Keutamaan Istighfar Dalam Hadits Rasulullah

Keutamaan Istighfar Dalam Hadits Rasulullah

PeciHitam.org – Banyak keutamaan Istighfar selain permohonan ampunan kepada Allah. Syekh Abdul Wahhab As-Sya’rani dalam kitab Al-Minahus Saniyyah mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan kelapangan rezeki sebagai salah satu keutamaan istighfar:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لايحتسب

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.’”

Istighfar juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, lebih tepatnya Surat Al-Anfal ayat 33.

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya,“Dan Allah SWT tidak akan mengazab mereka selagi mereka memohon ampunan-Nya.”

Syekh Ibnu Ajibah dalam karyanya Iqazhul Himam menyatakan bahwa makna istighfar bagi kalangan sufi tidak jauh berbeda dengan makna istighfar di kalangan awam. Hanya saja nilai dosa menurut mereka berbeda dari sesuatu yang dianggap dosa oleh orang awam.

قلت أما النزول بسوء الأدب فهو أن يكون نزولهم في طلب الأجور أو الحروف وهو الجزاء وأما الغفلة فهي رؤية النفس في حال العمل وهو عندهم ذنب يستغفرون منه فاستغفارهم بعد الصلاة إنما هو من حضور نفوسهم في عملهم ولذلك قيل وجودك ذنب لا يقاس به ذنب

Baca Juga:  Hati-hati Mendidik Anak yang Nakal, Perhatikan Hal Ini Jika Orang Tua Mau Memukulnya!

Artinya, “Menurut saya, turun dengan su’ul adab ialah turunnya mereka dalam menuntut pahala atau harta, yaitu balasan. Sedangkan kelalaian adalah melihat diri saat beramal. Bagi kalangan sufi, hal ini dianggap sebuah dosa di mana mereka beristighfar. Oleh karenanya, istighfar mereka setelah shalat berasal dari perasaan hadir diri mereka sebagaimana sebuah syair mengatakan, ‘Wujudmu adalah dosa yang tidak terbandingkan oleh dosa lain,’” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], juz II, hal. 382).

Syekh Abdul Wahhab As-Sya’rani juga menjelaskan hal yang sama. Menurutnya, keutamaan istighfar di akhir ibadah merupakan pengakuan atas kekurangan dalam ibadah tersebut:

وقد أجمع العارفون على استحباب ختام جميع الأعمال بالاستغفار. وفى الحديث أنه كان صلى الله عليه وسلم يستغفر الله تعالى عقب كل مكتوبة ثلاث مرات تشريعا لأمته وتنبيها لهم على نقص طاعتهم.

Artinya; “Arifun menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh. Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar 3 kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka.”

Siapa yang tidak ingin rezeki lancar mengalir terus menerus tiada henti. Setiap orang pasti menginginkannya. Banyak yang sudah mencarinya siang malam tak kenal lelah, namun yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun ada juga yang terlihat tidak begitu bersusah payah bekerja, namun rezekinya terus mengalir deras.

Baca Juga:  Hak Cipta dalam Perspektif Hukum Islam

Terkait hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Pringsewu KH Abdul Hamid mengatakan, salah satu yang menyebabkan lancar tidaknya rezeki seseorang adalah sedikit banyaknya dosa yang dimiliki.

“Semakin banyak dosa yang dilakukan, maka semakin banyak kenikmatan yang diambil oleh Allah SWT. Dosa kita akan mempengaruhi rezeki kita,” kata pria yang akrab disapa Cak Hamid ini.

menurut Cak Hamid, salah satu resep untuk memperlancar rezeki adalah dengan tidak melakukan perbuatan yang mengakibatkan dosa. Dan untuk mengurangi dosa yang sudah dilakukan adalah dengan memperbanyak istighfar.

Lancarnya rezeki dengan istighfar, lanjut pria yang hafidz Quran ini juga sudah dijanjikan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Nuh ayat 10 sampai dengan 12.

“Maka aku katakan kepada mereka mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan untukmu sungai-sungai,” kata Cak Hamid menyampaikan terjemah surat tersebut.

Penegasan ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang tidak terlihat dan dapat mempengaruhi kelancaran rezeki seseorang yaitu dengan selalu memohon ampun kepada sang pencipta alam semesta.

Baca Juga:  Asal-Usul Pemikiran Rasional dan Filosofis dalam Islam

“Sebenarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT itu sudah dimulyakan dan dimanjakan. Begitu Nabi Adam diciptakan langsung berada disurga, semua makhluq bersujud kepada Nabi Adam. Namun karena satu dosa maka hilanglah kenikmatan yang ada disurga,” katanya.

Cak Hamid juga mengingatkan untuk senantiasa husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah SWT jika apa yang diinginkan belum bisa terwujud dengan segera. Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi mahluk-Nya.

“Bisa jadi kesuksesan yang kita raih sekarang atau suatu saat nanti, adalah hasil doa atau amal ibadah kita 15 tahun yang lalu. Mari perbanyak doa dan mendoakan orang lain. Insyaallah doa kita untuk orang lain mampu menjadi penyebab diterimanya doa kita,” tandasnya.

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.