Kitab Al Wajiz, Fiqih Madzhab Syafii Karya Imam Al Ghazali

kitab al wajiz

Pecihitam.org – Dikarang oleh sang Hujjatul Islam Imam al Ghazali, kitab Al-Wajiz tumbuh secara alami menjadi kitab penting dalam sejarah fiqih madzhab Syafii. Bagaimana tidak? Pengarangnya adalah seorang tokoh yang dikenal memiliki popularitas yang bukan hanya dikenal di dunia Islam tetapi juga pada peradaban di luar Islam. Pengarangnya adalah seorang tokoh yang dikenal memiliki kecerdasan luar biasa, sehingga sanggup menguasai berbagai macam bidang ilmu tingkat tinggi yang hanya mungkin digapai oleh mereka yang memiliki akal genius.

Jika dibicarakan filsafat, maka nama Imam Ghazali tidak mungkin dilewatkan dengan karyanya seperti Tahafutu Al-Falasifah. Jika dibicarakan ushuluddin maka Imam Ghazali akan disebut dengan karyanya seperti Al-Iqtishod fi Al-I’tiqod. Jika disebut ilmu kalam, maka Al-Ghazali akan diingat dengan karyanya seperti Iljam Al-‘Awamm. Jika disebut ilmu ushul fiqih, maka Al-Ghazali akan dikenang dengan karyanya seperti Al-Mustashfa. Jika disebut ilmu tasawuf, maka kaum muslimin tidak mungkin lupa dengan karya besarnya (lepas dari pujian maupun kritikan) yang bernama Ihya Ulumiddin. Kitab ini bahkan menjadi referensi, rujukan, atau bahan penelitian dalam kajian ilmu pendidikan dan psikologi di lintas zaman.

Pun demikian dalam bidang fiqih. Imam al Ghazali juga menjadi unggulan dalam madzhab Syafii. Seperti halnya dengan kitab Al-Wajiz ini Imam al Ghazali begitu terkemuka.

Keistimewaan kitab

Pertama, Menjadi Ringkasan Fikih madzhab Syafii Pada zamannya.

Kita tahu, setelah Abu Al-Ma’ali Al-Juwaini mengarang kitab Nihayatu Al-Mathlab dalam fiqih madzhab Syafii, kitab itu menjelma menjadi ensiklopedi terlengkap tentang fiqih madzhab ini di eranya. Hanya saja, kitab ini telalu besar dan tebal sehingga akan susah dicerna langsung oleh orang awam. Dari sini, Imam Ghazali berinisiatif meringkas kitab Al-Juwaini ini sehingga lahirlah kitab yang berjudul Al-Basith. Akan tetapi kitab ini masih dirasa tebal, maka beliau meringkasnya lagi sehingga lahir kitab Al-Wasith. Karena kitab Al-Wasith juga masih juga dirasa tebal sehingga Imam Ghazali meringkasnya lagi dengan menambahi sejumlah tambahan. Ringkasan kitab Al-Wasith inilah yang diberi nama Al-Wajiz.

Jadi bisa dikatakan, kitab ini adalah jalan cepat mempelajari dan menguasai madzhab Syafii yang sudah mulai berkembang pesat dan menuju fase kematangan. Satu generasi di bawah Imam Ghazali, tepatnya di zaman Ar-Rofi’i, para pelajar pemula madzhab Syafii sudah menjadikan kitab Al Wajiz sebagai kitab pertama yang wajib dipelajari.

Kedua, Menjadi Rujukan dalam Fikih Ringkas Perbandingan Madzhab.

