Surah Yusuf Ayat 30-34; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 30-34

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 30-34 ini disebutkan Allah SWT menyatakan bahwa berita tentang Yusuf dan isteri al-Aziz tersebar di kota Mesir sehingga semua orang menggunjingkannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selanjutnya, meskipun penguasa Mesir telah yakin bahwa Yusuf tidak bersalah, dan Zulaikha sendiri juga mengakui keinginan buruknya di depan kaum perempuan Mesir, namun Yusuf tetap saja dijebloskan ke dalam penjara, atas perintah Zulaikha, karena Yusuf tidak bersedia memenuhi keinginannya.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 30-34

Surah Yusuf Ayat 30
وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Terjemahan: Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata”.

Tafsir Jalalain: وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ (Dan wanita-wanita di kota berkata) yaitu kota Mesir امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا (“Istri Aziz menggoda bujangnya) yaitu hamba sahaya lakinya

عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا (untuk menundukkan dirinya menuruti kemauannya, sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam) lafal حُبًّا berkedudukan menjadi tamyiz; artinya cinta Zulaikha terhadap Yusuf telah merasuk ke dalam lubuk hatinya. إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”) jelas sesat karena mencintai hambanya sendiri.

Tafsir Quraish Shihab: Kemudian berita tentang peristiwa itu pun sampai kepada sekelompok wanita di kota itu. Mereka ramai memperbincangkannya dan mengatakan, “Istri al-‘Aziz (pembesar kerajaan) telah menggoda dan memperdaya Yusuf untuk mengikuti keinginannya.

Cintanya kepada pemuda itu sangat mendalam. Kami yakin, jalan yang ditempuh oleh wanita itu bersama bujangnya adalah kesesatan dan kesalahan yang nyata.”

Surah Yusuf Ayat 31
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

Terjemahan: Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 65-66; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ (Maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka) pergunjingan mereka terhadap dirinya أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ (diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya) Zulaikha mempersiapkan لَهُنَّ مُتَّكَأً (bagi mereka makanan) yang harus dipotong terlebih dahulu dengan pisau dan beralaskan pada talenan

وَآتَتْ (dan diberikannya) Zulaikha memberikan كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ (kepada masing-masing mereka sebuah pisau, kemudian dia berkata) kepada Yusuf اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ (“Keluarlah kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka merasa kagum terhadapnya) kepada ketampanan dan keelokan rupanya

وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ (dan mereka melukai jari tangannya) dengan pisau-pisau yang mereka pegang itu tanpa mereka sadari dan tanpa merasa sakit karena kekaguman mereka terhadap ketampanan Yusuf وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ (dan berkatalah mereka, “Maha Sempurna Allah) dimaksud sebagai ungkapan memahasucikan Allah SWT

مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا (ini bukanlah) artinya Nabi Yusuf ini إِلَّا (manusia tetapi) melainkan مَلَكٌ كَرِيمٌ (ia adalah malaikat yang mulia.”) mengingat ketampanan dan keelokan rupanya hal ini tidak akan ditemui pada manusia. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwasanya Nabi Yusuf telah dianugerahi separuh dari ketampanan dan keelokan rupa.

Tafsir Quraish Shihab: Tatkala istri al-Aziz mendengar gosip dan cercaan mereka tentang dirinya, ia pun mengundang mereka ke rumahnya. Mereka disediakan bantal untuk bersandar.

Setelah mereka datang dan duduk bersandar, masing-masing diberi sebuah pisau, lalu disediakan makanan untuk dimakan dengan pisau yang telah mereka terima.

Wanita itu berkata kepada Yusuf, “Tampakkan dirimu kepada mereka.” Ketika Yusuf muncul dan dilihat oleh wanita-wanita itu, mereka terpesona oleh ketampanannya. Begitu kagum dan takjubnya, mereka tidak sadar melukai tangan ketika memotong makanan. Dengan terkagum-kagum, mereka berkata;

“Allah Mahasuci! Yang kami lihat ini bukanlah manusia, sebab manusia tidak mungkin setampan dan seelok ini. Ia tidak lain hanyalah malaikat yang sangat sempurna dan mulia sifat-sifatnya.”

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 105-107; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Yusuf Ayat 32
قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ

Terjemahan: Wanita itu berkata: “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”.

Tafsir Jalalain: قَالَتْ (Wanita itu berkata) yang dimaksud adalah istri Al-Aziz sewaktu ia melihat apa yang terjadi pada diri mereka فَذَٰلِكُنَّ (“Itulah dia) dialah الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ (orangnya yang kalian cela aku karena tertarik kepadanya) karena aku mencintainya. Kalimat ini merupakan penjelasan tentang alasan Zulaikha

وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ (dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya kepadaku akan tetapi ia mempertahankan dirinya) menolak. وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ (Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya) untuk dilakukannya

لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ (niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”) orang-orang yang tidak terpandang. Maka wanita-wanita itu berkata kepada Yusuf, “Turutilah kemauan tuan wanitamu ini.”

Tafsir Quraish Shihab: Istri al-Aziz mengomentari omongan mereka dengan berkata, “Pemuda tampan yang telah memesona dan membuat kalian terkagum-kagum itulah yang membuat kalian mencerca aku.

Aku telah memintanya dan mencoba memperdayanya untuk memenuhi ajakanku, tetapi ia enggan, seakan-akan dirinya terjaga dan ia ingin selalu terus menjaganya. Sungguh, jika ia tidak menuruti perintahku, maka ia akan dijebloskan ke dalam penjara dan akan menjadi terhina.”

Surah Yusuf Ayat 33
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Terjemahan: Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 108; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ (Yusuf berkata, “Wahai Rabbku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk) memenuhi

إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ (kemauan mereka dan tentulah aku) menjadi مِنَ الْجَاهِلِينَ (termasuk orang-orang yang bodoh”) yakni orang-orang yang berbuat dosa. Makna yang dimaksud adalah berdoa.

Tafsir Quraish Shihab: Yusuf berkata, setelah mendengar ancaman istri al-‘Aziz dan juga mendengar nasihat wanita-wanita itu agar menuruti saja keinginannya,

“Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada permintaan mereka kepadaku. Sebab, itu berarti melanggar perintah-Mu. Kalau saja Engkau tidak melindungi aku dari makar dan tipu daya mereka, niscaya aku cenderung mengikuti mereka, sehingga aku termasuk orang-orang bodoh dan bersalah.”

Surah Yusuf Ayat 34
فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Terjemahan: Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalain: فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ (Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf) permintaannya فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ (dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar) semua pembicaraan الْعَلِيمُ (lagi Maha Mengetahui) semua pekerjaan.

Tafsir Quraish Shihab: Lalu Allah memperkenankan doa Yusuf dan menghindarkannya dari tipu daya jahat mereka. Sesungguhnya hanya Dialah yang Maha Mendengar segala permohonan hamba-hamba-Nya yang memohon, Maha Mengetahui keadaan mereka dan yang maslahat untuk mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 30-34 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S