Mengintip Tradisi 1 Muharram di Indonesia dan Luar Negeri

Mengintip Tradisi 1 Muharram di Indonesia dan Luar Negeri

Pecihitam.org – Tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah tak lama lagi kita rayakan. Tentunya sudah tak asing lagi bagi umat Muslim untuk menghormati hari raya ini dengan menjalankan anjuran Nabi Muhammad SAW, yaitu melaksanakan Puasa Muharram.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi, selain berpuasa ada juga sejumlah tradisi dari berbagai daerah dan negara dalam menyambut tahun baru Islam. Tradisi ini dikawinkan dengan budaya setempat sehingga semakin menambah semarak perayaan 1 Muharram.

Misalnya saja di Jawa, ada Kirab Muharram. Ritual ini digelar di Keraton Surakarta dengan menghadirkan kerbau bule atau kerbau putih. Ada juga tradisi Ngadulang di Sukabumi yang menampilkan tabuhan bedug.

Selain itu, masyarakat Pangkalpinang merayakan tahun baru Islam dengan datang ke masjid membawa dulang berisi makanan dan lauk pauk. Tradisi ini memberi kesan tersendiri karena sesama tetangga bisa saling silaturahmi mempererat kasih sayang.

Baca Juga:  Allahu Akbar, Kalimat Agung yang Paling Sering Disalahguna dan Artikan

Adapun di Kalimantan, warga setempat membuat makanan khas bubur Asura yang hanya ada di tahun baru Islam. Bubur Asura terbuat dari santan dan beras dicampur sayuran.

Ada lagi tradisi perayaan di hampir setiap daerah, yaitu pawai obor keliling kampung dengan berbaju putih.

Bagaimana dengan di luar negeri? Rupanya tak kalah seru!

Perempuan Muslim di Turki pada tahun baru Islam, akan mengenakan baju baru nan elegan karena dianggap membawa keberuntungan. Para pejabat dan diplomat asing juga menyampaikan salam tahun baru pada Sultan. Di Turki pula, pemeluk agama Kristen juga ikut merayakan pergantian tahun Hijriyah ini bersama teman-teman Muslim mereka.

Namun, kegembiraan bulan Muharram di Turki cenderung berhati-hati. Mengingat pada bulan ini pula, Hussain, cucu kesayangan Nabi SAW mati syahid.

Baca Juga:  Muharram, Jawa dan Kisah Agung

Sementara itu, masyarakat negeri jiran Malaysia, merayakan tahun baru Islam dengan menggelar pengajian akbar dan membaca yasin. Perdana Menteri bahkan ikut hadir.

Perayaan yang tak kalah unik juga dilakukan Muslim di Maroko. Mereka membuat dan saling bertukar roti dengan para tetangga. Sedangkan di Arab Saudi, tahun baru Islam diperingati dengan pengajian akbar yang dipimpin imam Mekah.

Bagaimana tradisi tahun baru Islam di daerah kamu? Yuk sharing cerita di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.