran dari masing-masing mursyid yang disampaikan pada kita berbeda-beda, tergantung aliran thariqah-nya. Namun pada dasarnya ajaran dan tujuan yang diajarkan hakekatnya adalah sama, yaitu al-wushul ila-Allah (wushul kepada Allah).

Walllahua’lam bisshawab

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik