Surah Maryam Ayat 88-95; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Maryam ayat 85-87

Pecihitam.org – Kandungan Surah Maryam Ayat 88-95 ini, menerangkan Sesungguhnya Allah Telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrik Mekah, orang Yahudi, orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang-orang yang sesat karena telah mengucapkan ucapan yang sangat tidak menyenangkan dan telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah.

Perkataan itu sangat mungkar, tidak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Mahakuasa dan Mahaperkasa.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an surah maryam ayat ayat 88-95

Surah Maryam Ayat 88
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا

Terjemahan: Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.

Tafsir Jalalain: وَقَالُوا (Dan mereka berkata,) orang-orang Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang menyangka bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah تَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (“Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak”) maka Allah menyanggah perkataan mereka itu melalui firman-Nya,.

Tafsir Ibnu Katsir: Ketika Allah di dalam ayat yang mulia ini menetapkanubudiyyahIsa as. dan menceritakan penciptaannya dari Maryam tanpa bapak, maka Dia mulai membahas tentang pengingkaran terhadap orang yang menduga bahwa Dia memiliki anak. Mahatinggi, Mahasuci dan Mahabersih, Dia setinggi-tinggi dan seagung-agung-Nya dari semua itu.

Allah berfirman: وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.)

Tafsir Kemenag:Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrik Mekah, orang Yahudi, orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang-orang yang sesat karena telah mengucapkan ucapan yang sangat tidak menyenangkan dan telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah.

Perkataan itu sangat mungkar, tidak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Mahakuasa dan Mahaperkasa. Allah sangat murka terhadap mereka karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Mahatinggi seakan-akan Allah disamakan dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang membutuhkan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan eksistensinya di kemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah menjadi lemah tak berdaya.

Padahal Dia-lah Yang Hidup Kekal, senantiasa berdiri sendiri tidak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus-mengurus (makhluk-Nya). (Ali ‘Imran/3: 2)

Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluk-Nya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahi-Nya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

Surah Maryam Ayat 89
لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا

Terjemahan: Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,

Tafsir Jalalain: لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (“Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar) yaitu suatu perkara mungkar yang sangat besar.

Tafsir Ibnu Katsir: لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (“Dan mereka berkata: Ar-Rahmaan memiliki anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan”) dengan perkataanmu ini, syai-an iddan (“Sesuatu yang sangat munkar.”)

Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah dan Malik berkata: “Yaitu perkara yang sangat besar.” Dikatakan iddan dengan kasrah hamzah atau fathah hamzah serta menyangkanya terdapat tiga bahasa, yang masyhur adalah yang pertama.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 47-49; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrik Mekah, orang Yahudi, orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang-orang yang sesat karena telah mengucapkan ucapan yang sangat tidak menyenangkan dan telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah.

Perkataan itu sangat mungkar, tidak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Mahakuasa dan Mahaperkasa.

Allah sangat murka terhadap mereka karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Mahatinggi seakan-akan Allah disamakan dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang membutuhkan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan eksistensinya di kemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah menjadi lemah tak berdaya.

Padahal Dia-lah Yang Hidup Kekal, senantiasa berdiri sendiri tidak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus-mengurus (makhluk-Nya). (Ali ‘Imran/3: 2)

Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluk-Nya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahi-Nya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

Surah Maryam Ayat 90
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا

Terjemahan: hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,

Tafsir jalalain: تَكَادُ (Hampir-hampir) dapat dibaca تَكَادُ dan Yakaadu (langit pecah) terbelah, dan menurut qiraat yang lain lafal Yatafaththarna dibaca Yanfathirna لسَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (karena ucapan itu dan bumi belah dan gunung-gunung runtuh) yakni terbalik menindih mereka disebabkan.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (“Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Mahapemurah mempunyai anak.”)

Hampir saja hal itu terjadi ketika terdengar perkataan-perkataan (tuduhan bahwa Allah mempunyai anak) yang keluar dari mulut orang-orang yang sangat berdosa, karena merasa ta’zhim kepada Rabb dan mengagungkan-Nya, padahal mereka adalah makhluk dan ciptaan-Nya.

Sedangkan dasar-dasar dalam tauhid bahwa tidak ada Ilah kecuali Dia, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tandingan-Nya, tidak memiliki anak, tidak memiliki kawan, dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya. Bahkan, Dialah yang Mahaesa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dan di dalam segala sesuatu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa Dia adalah Mahaesa. Adh-Dhahhak berkata: “Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu,” yaitu terpecah berhamburan dikarenakan keagungan Allah.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata: “Bumi belah disebabkan murka karena Allah.” Dan gunung-gunung “Haddan,” IbnuAbbas mengatakan: “Hadman (hancur).” Sa’id bin Jubair berkata: “Haddan yaitu, sebagian demi sebagian hancur berantakan berturut-turut.”

Tafsir Kemenag: Bila bumi, langit dan gunung-gunung dapat mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, maka langit, bumi dan gunung-gunung yang besar itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena terkejut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima ucapan yang sangat berat tanggung jawabnya, dan sangat menghina serta merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat keliru itu.

