Kitab Hasyiyah al Bajuri Karya Syaikh Ibrahim al Bajuri

hasyiyah al bajuri

Pecihitam.org – Secara genalogis, Hasyiyah Al-Bajuri sebenarnya berasal dari Matan Abu Syuja’ yaitu kitab yang sangat terkenal dikalangan Asy-Syafi’iyyah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Matan Abu Syuja ini memiliki syarah yang juga sangat terkenal dan banyak dipelajari di masyarakat yang bernama Fathu Al-Qorib karya Ibnu Qosim Al-Ghozzi.

Nah, kitab Fathu Al-Qorib inilah yang dibuatkan Hasyiyah oleh Al-Bajuri sehingga karyanya kemudian terkenal dengan nama Hasyiyah Al-Bajuri.

Pengarang kitab ini bernama Ibrohim Al-Bajuri atau secara singkat bisa disebut Al-Bajuri. Nama lengkap beliau; Burhanuddin Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad bin Ahmad Al-Bajuri Al-Manufi Al-Mishri.

Beliau lahir pada tahun 1197 H. Di usia 14 tahun beliau sudah masuk ke Al-Azhar dan belajar di sana.

Dengan ketekunannya dalam belajar dan bermulazamah dengan sejumlah syaikh, akhirnya beliu naik sampai ke derajat Syaikhul Azhar Asy-Syarif di zamannya. Beliau sempat mengalami masa penjajahan Prancis di Mesir yang dipimpin oleh Napoleon.

Adapun motivasi penulisan hasyiyah ini, hal itu ditulis Al-Bajuri dalam muqoddimah kitabnya. Al-Bajuri melihat Matan Abu Syuja’ adalah mukhtashor yang penuh berkah dan banyak dimanfaatkan. Demikian pula syarahnya yang bernama Fathu Al-Qorib.

Termasuk pula hasyiyah Fathu Al-Qorib yang bernama Hasyiyah Al-Birmawi. Sayangnya, beliau memperhatikan dalam Hasyiyah Al-Birmawi masih banyak ungkapan yang sulit dipahami bagi pelajar pemula.

Oleh karenanya beliau didorong oleh para kolega dan ulama sezamannya untuk menulis hasyiyah dengan bahasa yang lebih mudah dicerna dan dipahami oleh para pemula. Karena itu lahirlah Hasyiyah Al-Bajuri.

Hasyiyah Al-Bajuri populer di masyarakat karena bahasanya enak, indah dan mudah dicerna. Inilah yang menjadi salah satu ciri keistimewaan dari kitab ini jika dibandingkan dengan kitab-kitab hasyiyah yang lain.

Baca Juga:  Mengenal Kitab Hadis Arbain Karya Syaikh Yasin al-Fadani

Keistimewaan lain Hasyiyah Al-Bajuri adalah menjelaskan semua istilah dalam berbagai bidang ilmu sehingga akan sangat memudahkan pembacanya untuk memahami isinya.

Jika ada ungkapan yang kurang tepat pada Fathu Al-Qorib maka beliau mengoreksinya. Jika ada yang kurang jelas maka beliau lebih memperjelasnya. Jadi, Hasyiyah Al-Bajuri itu detail, padat isi, dan luas jangkauannya.

Keistimewaan yang lain, meskipun kitab ini dinamai hasyiyah, tapi secara fakta justru malah lebih dekat ke syarah. Syarah lebih mudah dipahami oleh pemula daripada hasyiyah. Oleh karena itu hasyiyah Al-Bajuri tidak mensyaratkan pengkajinya harus mencapai level “expert” dalam mazhab Syafii untuk memahaminya.

Sejak zaman dahulu sudah diketahu bahwa pelajar pemula akan dianggap sia-sia waktunya jika langsung mencoba mempelajari hasyiyah. Hal itu disebabkan ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam hasyiyah memang khusus hanya untuk para pengkaji fikih level tinggi.

Bagi pemula, seharusnya mereka mempelajari matan/muktashor dan menghafalnya bukan langusng mengkaji hasyiyah. Ahmad bin Hasan Al-‘Atthos (w.1334 H) berkata,

من قرأ الحواشي ما حوى شي

“Barangsiapa (di kalangan pemula) mengkaji hasyiyah, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa”

Penyusung hasyiyah umumnya hanya akan menerangkan point-point yang paling sulit, sehingga tetap bermanfaat bagi pelajar tingkat lanjut. Itulah mengapa Hasyiyah hanya cocok untuk yang ilmunya sudah expert.

