Surah Al-A’raf Ayat 85; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 85

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 85 serupa dengan redaksi kisah nabi-nabi sebelumnya, yang mana disebutkan bahwa Allah SWT mengutus kepada penduduk negeri atau suku madyan, yaitu saudara mereka Syu’aib yang dikenal juga sebagai khatib atau orator para nabi.

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 85

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Terjemahan: Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) Kami telah mengutus إِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ (kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib. Ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata) yakni mukjizat

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 27-28; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

مِنْ رَبِّكُمْ (dari Tuhanmu) yang membenarkan kerasulanku فَأَوْفُوا (Maka sempurnakanlah) genapkanlah الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا (takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan) maksudnya menekorkan

النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ (bagi manusia barang-barang takaran dan timbangan mereka dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi) dengan kekafiran dan maksiat-maksiat بَعْدَ إِصْلَاحِهَا (sesudah Tuhan memperbaikinya) dengan mengutus rasul-rasul-Nya

ذَٰلِكُمْ (Yang demikian itu) yang telah disebutkan itu خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman) yang menghendaki keimanan, maka bersegeralah kamu kepada keimanan.

Tafsir Ibnu Katsir: Muhammad bin Ishaq mengatakan, mereka itu termasuk bagian dari Silsilah (keturunan) Madyan bin Ibrahim. Dan Syu’aib, yaitu putera Mikyal bin Yasyjar.

Menurutku (Ibnu Katsir), Madyan adalah sebutan untuk suatu kabilah dan juga suatu kota yang terletak di dekat Ma’an dari jalan al-Hijaz. Allah berfirman yang artinya: “”Dan ketika ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) di sana”. (QS. Al-Qashash: 23). Mereka itu adalah penduduk Aikah.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 163-165 Beserta Artinya

قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ (Ia (Syuaib) berkata, Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak untuk diibadahi) bagimu selain-Nya) Ini merupakan seruan (dakwah) setiap Rasul.

قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ (Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu). Maksudnya, Allah telah menegakkan berbagai macam hujjah dan bukti yang menunjukkan kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian.

Selanjutnya, Dia menasehati mereka dalam pergaulan mereka dengan orang lain, yaitu agar mereka mencukupi takaran dan timbangan, serta tidak merugikan orang lain sedikit pun. Maksudnya, janganlah kalian mengkhianati harta orang lain dan mengambilnya dengan cara mengurangi takaran dan timbangan secara diam-diam.

Sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar, yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?”. (QS. Al-Muthaffifiin: 1-6).

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 32; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Ini adalah ancaman yang keras dan tegas. Setelah itu, Allah berfirman memberitahukan tentang Syuaib, yang diberi sebutan Khathiibul Anbiyaa’ (juru bicara para Nabi), karena kefasihan dan keagungan nilai nasihatnya.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita bahas bersama Surah Al-A’raf Ayat 85 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir sebagai lanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita di situs ini. Semoga bermanfaat.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG