Surah Al-Anfal Ayat 50-51; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 50-51

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 50-51 ini menjelaskan tentang gambaran ketika para Malaikat Allah SWT mencabut jiwa atau nyawa orang-orang kafir seraya memukul wajah dan belakang mereka, hingga mencela mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 50-51

Surah Al-Anfal Ayat 50
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Terjemahan: Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Tafsir Jalalain: وَلَوْ تَرَىٰ (Kalau kamu melihat) hai Muhammad إِذْ يَتَوَفَّى (ketika dicabut jiwa) boleh dibaca “يَتَوَفَّى” dan boleh pula dibaca tatawaffaa الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ (orang-orang yang kafir oleh para malaikat seraya memukul) lafal يَضْرِبُونَ kedudukan i’rabnya menjadi hal/kata keterangan

وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (muka dan belakang mereka) dengan gada-gada besi. وَ (Dan) para malaikat berkata kepada mereka ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (rasakanlah oleh kalian siksa yang membakar ini) artinya siksa neraka. Jawabnya lau ialah la raaita amran azhiiman (maka niscaya kamu akan menyaksikan peristiwa yang sangat mengerikan).

Tafsir Ibnu Katsir: Hai Muhammad, jika engkau melihat dengan nyata keadaan ketika para Malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, niscaya engkau akan menyaksikan suatu perkara yang sangat besar lagi dahsyat mengerikan, di mana mereka dipukuli wajah dan bagian belakang mereka, seraya mengatakan kepada mereka: وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (Rasakanlah siksa yang membakar)

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 20-23; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Ibnu Juraij menceritakan dari Mujahid: أَدْبَارَهُمْ (Belakang mereka) berarti bokong mereka. Ia mengatakan: “Hal itu terjadi dalam perang Badar”.

Redaksi ayat ini, meskipun sebab turunnya adalah (pada) perang Badar, tetapi ia berstatus umum, mencakup setiap orang kafir. Oleh karena itu Allah Ta’ala tidak mengkhususkan bagi orang-orang yang ikut perang Badar, justru Allah berfirman:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (Kalau kamu melihat ketika para Malaikat mencabut jiwa orang-oiang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka)

Dan dalam surat tentang peperangan juga disebutkan hal yang sama. Hal itu telah dikemukakan sebelumnya dalam surat Al-An’am, yaitu firman-Nya yang artinya: “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang yang dhalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata ‘Keluarkanlah nyawa kalian'”. (QS. Al-An’am: 93)

Maksudnya, para Malaikat itu mengulurkan tangan mereka untuk memukul mereka atas perintah dari Rabb mereka, di mana mereka benar-benar kesulitan dan nyawa mereka pun tidak mau keluar dari jasad.

Oleh karena itu dikeluarkan melalui tekanan-tekanan. Dan para Malaikat itu menyampaikan berita mengerikan tentang adzab dan murka dari Allah. Oleh Karananya, Allah memberitahukan bahwa para Malaikat mengatakan kepada mereka: “Rasakanlah adzab yang membakar”.

Tafsir Quraish Shihab: Andaikata dirimu, wahai Muhammad, menyaksikan pemandangan mengerikan pada saat malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, kalian akan mendapatkan malaikat itu memukuli tubuh orang-orang kafir itu dari depan dan belakang, seraya berkata, “Rasakan siksa api neraka, akibat perbuatan kalian.”

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 48-50; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Al-Anfal Ayat 51
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Terjemahan: Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya,

Tafsir Jalalain: ذَٰلِكَ (Demikian itu) artinya siksaan atas kalian itu بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ (disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri) Allah swt. sengaja memakai kata tangan bukannya anggota-anggota tubuh manusia yang lainnya, karena kebanyakan pekerjaan manusia itu dilakukan oleh tangan mereka

وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ (Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya) artinya tukang menganiaya لِلْعَبِيدِ (hamba-Nya) dengan mengazabnya tanpa dosa.

Tafsir Ibnu Katsir: ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ (Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri) Maksudnya, balasan tersebut disebabkan oleh perbuatan buruk yang pernah mereka kerjakan semasa hidup di dunia. Semoga Allah membalas kalian dengan balasan tersebut.

وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ (Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya) Maksudnya, Allah tidak akan mendhalimi seorang pun dari makhluk-Nya. Bahkan justru Allahlah yang Mahabijaksana dan Mahaadil, di mana Allah Ta’ala tidak akan berbuat zalim, Allah Maha Suci, Maha Terjaga dari sifat-sifat kurang, Maha Kaya dan Maha Terpuji.

Oleh karena itu di dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah, dari Abu Dzar dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku sendiri dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat zhalim… Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya hal itu merupakan amal perbuatan kalian, yang akan Aku perhitungkan untuk kalian. Barangsiapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa yang mendapatkan selain dari itu (keburukan), maka hendaklah ia tidak mencela melainkan dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

Baca Juga:  Surah Al-Mu'min Ayat 38-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya disebabkan siksaan-Nya atas perbuatan jahat yang mereka lakukan. Itulah keadilan, karena selamanya tidak akan sama antara yang berbuat baik dan berbuat jahat. Maka siksa Allah itu sebagai balasan atas kejahatan mereka.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-Anfal Ayat 50-51 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Jalalain. Semoga menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan semakin meningkatkan Iman kita. Amin.

M Resky S