Tapi Hasyiyah Al-Bajuri ini beda. Karena pendekatan menulisnya lebih ke arah syarah, pelajar pemula yang merangkak menuju level menengah insya Allah bisa memanfaatkannya.

Baca Juga:  Kitab Bidayatul Hidayah (Cara Meraih Hidayah) Karya Imam Al Ghazali

Adapun metode penulisannya, Al-Bajuri dalam menerangkan ungkapan dalam Fathu Al-Qorib, beliau memberikan quyud (batasan-batasan) dan amtsilah (contoh-contoh) agar maksudnya lebih mudah ditangkap. Untuk kata-kata dan ungkapan tertentu kadang-kadnag Al-Bajuri membahas juga aspek i’rob dan nahwunya.

Jika ada pembahasan furu’ fikih, maka Al-Bajuri akan menjelaskan kaidah ushul yang mendasarinya, termasuk aspek nahwu, dan asybah -nazhoirnya. Jika nahwu yang dibahas maka beliau akan menyebutkan dalil kebahasaan (syayid) yang relevan dengan pembahasan nahwunya.

Jadi kitab ini sungguh kaya cita rasa. Orang akan merasakan pembahasan fiqih, ushul fiqih, bahasa, dan rasa-rasa yang lainnya.

Dalam menulis hasyiyah, Al-Bajuri juga menjelaskan mana pendapat mu’tamad, mana yang bukan mu’tamad, mana yang rojih, dan mana yang marjuh.

Al-Bajuri juga menyebut perbedaan pendapat antara Ibnu Hajar Al-Haitami dan Syamsuddin Ar-Romli. Namun seringkali beliau menguatkan pendapat Ar-Romli.

Ini cukup wajar, sebab Al-Bajuri banyak belajar pada ulama Mesir, yang mana kita tahu mayoritas tumpuan para ulama disana adalah kitab-kitab Ar-Romli, terutama kitab “Nihayatu Al-Muhtaj”.

Kata Al-Kurdi dalam Al-“Fawaid Al-Madaniyyah”, ulama-ulama Mesir telah diikat perjanjian bahwa mereka hanya akan mengambil ijtihad dan fatwa Ar-Romli saja. Hanya saja Al-Bajuri kadang-kadang menguatkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami pada persoalan-persoalan yang beliau pandang cocok dengan masanya.

Di antara urgensi kitab ini, Al-Bajuri banyak membahas isu-isu yang sering terjadi dan kasus-kasus aktual seperti hukum melihat (wanita/aurot), hukum dokter lelaki mengobati pasien wanita ajnabiyyah, hukum menunda kehamilan, hukum vasektomi/tubektomi, masalah riba dan lain-lain.

Baca Juga:  Kitab Fathu Al Aziz Syarah Al Wajiz Rofi'i

Hasyiyah Al-Bajuri telah ditahqiq oleh syaikh Mahmud Al-Hadidi. Dalam mentahqiq, Al-Hadidi meneliti 5 manuskrip dan 3 edisi cetakan yang mana satu naskah telah dikoreksi oleh Abu Al-Wafa’ Nashr Al-Hurini.

Motivasi Al-Hadidi dalam mentahqiq adalah atas permintaan dan saran para ulama sejawat dan para penuntut ilmu yang mengadu kesulitan menelaah Hasyiyah Al-Bajuri dari terbitan-terbitan lama yang dipenuhi kesalahan cetak dan kesalahan ilmiah.

Empat tahun dihabiskan Al-Hadidi untuk mentahqiq kitab ini atas supervisi penerbit Dar Al-Minhaj sampai akhirnya bisa terbit dalam 4 jilid dengan ketebalan hampir 3000 halaman.

Silahkan download kitab tersebut pada link di bawah ini:

Hasyiyah al-Bajuri karya syaikh Ibrahim al-Bajuri
Jilid 1
Jilid 2

Penting: Kitab ini berbentuk digital, jika anda menemukan link download yang error atau isi kitab yang tidak sesuai dengan teks aslinya silahkan komentar dibawah atau kirimkan email ke redaksi. Dan disarankan lebih baik membeli kitab yang berbentuk cetakan asli dari penerbit terpercaya sebagai bentuk kehati-hatian. Terima kasih

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.