Surah Maryam Ayat 91
أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا

Terjemahan: karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 8-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalainأَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak”). Allah berfirman,.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

Tafsir Kemenag: Bila bumi, langit dan gunung-gunung dapat mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, maka langit, bumi dan gunung-gunung yang besar itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena terkejut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima ucapan yang sangat berat tanggung jawabnya, dan sangat menghina serta merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat keliru itu.

Surah Maryam Ayat 92
وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا

Terjemahan: Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

Tafsir Jalalain: وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا (“Dan tidak layak bagi Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak”) yakni tidak patut bagi-Nya hal yang demikian itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا (“Dan tidak layak bagi Rabb Yang Mahapemurah mengambil [mempunyai] anak.”) Yaitu tidak patut dan tidak layak bagi-Nya karena keagungan dan kebesaran-Nya. Tidak ada satu makhluk-Nya yang sebanding dengan-Nya. Karena seluruh makhluk adalah hamba-Nya.

Tafsir Kemenag: Allah dalam ayat ini membantah dengan firman-Nya, “Tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah memungut anak.” Demikianlah jawaban Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang terhadap ucapan hamba-Nya yang sangat dimurkai-Nya itu.

Dia tidak membentak dan menghukum mereka secara langsung, tetapi menjawabnya dengan kata-kata yang seharusnya dipikirkan dalam-dalam agar mereka kembali kepada kebenaran dan mensucikan Tuhannya dari segala sifat yang bertentangan dengan keesaan dan keagungan-Nya.

Surah Maryam Ayat 93
إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

Terjemahan: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

Tafsir Jalalain: إِن (Tidak ada) كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba) yang hina dan tunduk patuh kepada-Nya kelak di hari kiamat, termasuk Uzair dan Isa juga.

Tafsir Ibnu Katsir: Dia berfirman: كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا. َّقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (“Tidak seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada [Rabb] Yang Mahapemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.”) Yaitu, sesungguhnya Dia Mahamengetahui jumlah mereka sejak mereka diciptakan hingga hari Kiamat, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun besar.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menegaskan pula bahwa semua yang ada di langit dan di bumi baik malaikat, jin, maupun manusia, semuanya akan datang menghadap kehadirat Allah (Tuhannya) pada hari kiamat sebagai hamba, patuh dan tunduk kepada semua putusan dan hukuman yang diputuskan-Nya bagi masing-masing makhluk-Nya.

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 54-55; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tiada seorang pun yang dapat menyangkal putusan-Nya pada waktu itu karena putusan itu adalah putusan yang adil. Ada yang berhak menerima azab dan siksaan sesuai dengan kedurhakaan dan kejahatan yang dilakukan, ada pula yang berhak menerima ganjaran dan pahala sesuai dengan ketakwaan dan amal kebaikan yang diusahakan.

Surah Maryam Ayat 94
لَّقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا

Terjemahan: Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.

Tafsir Jalalain: لَّقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti) maka tidak samar bagi-Nya mengenai jumlah mereka secara keseluruhan atau pun secara rinci dan tiada seorang pun yang terlewat dari perhitungan-Nya.

Tafsir Ibnu Kasir: كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا. َّقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (“Tidak seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada [Rabb] Yang Mahapemurah selaku seorang hamba.

Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.”) Yaitu, sesungguhnya Dia Mahamengetahui jumlah mereka sejak mereka diciptakan hingga hari Kiamat, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun besar.

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua amal dan takwa mereka itu telah tercatat dalam kitab yang amat teliti dan terperinci tidak seorang pun terluput dalam catatan itu, semua amal perbuatan mereka baik yang kecil maupun yang besar.

Semua ucapan mereka yang nyata dan tersembunyi telah ditulis dan diperhitungkan secermat-cermatnya dan mereka semua menunggu balasan apa yang akan diterimanya.

Surah Maryam Ayat 95
وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

Terjemahan: Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Tafsir Jalalain: وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا (Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri) tanpa harta dan tanpa pembantu yang dapat membelanya.

Tafsir Ibnu Katsir: وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا (“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari Kiamat dengan sendiri-sendiri.”) Yaitu tidak ada yang menolong dan melindungi kecuali Allah yang Mahaesa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia menghukum makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya. Dia Mahaadil yang tidak akan mendhalimi seberat biji dzarrah pun, tidak juga mendhalimi seorang pun.

Tafsir Kemenag: Pada hari Kiamat orang kafir datang menghadap kehadirat Allah untuk menerima perhitungan dan putusan mengenai perbuatan mereka masing-masing seorang diri tidak ditemani oleh orang yang paling dekat sekalipun seperti anak atau istrinya.

Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah bagi setiap hamba-Nya pada hari itu, tiada seorang pun yang dapat lolos dari pengadilan-Nya, setiap orang pasti menghadapi peristiwa yang hebat dan dahsyat itu dengan perasaan harap-harap cemas, apakah ia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka yang akan digiring ke neraka dalam keadaan hina dina atau termasuk golongan orang yang berbahagia yang akan dipersilakan masuk ke dalam surga dengan terhormat dan mulia.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Maryam Ayat 88-95 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S