Selain keistimewaan aspek ringkasnya kitab ini juga menjadi sumber pembahasan fiqih perbandingan madzhab yang bersifat ringkas. Kitab Al-Wajiz menyajikan data ikhtilaf fiqih sampai zaman Al-Ghazali dengan mengutip pendapat-pendapat Imam Syafii, Al-Muzani, Abu Hanifah dan Malik bin Anas. Madzhab Ahmad bin Ahmad belum dibahas karena di zaman itu belum stabil, mapan dan belum mengkristal. Hanya saja, karena Al-Wajiz berbentuk ringkasan, penyebutan pendapat itu tanpa diiringi pembahasan tarjih, munaqosyah dan penjelasan dalil. Hanya pada awal pembahasan saja terkadang diawali dengan penyebutan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ketiga, Sanadnya Bersambung sampai ke Kitab Al-Umm.

Telah kita ketahui bahwa Al-Wajiz adalah bentuk mukhtashor dari Al-Wasith. Kitab Al-Wasith adalah bentuk muktashor dari Al-Basith. Kitab Al-Basith adalah bentuk mukhtashor dari Nihayatu Al-Mathlab. Kitab Nihayatu Al-Mathlab adalah syarah dari Mukhtashor Al-Muzani. Kitab Mukhtashor Al-Muzani bisa dianggap sebagai ringkasan dari kitab Al-Umm karya Imam Syafii. Jadi, Al-Wajiz istimewa di sini karena bersambung sanadnya sampai pada pendiri madzhab.

Keempat, Darinya Al Wajiz Lahir Kitab-kitab Besar, Penting dan Fenomenal.

Kitab Al-Wajiz melahirkan banyak sekali kitab-kitab fiqih bermadzhab Syafii. Di zaman As-Silfani saja sebagaimana laporan Haji Khalifah dalam Kasyfu Adh-Dhunun beliau sudah menemukan 70 syarah untuk Al-Wajiz.
Dari sekian banyak syarah untuk Al-Wajiz itu, syarah terpenting adalah kitab Al-Fathu Al-Aziz karya Ar-Rofi’i atau yang dikenal juga dengan nama Asy-Syarhu Al-Kabir. Berangkat dari syarah inilah dimulai babak baru dalam madzhab Syafii yakni babak tahrir madzhab (menyeleksi ijtihad ulama syafiiyyah agar sah dinisbatkan pada madzhab syafii). Ar-Rofi’i memutuskan untuk menjadikan kitab ini sebagai basis untuk kitab syarah terbesarnya itu. Dari kitab Ar-Rofi’i ini kemudian lahir kitab Roudhotu Ath-Tholibin yang juga mencabang menjadi banyak kitab yang lain.

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa kitab Ar-Rofi’i yang bernama Al-Muharror adalah bentuk mukhtashor dari Al-Wajiz. Sebagian lagi berpendapat bentuk mukhtashor dari Al-Wajiz adalah kitab Al-Khulashoh karya Imam Ghazali yang kemudian diringkas Ar-Rofi’i menjadi Al-Muharror. Manapun dari dua pendapat itu muaranya adalah kitab Al-Muharror. Kita tahu dari kitab Al-Muharrorlah lahir mukhtashornya karya An-Nawawi yang menjadi kitab fenomenal bernama Minhaj Ath-Tholibin. Dari kitab Minhaju Ath-Tholibin lahir ratusan syarah dan hasyiyah yang menurut Abdullah Al-Habsyi mencapai sekitar 300-an lebih kitab. Bahkan menurut Ahmad Ar-Rifa’i mencapai 1000 kitab.

Barangkali karena faktor-faktor di atas, terutama fakor berkah kitab ini yang melahirkan kitab-kitab besar dan banyak di masa-masa selanjutnya yang membuat Az-Zabidi menganggap kitab Al-Wajiz seperti mukjizatnya Al-Ghozzali. Hanya Allah yang maha tahu.

Penerbit Syarikah Dar Al-Arqom bin Abi Al-Arqom di Beirut tahun 1418 H/1997 menerbitkan kitab Al-Wajiz dengan ketebalan sekitar 750-an halaman dalam dua jilid.

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Al-Wajiz karya Imam al Ghazali

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *